.

.

.

Selasa, 22 Agustus 2017

Wawancara dengan Sekda Luwu, Mengenai Pilkada Serentak 2018

Salah satu model baliho Bacabup Luwu, H Syaiful Alam yang sudah tersebar hingga ke pelosok-pelosok desa.
Salam dari H Syaiful Alam untuk Segenap Masyarakat Luwu

LUWU, Tabloid SAR- Selepas acara ramah-tamah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, beserta segenap instansi daerah dan vertikal bersama masyarakat di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Luwu, yang dirangkaikan dengan penutupan seluruh rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RI.

Seusai acara tersebut kami para Kru Tabloid SAR langsung beranjak meninggalkan Rujab Bupati Luwu, untuk bergegas pulang karena cuaca mulai memberikan tanda-tanda bakal hujan deras. Namun dalam perjalanan pulang, kami diguyur hujan deras. Tak jauh dari itu ada Posko Bakal Calon Bupati (Bacabup) Luwu yang bertagline “SALAM” di Jalan Jalur Dua Belopa, Ibukota Kabupaten Luwu. Saya bersama rekan-rekan Kru Tabloid SAR akhirnya mampir untuk berteduh di posko tersebut.

Ketika mampir di posko itu, kamipun disapa oleh Tim Keluarga H Syaiful Alam dengan begitu hangatnya meski saat itu Kota Belopa tengah diguyur hujan deras. “Mari Pak mampir dulu di Pondok SALAM,” kata mereka. Sambutan ramah dari para penghuni posko saat itu membuat kami begitu nyaman berteduh di tempat tersebut. Tidak hanya itu, kami juga disuguhi kopi dan teh hangat lengkap dengan pisang goreng.

Kamipun berbisik dengan sesama para Kru Tabloid SAR, kurang lebih seperti ini “Wah kalau sambutan hangat seperti ini, diberlakukan pula bagi segenap masyarakat Luwu tanpa pandang bulu, tentu  para Tim SALAM tidak bakal sulit mengajak masyarakat Luwu agar dapat bersama-sama untuk “Bekerja dengan Hati” menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 mendatang.

Pasalnya, selain keramahan Tim Keluarga di posko Salam tersebut, Sekda Luwu itu juga sangat diharapkan oleh berbagai elemen masyarakat Luwu, supaya maju untuk bertarung pada Pilkada dan ikut dalam mewarnai suksesi kepemimpinan Luwu periode 2019-2024.

Alasannya, sebab birokrat karier yang satu ini, dinilai sebagai sosok pamong senior yang sudah berpengalaman dalam mengelola sistem birokrasi pemerintahan di daerah ini. Terlebih lagi, Beliau memiliki integritas yang tinggi dan bersih dari terpaan isu-isu korupsi.

Berdasarkan atas besarnya dukungan aspirasi dari ruang publik seperti itu. Pada gilirannya, Sekda yang telah mendampingi Bupati H Andi Mudzakkar ini selama hampir dua periode memimpin Luwu, akhirnya juga menyatakan sikap untuk maju pada Pilkada Luwu 2018 mendatang.

“Assalamualaikum, wah ternyata kami kedatangan tamu malam ini. Bagaimana kabar Dinda apa sudah dari tadi tiba, terima kasih atas kunjungannya di ‘PONDOK SALAM’ yang sangat sederhana ini. Maaf terlambat Dinda, sebab habis acara ramah-tamah penutupan kegiatan HUT-RI di Rujab Bupati, tadi saya masih tinggal ngobrol-ngobrol dengan Pak Bupati dan beberapa rekan pejabat Luwu,” kata H Syaiful Alam begitu akrab menyapa Kru Tabloid SAR yang lagi mampir berteduh di Posko Tim Keluarga Salam tersebut.

Setelah berdialog sejenak mengenai perayaan kemerdekaan RI yang ke 72 tahun. Lalu kami membuka pertanyaan sebagaimana petikan-petikan hasil wawancara berikut ;

Bagaimana kans Pak Haji (H Syaiful Alam- red) dalam memperoleh Parpol pengusung untuk dijadikan sebagai kendaraan politik menuju Pilkada Luwu 2018 mendatang ?

Saya hanya mendaftar pada dua Parpol, yakni Demokrat dan Hanura. Apalagi saya ini bukan politisi, sehingga tidak perlu memburu banyak partai. Jika nantinya tingkat elektabilitas saya memungkinkan, saya pikir apapun partainya akan memberikan dukungan. 

Saya mendaftar pada kedua partai tersebut, untuk membuktikan bahwa saya sangat menghormati dukungan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat di Luwu ini.

Rupanya Pak Haji memperoleh ekspektasi kuat dari ruang publik, karena tidak sedikit masyarakat sangat mengharapkan Pak Haji, sebab masyarakat sangat menginginkan figur birokrat kawakan seperti Pak Haji, untuk dapat memimpin Luwu ke depan. Jadi apa tanggapan Pak Haji atas adanya dungungan aspirasi yang begitu kuat mengalir dari ruang publik seperti itu ?

