.

.

.

Rabu, 05 Desember 2018

Hadiri Pesta Panen, Bupati Lutim Jawab Keluhan Petani di Jalajja

Bupati Lutim, HM Thoriq Husler membawakan sambutannya pada acara syukuran pesta panen di Desa Jalajja, Kecamatan Burau, Kabupaten Lutim, Rabu (05/12/2018)

LUTIM, Tabloid SAR – Bupati Luwu Timur (Lutim), HM Thoriq Husler bersama jajarannya menghadiri syukuran pesta panen yang digelar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Jalajja, Kecamatan Burau, Kabupaten Lutim, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (05/12/2018).

Dalam pesta panen ini, Nasaruddin Baso yang wewakili Gapoktan Jalajja mengatakan bahwa secara umum, hasil produksi panen di Desa Jalajja rata-rata mencapai 7,3 ton perhektar.

“Produksi petani yang bercocok tanam padi di desa ini, hasil panennya rata – rata mencapai 7,3 ton gabah perhektar,” kata Nasaruddin.

Selain itu, Nasaruddin juga menyampaikan sejumlah keluhan para petani di Desa Jalajja yang menjadi kendala mereka dalam meningkatkan produksinya.  

“Ada sejumlah kendala yang menghambat kami untuk bisa meningkatkan produksi kami. Kendala itu, yakni kelangkaan pupuk, serta kurangnya jaringan irigasi dan kebutuhan traktor yang masih perlu ditambah, mengingat luas areal persawahan kami yang mencapai 244 hektar,” sebutnya.


Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Lutim, HM Thorig Husler dalam sambutannya mengaku bersyukur karena melalui pertemuan ini, ia dapat mengetahui kendala dan hambatan para petani dalam meningkatkan produksinya.

“Saya bersyukur bisa hadir di tengah – tengah bapak/ibu dan saudara-saudari sekalian, sebab melalui kegiatan ini, kami bisa mengetahui kebutuhan para petani di lapangan. Dan saya bersyukur sudah disampaikan apa kebutuhannya,” ujar Husler.

Ia menerangkan bahwa terkait masalah kelangkaan pupuk, memang selalu menjadi persoalan karena hal itu, merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Kami sudah meminta kepada pemerintah pusat sesuai data berdasarkan kebutuhan petani, namun permintaan itu tidak bisa diakomodir secara keseluruhan. Kalau ibaratnya petani butuh 100 persen, kita cuma bisa dapatkan alokasi sekitar 30 persen. Salah satu solusinya, ya kita coba menggunakan pupuk organik untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia,” terang Husler.

Sedangkan terkait kurangnya jaringan irigasi, bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Lutim sudah menyiapkan anggaran sebanyak Rp 1,3 milliar untuk menambah jaringan irigasi pada tahun 2019 mendatang.

“Semoga Januari tahun depan, sudah bisa segera ditender agar kebutuhan petani bisa secepatnya teratasi,” ungkapnya.


Sementara terkait kebutuhan traktor, Husler menjelaskan bahwa sudah ada 8 unit traktor yang telah diberikan kepada delapan Kelompok Tani di Desa Jalajja. Namun mengingat luas lahan yang mencapai 244 hektar dan ternyata petani masih mengeluhkan kurangnya traktor, maka perlu untuk ditambah lagi.

“Kondisi seperti inilah yang perlu kami dengarkan. Oleh karena itu, untuk desa ini akan kami tambahkan bantuan sebanyak 3 unit traktor. Pekan ini, kami bantu 2 unit traktor dan tahun depan kita tambah lagi 1 unit,” jelasnya.


Pada kesempatan ini, orang nomor satu di Kabupaten Lutim tersebut, juga mengatakan bahwa tahun 2019 mendatang Pemda Lutim melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lutim akan melakukan pengadaan 200 unit traktor.

Pada gilirannya, Anggota DPRD Lutim, Juddin Sira dalam acara pesta panen ini, menimpali bahwa pasokan pupuk memang masih sangat terbatas oleh karena kebijakan pemerintah pusat.

“Saya ikut menyaksikan upaya Pemda Lutim yang terus meminta tambahan jatah pupuk, namun memang kondisi negara saat ini masih sangat sulit untuk memenuhi penambahan pupuk sebagaimana yang diajukan Pemda,” tukasnya.

Untuk diketahui, Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Pemda Lutim Budiman bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lutim Muharif dan Camat Burau Muhammad Sukri, serta Kepala Desa Jalajja Sairul Sira, ikut mendapingi Bupati Lutim HM Thoriq Husler dalam acara tersebut.

Acara ini, dihadiri ratusan petani anggota Gapoktan Jalajja dan warga setempat.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.