.

.

.

Jumat, 07 Desember 2018

BPJS Kesehatan Kerjasama Pemkab Wajo Sosialisasi Program JKN – KIS

Dari kiri kekanan, Kepala Diskominfo Kabupaten Wajo Hasri AS bersama Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Wajo Andi Maddukelleng Oddang dan Zulfikar Tabarak yang mewakili BPJS Kesehatan Kabupaten Wajo ketika menggelar sosialisasi program JKN - KIS di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Wajo, Kamis (06/12/2018).

WAJO, Tabloid SAR – Dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih luas dan memadai kepada masyarakat tentang program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Wajo bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menggelar sosialisasi.

Sosialisasi tersebut, dilaksanakan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Wajo, dan dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wajo, Andi Maddukelleng Oddang, Kamis (06/12/2018).

Dalam kesempatan ini, Asisten I Setda Wajo menghimbau agar seluruh komponen masyarakat dapat ikut serta dalam program JKN – KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan Kabupaten Wajo.

“Hal ini, sesuai dengan amanat UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Olehnya itu, saya berharap agar kewajiban tersebut, disosialisasikan secara maksimal kepada keluarga kita semua,” himbau Andi Maddukelleng, seraya mengatakan  jangan sampai nanti pada saat jatuh sakit baru kemudian mau mengurus JKN – KIS ke BPJS Kesehatan.


Sementara, Zulfikar Tabarak dari BPJS Kesehatan Kabupaten Wajo dalam kesempatan yang sama, mengatakan bahwa prinsip penyelenggaraan program JKN – KIS meliputi prinsip gotong royong, hasil pengelolaan dananya untuk pengembangan program, dana amanat, kepesertaan wajib, portabilitas, akuntabilitas, kehati-hatian, keterbukaan dan nirlaba.

“Program itu tujuannya adalah untuk menjawab kebutuhan zaman, sehingga saat ini BPJS Kesehatan secara nasional memperkenalkan aplikasi mobile JKN yang bisa didownload oleh masyarakat umum melalui Android dan iOS,” kata Zulfikar.

Selain itu, Zulfikar menyebutkan bahwa saat ini, masyarakat Wajo merupakan peserta terbanyak di wilayah kerjanya untuk program JKN – KIS.

“Kami bersyukur karena masyarakat Kabupaten Wajo yang paling banyak menjadi peserta programa JKN – KIS pada BPJS Kesehatan,” sebutnya.


Melalui kesempatan ini, Zulfikar  juga menjelaskan bahwa kepesertaan program JKN – KIS ada dua kategori, yakni peserta penerima bantuan iuran dan peserta bukan penerima bantuan iuran.

“Untuk peserta penerima bantuan iuran program JKN – KIS diberlakukan khusus bagi masyarakat miskin yang tidak mampu membayar iurannya, sehingga iuran mereka dibayarkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk peserta yang bukan penerima bantuan iuran, mereka adalah para pekerja penerima upah seperti PNS, TNI dan Polri, serta pegawai pemerintah non PNS, dan para pekerja bukan penerima upah atau peserta mandiri,” jelasnya.

Sosialisasi program JKN – KIS tersebut, diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri Aparatur Sipil Negara (ASN) pada  jajaran Setda Wajo dan Dinas Kominfo Kabupaten Wajo.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.