.

.

.

Sabtu, 31 Desember 2016

Polda Sulsel Janji akan Seret Semua Pihak yang Terlibat Dugaan Korupsi Proyek DID di Lutra

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani
Kombes Pol Yudiawan Wibisono : Bupati Lutra akan Diproses Jika Cukup Bukti

LUTRA, Tabloid SAR- Jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) tampaknya semakin serius mengusut dan memberantas sejumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi di Sulsel.

Hal itu dapat dilihat dalam  peningkatan intensitas penanganan sejumlah kasus korupsi yang melibatkan para pejabat daerah dan korporasi di wilayah hukum Polda Sulsel.

Misal, penetapan tersangka Direktur PT. Riantinesa, terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan poros Pangala- Awan di Kabupaten Toraja Utara (Torut), pada Maret 2016 lalu.

Demikian pula dengan penetapan tersangka sejumlah pejabat daerah Kabupaten Tana Toraja (Tator), terkait dugaan korupsi dana pembebasan lahan Bandara Buntu Kuni’ (BBK) di Mengkendek, Kabupaten Tator. Meski kemudian kasus ini, penanganannya diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menariknya, meski baru- baru ini Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel Kombes Pol Heri Dahana yang dikenal getol mengungkap sejumlah kasus korupsi di Sulsel telah dimutasi belum lama ini.

Namun, Dit Reskrimsus Polda Sulsel yang baru Kombes Pol Yudiawan Wibisono, tampaknya tidak kalah gesit pula memerangi para pelaku korupsi, jika dibandingkan dengan Kombes Pol Heri Dahana.

Mantan penyidik KPK yang menggantikan posisi Kombes Pol Heri Dahana pada Dit Reskrimsus Polda Sulsel itu, berjanji akan menyeret semua pelaku korupsi di Sulsel tanpa tebang pilih.

Kombes Pol Yudiawan, ketika ditanya mengenai pengembangan kasus dugaan korupsi proyek Dana Intensif Daerah (DID) dari Kementerian Pendidikan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) tahun 2011 silam, yang diduga melibatkan Bupati Lutra, Indah Putri Indriani. Ia mengatakan, pihaknya menjamin penanganan kasus tersebut akan berlangsung transparan dan tidak tebang pilih.

“Dalam sistem penegakan hukum kita, semua warga Negara memiliki kedudukan yang sama di depan hukum. Jadi anak buah saya yang menangani kasus ini, tidak akan tebang pilih,” ujarnya.

Untuk diketahui, penyidik Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel, telah menetapkan dua orang pejabat daerah Kabupaten Lutra, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek DID Kabupaten Lutra senilai Rp 24 Miliar yang bersumber dari APBN tahun 2011, Kamis (14/07/2016) lalu.

Kedua tersangka tersebut adalah Agung selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Andi Sariming, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lutra yang bertindak selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Berkas perkara kedua tersangka tersebut, telah P21 atau sudah rampung, kata Yudiawan, seusai mengikuti seminar Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) di Grand Clarion Hotel Makassar, Jumat (09/12/2016) baru- baru ini.

Mantan penyidik KPK itu, menyebutkan bahwa dalam kasus korupsi tidak hanya melibatkan satu orang saja, dan tentu melibatkan beberapa orang atau korporasi. Dia berjanji akan menyeret seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk Bupati Lutra Indah Putri, jika penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulsel menemukan bukti yang cukup.

“Kita akan dalami kasusnya. Jika bukti cukup atau terpenuhi sesuai dengan ketentuan aturan perundang- undangan atau KUHAP (Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana- red), tentu kita akan tindak lanjuti. Intinya silakan teman- teman wartawan memantau kami dalam mengusut tuntas kasus itu,” ujar Yudiawan.

Sebelumnya, Agung selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek DID Kabupaten Lutra yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, mengungkapkan jika orang nomor satu di Kabupaten Lutra saat ini, terlibat dalam kasus itu. Namun, pihak penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulsel terkesan menutupi keterlibatan Indah Putri.

Kendati demikian, hingga berita ini dipublikasikan, Bupati Lutra Indah Putri belum sempat memberikan klarifikasinya. Indah Putri langsung mematikan hand phonenya ketika ditanyai soal tudingan korupsi yang ditudingkan kepadanya. (Tim Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.