.

.

.

Rabu, 21 Desember 2016

Kader HAM BASTEM Bersama Masyarakat Desa Tede Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Group Qasidah Rebana siswi SMP 1 Satu Atap Bonglo, tampil memukau dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Huda, Desa Tede, Kecamatan Bastem Utara (Bastura), Kabupaten Luwu (foto kiri). Sejumlah kader HAM BASTEM, foto bersama dengan warga setempat seusai memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Huda, Desa Tede, Kecamatan Bastura (foto kanan) 

LUWU, Tabloid SAR-  Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Basse Sangtempe (HAM BASTEM) memperingati   Maulid Nabi Muhamad SAW  di Desa Tede, Kecematan Basse Sangtempe Utara (BASTURA), Kabupaten Luwu, Sulsel, Minggu (18/12/2016).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Pengurus Pusat HAM BASTEM itu, diselenggarakan di Masjid Al Huda yang berada di Dusun Langda, Desa Tede, berlangsung penuh hikmat dengan dihadiri para kader HAM BASTEM, bersama ratusan masyarakat setempat, serta para tokoh adat dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Bastem dan Bastura.

Dalam laporan pertanggungjawaban Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Erbon Bondang Sarira, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi rekan-rekannya dalam kepanitian karena telah bekerja keras sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana sesuai rencana.

“Yaa, saya bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana sesuai jadwal, berkat kerjasama yang baik dengan rekan- rekan saya dalam kepanitian dan saya mewakili rekan-rekan Penpel berterima kasih kepada semua pihak  yang telah berkontribusi, serta berpartisipasi dalam penyelengaraan kegiatan ini. Panpel dan Keluarga Besar HAM BASTEM berharap kegiatan ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan kita semua,” ujar Erbon yang diaminkan, serta disambut riuh tepuk tangan oleh segenap hadirin.

Dia juga menjelaskan bahwa anggaran yang digunakan pada kegiatan tersebut, bersumber dari kas organisasi, sumbangan dari para anggota dan alumni, donator dan partisipasi masyarakat. Serta usaha-usaha produktif yang tidak bertentangan dengan aturan organisasi, sebutnya.

Usai laporan Ketua Panitia, selanjutnya di susul sambutan Ketua Umum PP HAM BASTEM, Awaluddin Akib.

Dalam sambutannya Awaluddin, mengawalinya dengan mengajak para hadirin untuk mengucapkan Basmalaah (Bismillahi Rohmani Rohim- red).

Awaluddin dalam sambutannya, menyatakan melalui peringatan Maulid Nabi Muhamad Saw, saya berharap kegiatan ini mampu menginspirasi masyarakat Bastem pada umunnya dan terkhusus bagi kader- kader HAM BASTEM.

“Momentum ini mari kita jadikan sebagai sebuah wujud untuk memperkokoh hubungan silatuhrahmi  dalam merajud kebersamaan antar umat di Bastem dan di dalam organisasi HAM BASTEM, yang nantinya diharapkan mampu mendorong kemajuan Bastem pada umumnya dan juga HAM BASTEM khususnya,” kata Awal.

Ia juga menjelaskan di dalam organisasi HAM BASTEM, sikap dan tindakan toleran sangat dijunjung tinggi oleh kader- kadenya. Itu dapat kita lihat bersama pada kegiatan ini, dimana kepanitian dalam kegiatan ini, diketuai oleh non muslim, dari umat Kristen, jelasnya.

Menjelang waktu Shalat Dzuhur, sebelum Ustadz Sonne’ membawakan ceramahnya, terlebih dahulu para hadirin Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Huda disajikan syair dakwa Qasidah dengan lantunan music Rebana yang penuh nuansa bernafaskan islami, persembahan para siswi SMP 1 Satu Atap Bonglo.

Usai menikmati penampilan group Qasidah SMP setempat, selanjutnya para hadirin disuguhi ceramah oleh Ustadz, Sonne’ yang juga merupakan salah satu kader HAM BASTEM.

Dalam ceramanya, Ustadz Sonne’, mengajak kepada semua hadirin untuk senatiasa mensyukuri nikmat yang di berikan oleh Allah SWT.

Ustadz juga mengingatkan untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, serta menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhamamad SAW sebagai momentum untuk menjadikan Muhammad SAW sebagai sudi tauladan, segala budi pekertiNya, yang sangat mulia di dalam setiap langkah kehidupan kita.


Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Pantilang, Santa Manik, Kepala Desa Maindo, Yunus Rante Danun, Kepala Desa Tede, Padang  dan bebera majelis Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL) Jemaat Tede, serta sejumlah tokoh masyarakat dan adat setempat. (Parinding/WM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.