.

.

.

Rabu, 19 Juli 2017

Ketua LCC Adukan Aktivitas TGC Ilegal ke Kapolresta Palopo

Kasat Reskrim Polresta Palopo, AKP. Andi Rahmat (kiri) bersama Ketua LCC, Rawas Sakti (kanan)

AKP. Andi Rahmat : Kami akan Pelajari Lebih Dulu Surat Pengaduannya

PALOPO, Tabloid SAR- Sejak berlakunya regulasi baru yang memberikan kewenangan kepada pemerintah provinsi (Pemprov) dengan mengambil alih kewenangan pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota mengenai pemberian izin Tambang Galian C (TGC), aktivitas penambangan liar di Kota Palopo semakin marak.

Fenomena tersebut membuat Ketua Luwu Contruksi Control (LCC), Rawas Sakti mengambil sikap dengan mengadukan hal itu ke Polresta Palopo. Pengaduan Rawas disampaikan melalui ‘Surat Pengaduan’ yang langsung ditujukan ke Kapolresta Palopo, AKBP Taswin SIK MH.

Dalam suratnya, Rawas meminta pihak kepolisian untuk melakukan penutupan dan menindak tegas setiap pelaku penambangan liar yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu.

“Berdasarkan hasil investigasi kami dilapangan, ada beberapa titik lokasi aktvitas TGC liar di Kota Palopo ini, yakni di Kelurahan Peta, Latuppa, Lebang dan Padang Alipan,” sebut Rawas, Rabu (19/7/2017) siang di Mapolresta Palopo.

Ketua LCC itu, juga menyinggung adanya kerjasama antara pelaku penambangan liar dengan para rekanan pelaksana proyek pemerintah yang sementara berjalan di Kota Palopo.

“Misal Proyek Revitalisasi Lapangan Pancasila, timbunannya diperoleh dari aktivitas TGC ilegal, ini jelas perbuatan pidana dan merugikan negara, polisi sebagai parat penegak hukum mesti mengusut hal ini sampai tuntas,” pinta Rawas.

Tidak hanya itu, Rawas juga mendesak Pemrov Sulsel selaku pihak yang berwenang mengeluarkan surat izin TGC untuk melakukan pendataan dan penertiban terhadap setiap usaha baik yang berbadan hukum maupun milik perorangan yang melakukan penambangan ilegal.

Sementara Kasat Reskrim, AKP Andi Rahmat yang mewakili Kapolresta Palopo pada saat menerima pengaduan Rawas, mengatakan surat pengaduan LCC telah diterima.

“Suratnya telah kami terima, kendati demikian kami akan mempelajari terlebih dahulu isi Surat Pengaduan tersebut, sembari menunggu petunjuk pimpinan (Kapolresta Palopo- red),” kata AKP Andi Rahmat.

Pria berpangkat tiga balok dipundak itu, juga menjelaskan bahwa pada prinsipnya setiap laporan atau pengaduan dari masyarakat wajib mereka terima untuk tindaklanjutnya setelah dipelajari terlebih dahulu, sembari menunggu petunjuk pimpinannya.

Penulis   : Taufiq HR
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.