.

.

.

Minggu, 27 Januari 2019

Wali Kota Palopo Bersama Datu Luwu XL Hadiri HUT KKBS VIII di Pantai Labombo, Ini Sambutannya

Tarian adat yang ditampilkan putri-putri Bastem dalam perayaan HUT KKBS VIII di kawasan objek wisata Pantai Labombo, Kota Palopo, Sabtu (26/1/2019). [Foto : T.SAR - Echa]

PALOPO, Tabloid SAR – Wali Kota Palopo, HM Judas Amir hadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kerukunan Keluarga Basse Sangtempe’ (KKBS) yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) KKBS di kawasan objek wisata Pantai Labombo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (26/1/2019).

Dalam sambutannya, Wali Kota Palopo mengucapkan selamat memperigati HUT KKBS VIII kepada Keluarga Besar KKBS.

“Semoga Keluarga Besar KKBS semakin maju dan berkembang seiring berjalannya waktu. Dan kami juga berharap kiranya KKBS bersama segenap Keluarga Besar dari Bastem dapat bekerjasama dengan Pemkot Palopo,” ujar Judas.


Selain itu, Wali Kota Palopo dua periode tersebut, mengungkapkan pula jika pihaknya mendukung penuh pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah (Luteng) dan DOB Provinsi Luwu Raya.

“Melalui kesempatan ini pula saya ingin menegaskan, baik selaku pribadi maupun sebagai Wali Kota Palopo, bahwa saya mendukung penuh tuntutan masyarakat Tana Luwu yang menginginkan terbentuknya DOB Kabupaten Luteng dan DOB Provinsi Luwu Raya,” ungkap Judas disambut riuh tepuk tangan para hadirin.

Ia menambahkan, dukungan itu dengan sepenuh jiwa sehingga pihaknya akan turut serta memberikan kontribusi dalam perjuangan pemekaran tersebut, asalkan tidak dengan cara melanggar hukum.

“Perjuangan untuk mendapatkan keabsahan DOB Kabupaten Luteng dan Provinsi Luwu Raya, jangan sampai mengakibatkan kerugian negara, seperti pengrusakan Kantor Wali Kota Palopo pada tanggal 23 Januari lalu. Sebab jika mengaku sebagai warga negara yang baik maka sebaiknya jangan melakukan hal yang merugikan negara,” tambah Judas.


Lebih lanjut, Judas menegaskan kalau dalam menggelorakan perjuangan terbentuknya DOB Kabupaten Luteng dan Provinsi Luwu Raya, lalu mahasiswa atau masyarakat merusak kantor Wali Kota, itu sama saja merusak negara.

“Karena yang di kelolah di kantor itu adalah kepentingan negara dan masyarakat,” tegasnya.

Pada bagian akhir sambutannya, Wali Kota Palopo menuturkan bahwa pihaknya berharap agar masyarakat Palopo bisa lebih bijak lagi berpikir dan menjauhkan pikiran-pikiran negatif.

“Sebab jika kita berfikir negatif maka hal itu hanya akan membawa kehancuran bagi dirinya sendiri, serta merusak Kota Palopo yang indah ini,” kuncinya.


Sementara Yang Mulia Datu Luwu XL, Andi Maradang Mackulau dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Bastem adalah Wija To Luwu.

“Masyarakat Bastem adalah juga Wija To Luwu, sehingga kita wajib menjaga kebersamaan, sesuai dengan tema pada kegiatan ini, ‘Kita Jalin Kebersamaan di Tengah Perbedaan,” kata Andi Maradang, sembari mengucapkan selamat memperingati HUT KKBS VIII.

Untuk diketahui, perayaan HUT KKBS VIII tersebut dimeriahkan dengan berbagai macam hiburan, seperti tarian adat dan pertunjukan alat musik bambu.

Suasana penuh rasa kekeluargaan begitu kental terasa pada HUT KBBS kali ini yang dihadiri para tokoh masyarakat Bastem dari berbagai penjuru nusantara.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.

.