.

.

.

Rabu, 14 November 2018

Perusahaan Tambang Nikel “PT. PUL” Diduga Menyerobot Lahan Warga Desa Ussu’ di Lutim... Kok Bisa ?

Warga Desa Ussu' sedang menyampaikan aspirasinya di Kantor PT. PUL
Warga Desa Ussu’ Berencana Menggelar Aksi Demo di Lokasi Tambang

LUTIM, Tabloid SAR- Keberadaan perusahaan tambang nikel, PT Prima Utama Lestari (PUL) di Desa Ussu’, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, sudah membuat geram masyarakat setempat.

Pasalnya, kehadiran perusahaan tambang nikel tersebut, sudah memunculkan berbagai macam masalah yang dinilai merugikan masyarakat Desa Ussu’.

Fatalnya, kemarahan warga setempat semakin tersulut ketika humas PT. PUL menantang warga Desa Ussu’ untuk mengadakan aksi demo.

BACA JUGA : Siaran Pers/Surat Terbuka : "Tanggapan Terhadap Statemen Manajemen PT. Vale Indonesia, Tbk, Terkait Aksi Unjukrasa di Jl. By Pass (Bunker Malili), Kamis, 08 September 2016"

Salah satu persoalan yang dinilai merugikan masyarakat Desa Ussu’ adalah karena PT. PUL diduga telah menyerobot lahan milik warga setempat untuk kepentingan perusahaan nikel itu.

Terkait masalah tersebut, masyarakat Desa Ussu’ berencana untuk menggelar aksi demo secara besar-besaran pada sejumlah titik yang ada di wilayah tambang nikel itu, guna menyampaikan aspirasi mereka.

Menurut warga setempat, sejauh ini sejumlah kesepakatan awal antara warga Desa Ussu’ dengan pihak perusahaan sudah tidak sesuai lagi dan telah dilanggar oleh perusahaan tambang nikel tersebut.

“Ada beberapa kesepakatan awal antara masyarakat dengan management PT. PUL yang telah disepakati bersama. Namun beberapa diantara kesepakatan tersebut, tidak sesuai lagi dengan implementasinya dan sudah dilanggar,” kata sejumlah warga setempat dengan rada ketus, Selasa (13/11/2018) kemarin.

BACA JUGA : Jubir Ahliwaris Jamaluddin Andi Baso, Tanggapi Siaran Pers Manajemen PT. Vale Indonesia Tbk

Kepala Dusun Ussu’, Hariyanto Hasan menuturkan bahwa pihaknya sudah pernah menghadap langsung di kantor perusahan tambang tersebut, untuk menyampaikan aspirasi masyarakatnya yang sedang jadi problem di tengah-tengah warganya saat ini.

“Saya sudah menyampaikan secara langsung aspirasi warga kami kepada pihak PT. PUL, agar mereka kembali pada kesepakatan awal. Karena masyarakat kami, sudah membentuk sebuah forum untuk memfasilitasi masyarakat dengan management perusahan, guna membicarakan berbagai hal terkait aspirasi warga kami,” ujar Heriyanto.

BACA JUGA : Aktivis Palopo Suarakan Aspirasi Masyarakat Rampi, Desak Gubernur Sulsel dan Bupati Lutra

Sementara, tokoh masyarakat Ussu’ menegaskan bahwa PT. PUL, juga diduga telah melanggar mekanisme dan aturan pertambangan.

“Karena perusahaan tambang nikel tersebut, tidak memiliki Kepala Teknik Tambang (KTT) yang dapat mendukung suatu perusahan dalam melakukan aktivitasnya, sesuai aturan pertambangan di Indonesia,” tegas Masnur.

“Padahal suatu perusahaan pertambangan, tidak bisa mengadakan aktivitas pertambangan tanpa KTT, dan selama ini karyawan yang dipekerjakan di PT. PUL, juga belum dilengkapi dengan APD,” tambahnya.

Lebih lanjut, Masnur mengeskan bahwa perusahaan juga sudah menyerobot lahan milik warga.

“Karena mereka beroperasi di lahan warga tanpa sepengetahuan pemilik lahan,” tukasnya.

BACA JUGA : Format Luteng Peringati Peristiwa “Tragedi Walmas Berdarah” Desak Pemerintahan Jokowi - JK Cabut Moratorium Pemekaran DOB di Indonesia

Terkait adanya rencana masyarakat Desa Ussu’ yang akan menggelar aksi demo pada sejumlah titik di lokasi tambang PT. PUL, Kepada Desa Ussu’, Rahmat mengingatkan warganya agar tidak mudah dimanfaatkan oleh orang tertentu, ketika masyarakatnya menuntut hak mereka.

“Saya tidak bisa menghalangi masyarakat saya untuk menyampaikan aspirasinya, itu hak mereka. Tapi pesan saya, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucap Rahmat.

Masyarakat berharap supaya Pemerintah Kabupaten Lutim, melalui instansi terkait agar tidak menutup mata dan telinga mereka, terhadap berbagai macam masalah yang terjadi selama ini di Desa Ussu’ akibat aktivitas PT. PUL.

Untuk diketahui hingga berita ini dipublikasikan, wartawan tabloidsar.com belum mendapat klarifikasi maupun tanggapan dari pihak manajeme PT. PUL. 

Penulis   : Solihin
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.