.

.

.

Minggu, 06 Agustus 2017

Ini Pertimbangan IYL Pilih Cakka Sebagai Wakilnya

Tampak IYL-Cakka berada di tengah puluhan ribuan massa pendukungnya, pada acara launching Program Sejuta Punggawa, Sabtu (29/07/2017) di Gedung CCC, Jl. Metro Tanjung Bunga Makassar.

Cakka : Kita Akan Terus Perkuat Dukungan Perseorangan

MAKASSAR, Tabloid SAR- Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang, akhirnya Ichsan Yasin Limpo (IYL) mengumumkan secara terbuka, mengenai pendampingnya dalam menghadapi pertarungan politik pada suksesi kepemimpinan Sulawesi Selatan (Sulsel), melalui Pilkada Serentak 2018 mendatang.

Saat launcing Program Sejuta Punggawa (PSP), Sabtu (29/07-/2017) di Gedung CCC Makassar, IYL selaku Bakal Calon (Balon) Gubernur Sulsel Periode 2018 – 2013, langsung mengumumkan bahwa Bupati Luwu, H Andi Mudzakkar menjadi Balon Wakilnya.

Adanya pengumuman yang disampaikan oleh Balon Gubernur Sulsel bertagline “Punggawa” ini, langsung disambut upplause secara meriah oleh belasan ribuan simpatisan dari berbagai kabupaten dan kota se Sulsel yang hadir.

IYL melalui orasi politiknya, menyampaikan beberapa pertimbangan sebagai alasan memilih Cakka, sapaan akrab Bupati Luwu dua periode ini sebagai berikut.

Pertimbangan Pertama, menurut IYL, figur Andi Mudzakkar, memiliki rekam jejak yang sama dengan dirinya, yakni dua periode berturut-turut memimpin daerah yakni Gowa dan Luwu, dimana kata IYL sama-sama tidak pernah tersentuh masalah Korupsi.

“Kenapa Andi Mudzakkar itu menjadi sebuah pilihan, karena kami memiliki rekam jejak yang sama, dua periode berturut-turut memimpin daerah Gowa dan Luwu, dan sama-sama kita tidak pernah tersentuh masalah korupsi,” ungkap IYL.

Pertimbangan Kedua, dalam penuturan IYL, ia mengakui kalau dirinya dengan Andi Mudzakkar memiliki kesamaan prinsip dalam penyelengaraan pemerintahan, kalau pemerintah tidak bisa menaikkan pendapatan rakyatnya, maka sudah semestinya membuat kebijakan untuk dapat mengurangi beban biaya hidup rakyatnya.

Menurut IYL, bahwa dirinya punya prinsip yang sama dengan Andi Mudzakkar dalam penyelengaraan pemerintahan. Apa yang membuktikan, tuturnya lagi, karena kami berdualah yang menerbitkan Perda tentang Program Pendidikan Gratis di Gowa dan Luwu, dalam mengambil alih beban uang sekolah bagi orang tua siswa menjadi tanggungan pemerintah.

Selain itu, sambung IYL, kalau di Gowa ada sistem Sekolah Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB), maka di Luwu ada pula sisten Kelas Tuntas Berkelanjutan (KATUB).

“Jadi kebijakan pada bidang pendidikan inilah, akan menjadi salah satu program paket IYL-Cakka, demi wujudkan Sulsel sebagai provinsi penyelenggaraan sistem pendidikan berkualitas ke depan,” papar mantan Bupati Gowa dua periode itu.

Pertimbangan Ketiga, kenapa Andi Mudzakkar, menjadi pilihan IYL. Lanjut IYL menjelaskan, karena dirinya sudah lama mengikuti rekam jejak Cakka, ternyata antara dirinya dengan Cakka, ada kesamaan prinsip 3K, yakni kemampuan, komitmen dan konsisten.

Menurut IYL, bahwa saya dengan Cakka memiliki prinsip yang sama, yaitu 3K dimaksud. Kita harus selalu melihat kemampuan dengan komitmen akan kemampuan tersebut. Setelah melakukan komitmen itu, maka kita konsisten melaksanakan komitmen itu.
“Itulah yang harus dimiliki sebagai seorang pemimpin dalam mengambil keputusan,” paparnya.

