.

.

.

Sabtu, 31 Desember 2016

Masyarakat Masih Keluhkan Dugaan Pungli di Kantor Samsat Luwu

Suasana sistem pelayanan publik, disinyalir masih diwarnai praktek-praktek pungli.
LUWU, Tabloid SAR—Kendati telah dibentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), namun dugaan praktek-praktek pungli masih saja menggerogoti sistem pelayanan publik. Maka tak pelak menuai sorotan dari masyarakat.

Hal tersebut, rupanya Kantor Satuan Manunggal Pelayanan Terpadu (Samsat) Luwu yang mendapat sorotan, mengenai isu-isu dugaan praktek-praktek pungli terhadap masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan pengurusan pajak kendaraan bermotor.

Seperti yang dialami Muhtar, salah seorang warga yang datang mengurus pembayaran pajak mobilnya, mengaku membayar lebih dari yang tertera dalam notice.

"Tidak hanya terjadi kelebihan pembayaran pajak, STNK yang kita urus tidak pasti kapan akan selesai, ada yang sudah sampai berbulan-bulan, tak kunjung selesai,” kata Muhtar, Rabu (14/12-2016).

Bukan hanya Muhtar, sejumlah wajib pajak lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Mereka mengaku sudah membayar lebih awal, belakangan petugas Samsat menghubungi dan mengatakan ada kelebihan pembayaran pajak. Anehnya, meski mengakui ada kelebihan pembayaran, uang kelebihan tersebut tidak segera dikembalikan.

"Bagaimana mungkin bisa terjadi kelebihan pembayaran, bagaimana mereka menghitung beban pajak kendaraan,” ujar salah seorang wajib pajak.

Kelebihan pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut, jumlahnya variatif, mulai Rp100 ribu, hingga Rp250 ribu. Bendahara Samsat Luwu, pun mengakui pihaknya keliru saat menghitung nominal pajak yang harus dibayar.

“Kami salah hitung, “ kata Laode, bendahara Samsat Luwu, belum lama ini.

Sementara Kepala UPTD Samsat Luwu, Kasmir, mewanti-wanti anggotanya agar tidak bermain-main dengan urusan pajak. Mereka bisa saja berurusan dengan hukum jika mau mengambil keuntungan dari wajib pajak.

"Jangan serakah, nikmati saja gaji yang kita terima, itu sudah jauh dari cukup," kata Kasmir, kepada sejumlah stafnya, belum lama ini.

Dia menjelaskan, warga yang mengurus STNK kendaraan, memang harus menunggu beberapa hari, sebab kendaraan yang wajib pajaknya di luar kabupaten Luwu, harus diproses di daerah asal.

"Memang kalau dari luar daerah, harus menunggu, kaena diproses di Samsat di mana kendaraan itu berasal, misalnya kode Makassar, yah harus di proses di Samsat Makassar," katanya. (Wd/Ories)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.