.

.

.

Sabtu, 31 Desember 2016

Mantan Kepala SDN 363 Malenggang Diduga Gelapkan Dana BLSM

SDN 363 Malenggang
Tiga Triwulan Jasa Guru Honorer Juga Tidak Dibayarkan

BUPON, Tabloid SAR – Dunia pendidikan rupanya masih saja terus digerogoti dengan praktek-praktek korupsi. Hal ini adalah nampaknya telah menjadi preseden buruk yang senantiasa melanda di sekolah-sekolah.

Seperti salah satunya informasi yang disampaikan sumber Tabloid SAR, bahwa mantan Kepala SDN 363 Malenggang di Desa Padang Tuju, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan (Sulsel), H Saparuddin diduga menggelapkan dana Bantuan Langsung Siswa Miskin (BLSM).

Menurut sumber Tabloid SAR yang layak dipercaya di Desa Padang Tuju, bahwa pencairan BLSM mulai dari Januari hingga Oktober 2016, diduga tidak diterima oleh murid-murid menerima manfaat.

Lanjut ia menyampaikan, bahwa ada sekitar kurang lebih Rp 20 jutaan dana BLSM yang disinyalir tidak disalurkan kepada murid-murid saat masih menjadi Kepala SDN 363 Malenggang. ”Sekarang H Saparuddin sudah menjadi Kepala SDN 572 Kamburi,” tutur sumber Tabloid SAR yang meminta agar tidak dimediakan namanya tersebut.

Selain itu, tuturnya lagi, upah jam mengajar guru-guru honorer juga tidak dibayarkan selama tiga triwulan. “Kita sangat menginginkan sekali supaya Aktivis Pembela Arus Bawah agar menelusuri kasus dugaan korupsi di SDN 363 Malenggang tersebut,” harap sumber Tabloid SAR sekali lagi meminta agar dirinya tidak dimediakan.

Hal inipun dikonfirmasi pada kalangan internal di SDN 363 Malenggang, justru membenarkan jika bantuan dana BLSM-Siswa Miskin adalah tidak tersalur pada sasarannya. Hanya saja mereka enggan berkomentar lebih lanjut, dengan alasan tidak memiliki kewenangan.

Salah satu guru honorer, mengakui jika dirinya dan rekan-rekannya honer lainnya tidak pernah dibayarkan upah jam mengajarnya selama tiga triwulan. “Hak kami dirampas selaku guru honorer, akibatnya kami bekerja bakti selama selama ini,” tutur salah satu guru honer di SDN 363 Malenggang, juga meminta agar namanya tidak disebut-sebut.

Terkait munculnya isu-isu tersebut, maka Tabloid SAR mencoba menelusuri untuk mencari tahu nomor handphone (HP) Kepala SDN 572 Kamburi kepada rekan-rekannya sesama Kepala SDN pada wilayah Kecamatan Bupon.Kata para kepala sekolah tersebut, bahwa HP beliau susah dihubungi sebab sangat jarang aktif. Sembari mereka bertanya, ada apa sampai nomor HP-nya diminta. Dijawab reporter Tabloid SAR, tidak adaji masalah hanya sekedar diinvetaris di Kantor Redaksi saja.

Setelah nomor HP-nya diperoleh, maka bersangkutan dikonfimasi namun nomor HP-nya yakni 085 142 387 743 selalu diluar jangkauan. Beberapa kali juga dihubungi melalui SMS tapi juga tidak direspons dengan baik.

Menyikapi hal ini, maka kelompok Aktivis Pembela Arus Bawah, mengaku akan melakukan investigasi untuk menghimpun data dan informasi yang lebih valid dan konkret. “Ini meski disikapi supaya diketahui duduk persoalannya,” terang Direktur Eksekutif Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy.

Menurutnya, jika memang ada indikasi penyalahgunaan bantuan dana BLSM-Siswa Miskin seperti itu, maka hal ini akan kita minta agar dapat dipertanggungjawabkan menurut ketentuan regulasi yang berlaku.

”Jadi kita belum mengambil langkah untuk merujuknya ke ranah hukum, sebab kita masih akan melakukan investigasi,” terang aktivis yang akrab disapa Bang Ories dan dikenal mengungkap sederet kasus-kasus korupsi selama ini. (Rama)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.