.

.

.

Sabtu, 31 Desember 2016

Peringati Hari Anti Korupsi di Luwu

Kajari Luwu, Gede Edy Budjayanasa SH MH saat memasang stiker kampanye anti korupsi pada mobil Kabag Hukum Setda Kab. Luwu, dalam rangka memperingati HAKI tahun 2016 ini.  
Kajari Pimpin Langsung Penyebaran Stiker

LUWU, Tabloid SAR - Dalam rangkah memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang jatuh pada tanggal 11 Desember 2016, maka berbagai aksi dilakukan baik oleh aparat penegak hukum maupun bagi komunitas pemerhati korupsi.

Menurut pantauan Tabloid SAR di Belopa, Ibukota Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan (Sulsel). Nampak pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu, Kamis (08/12-2016) melakukan aksi menyebar stiker tentang kampanye anti korupsi.

Adapun aksi ini adalah dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri ((Kajari) Luwu, Gede Edy Budjayanasa SH MH yang dibagi pada empat titik pada jalur strategis di dalam Kota Belopa. Tampak stiker yang disebar tersebut, bertuliskan “Masiri, ki Korupsi” artinya “Malulah Korupsi”.

Semua pengawai, baik itu staf maupun para jaksa serta jajaran pejabat di lingkup Kejari Luwu turun ke jalan untuk menyebar stiker kampanye anti korupsi, dengan cara memasang stiker pada setiap mobil yang lewat, terlebih mobil-mobil yang bernomor berplat merah.

Kajari Luwu, Gede Edy Budjayanasa, berharap bahwa dengan adanya gerakan yang dilakukan ini, bisa memberikan makna dan pemahaman kepada masyarakat dan pemerintah tentang bahaya untuk berbuat korupsi. “Stiker ini kita sebar pada setiap mobil yang lewat agar muncul rasa malu akan berbuat yang namanya korupsi,” tuturnya.

Sembari ia menyampaikan permintaan maafnya kepada pengguna pengguna mobil, akibat terganggu sejenak perjalanannya dengan  adanya aksi pasang striker tersebut. “Ya, saya pribadi maupun selaku Kajari minta maaf atas adanya pemasangan striker dalam rangka memperingati hari korupsi 2016 ini,” ujar Gede dengan penuh simpatik.

Sebagai bentuk rangkaian acara peringatan Hari Anti Korupsi, Kajari Gede Edy Budjayanasa, menyanyikan lagu Iwan Fals, berjudul Bento.

Lagu milik Iwan Fals ini bercerita tentang sosok pria bernama Bento yang tajir, punya mobil mewah dan punya pengaruh.

Gede menjelaskan, lagu ini sengaja dia nyanyikan untuk mengajak seluruh masyarakat Luwu tanpa kecuali, agar malu melakukan korupsi.

"Lagu ini mungkin tidak berguna, namun yang terpenting adalah bagaimana kita budayakan malu korupsi," kata Gede, usai menyanyikan lagu Iwan Fals.

Jaksa dan staf Kejari Luwu, ikut larut saat Kajari menyanyikan lagu tersebut, mereka ikut bersorak. "Masiriki Korupsi," tutupnya.

Untuk diketahui bahwa sepak terjang Kejari Luwu, selama di bawah kepemimpinan Zet Tadung Allo SH MH, sangat dikenal begitu galak mempidanakan sederet kasus-kasus korupsi. Harapan tradisi yang sama dapat pula dilanjutkan oleh Kajari Gede Edi Bujanayasa, untuk terus mengusut kasus-kasus korupsi di Luwu ini ke depan. (Tim-Lipsus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.