Lalu IYL pun menjabarkan tentang prinsip-prinsip 3K menurut filosofi kepemimpinan Raja-Raja Bugis-Makassar. Kata dia, bahwa seperti inilah cara dan budaya kepemimpinan Raja-Raja Bugis- Makassar dalam mengambil keputusan, dimana mengutamakan saling menghargai.

“Hal seperti ini adalah sudah menjadi karakter kepemimpinan pada masa kerajaan di Sulsel,” terangnya.

IYL kemudian menjabarkan mengenai filosofi kepemimpinan Raja-Raja di Sulsel pada eranya, dimana Raja Bone dan Raja Luwu memberikan simbol kebesaran kepada Raja Gowa.

Sedangkan Raja Gowa dan Raja Bone, ia lanjut menjelaskan, kemudian memberikan simbol kemulian kepada Raja Luwu. Lalu Raja Luwu dan Raja Gowa memberikan simbol keagungan kepada Raja Bone.

“Jadi inilah ciri dan cara orang Bugis – Makassar, dengan sama sekali tidak menjelekkan atau menjatuhkan orang lain, apalagi calon-calon yang lain,” terang IYL melalui orasi politiknya yang disampaikan dihadapan belasan ribuan simpatisan Punggawa – Macakka saat itu.

Kendati PAN telah memberikan rekomendasi dukungannya. Termasuk PPP, meski baru menyerahkan surat tugas agar dapat mencukupkan minimal 17 kursi yang ada di DPRD Sulsel sesuai yang dipersyaratkan KPU Sulsel.

Halnya Partai Hanura yang juga telah memberikan sinyal dukungan kuat. Namun paket pasangan IYL – Cakka masih terus memperkuat dukungannnya melalui jalur perseorangan (independen).

Sementara Andi Mudzakkar saat ditemui di kediamannya di Murante, Kota Palopo Sulsel, pada Kamis (27/07/2017) malam atau dua hari menjelang pelaksanaan launching Program Sejuta Punggawa (PSP) di Gedung CCC Makassar, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat dukungan melalui jalur independen sekitar 1,8 juta tandatangan dari warga Sulsel yang tersebar di semua kabupaten/kota.

Kendati demikian kata Cakka sapaan akrab Bupati Luwu dua periode itu, bahwa dari 1,8 juta tandatangan tersebut, sudah sekitar 1,2 juta yang diverifikasi sesuai dengan  ketentuan yang berlaku.

Lanjut Cakka menuturkan, tapi itu akan terus kita perkuat (dukungan perseorangan- red) untuk mengantisifasi terjadinya kemungkinan yang tidak inginkan nantinya.

“Yaa, ini tentunya untuk lebih memperkuat atas adanya rekomendasi dari partai-partai pendukung,” ujar orang nomor satu di Luwu tersebut.

Hal tesebut kembali dipertegas oleh Juru Bicara IYL, Risky Vatmala Passalo menuturkan, baik jalur parpol maupun perseorangan tetap disiapkan oleh pasangan yang dikenal peduli kerja-kerja kemanusiaan dan pendidikan tersebut.

“Semuanya kita siapkan. Sisanya nanti sebelum pendaftaran, mana yang lebih tepat kita tempuh,” kata Key, sapaan akrab Risky Vatmala Passalo, dalam rilisnya, Kamis (03/08/2017).

Menurutnya, bahwa kendati dukungan Parpol mulai berdatangan, namun jalur perseorangan atau independen tetap disiapkan.
“Bahkan, dukungan warga melalui foto copy KTP, kini sudah terkumpul lebih satu juta,” sebut Key.

Jika melihat konstelasi politik menuju Pilkada Sulsel 2018 mendatang, nampaknya pasangan IYL- Cakka tak perlu lagi khawatir untuk maju atau tidak pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Pasalnya, syarat untuk mendaftar pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah diantisipasi, baik itu melalui dukungan dari partai politik maupun melalui jalur perseorangan.

Penulis   : Tim Lipsus
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.