Kalau begitu, saya harapkan pada Tabloid SAR agar dapat pula memyampaikan ‘SALAM’ saya untuk segenap masyarakat Luwu. Sekaligus ikut mengajak segenap masyarakat Luwu supaya dapat bersama-sama dengan saya untuk ‘Bekerja Dengan Hati’ menuju Pemilihan Pilkada Serentak 2018 mendatang.

Mengingat motivasi saya adalah semata-mata untuk ‘Bekerja dengan Hati’ itulah modal utama saya dalam menata kebijakan terkait program pembangunan berkelanjutan di Luwu ke depan. Itupun, jika seandainya saya diberi kesempatan oleh masyarakat untuk memimpin Luwu pada periode berikutnya. Jadi hanya dengan nawa itu dan untuk ‘Bekerja dengan Hati’ yang menjadi spirit bagi saya dalam mengakomodir aspirasi masyarakat, sehingga saya menyatakan diri bersedia untuk maju pada Pilkada Luwu ini.

Bagaimana respons partai yang Pak Haji sudah tempati mendaftar tersebut, dan posisi jabatan apa yang menjadi target Pak Haji melalui suksesi kepemimpinan Luwu pada 2018 nantinya ?

Saya belum dapat memprediksi mengenai respons dari partai tersebut. Jadi ini yang sangat sulit saya jelaskan, sebab Bacabup yang berkiprah sebagai kader partai saja, masih belum mendapat kepastian akan diusung oleh partainya sendiri. Apalagi saya ini yang berlatarbelakang sebagai birokrat murni.

Kendati demikan, akan tetap optimis supaya ada pula ruang yang diberikan oleh Parpol. Namun jelasnya, bahwa saya sedang intens berkomunikasi dengan kedua partai (Demokrat dan Hanura) itu, dengan harapan dapat membuka ruang, agar dapat saya jadikan sebagai kendaraan politik.

Adapun mengenai jabatan yang akan menjadi target saya nantinya, itu tergantung kebijakan dari partai yang berminat memberikan kendaraan politik kepada saya. Namun saya sadar, bahwa untuk mendapatkan kendaraan politik (Parpol -red) tidak semudah seperti apa yang dibayangkan.

Ya, sepertinya demokrasi ini terlalu sulit dan biaya pengurusan untuk menumpangi kendaraan politik pun juga mahal. Namun begitulah sistem penyelenggaraan pesta demokrasi dalam ranah Pilkada di era multi partai pada era reformasi sekarang ini.

Pasalnya, karena hanya dua pilihan untuk dapat maju pada Pilkada yakni, jika tidak melalui jalur partai maka dapat juga melalui jalur dukungan perseorangan (Calon Independen- red). Tapi saya tetap optimis melalui jalur partai, sebab pada sejumlah daerah, banyak yang sebelumnya berlatarbelakang Sekda, awalnya juga diusung oleh partai. Semoga saja, saya selaku Sekda Luwu sekarang ini juga mendapat dukungan dari Parpol.

Sekarang inikan sudah hampir memasuki tahapan penyelenggaraan Pilkada tapi belum ada satu pasangan pun yang jelas mendapat rekomondasi partai. Apa Pak Haji tidak berminat maju melalui jalur perseorangan. Apalagi masih ada waktu untuk menggalang dukungan melalui jalur independen tersebut ?

Hal itu juga sedang saya pikirkan. Namun masalahnya jika melalui jalur dukungan perseorangan, sudah harus pula ditentukan paket atau pasangannya, untuk mendapatkan dukungan tandatangan melalui jalur perseorangan tersebut. Sedangkan figur yang saya gadang-gadang sebagai pasangan dalam Pilkada mendatang adalah kader partai, apa mungkin Beliau juga mau berpaket dengan saya melalui jalur independen.

Lalu siapa figur yang Pak Haji akan gadang-gadang menjadi paketnya tersebut ?

Itu belum dapat saya kemukakan Dinda. Namun jelasnya sudah ada komunikasi dengan Beliau (off the record) yang sedang saya gadang-gadang untuk menjadi pasangan saya nantinya. Apalagi Beliau, juga sangat menginginkan untuk berpaket dengan bakal calon (Balon) yang berlatar belakang birokrat. Mudah-mudahan saja Beliau memilih saya sebagai pasangannya.

Akan tetapi itupun saya juga harus melihat manuver politik yang dilakukan oleh para Bacabup lainnya. Karena soal paket itukan juga sangat menentukan. Jika salah memilih pasangan, maka sulit rasanya untuk mendapat dukungan elektabilitas secara luas dari masyarakat. Kita kan mau maju untuk menang, iyah kan ?

Seandainya Pak Haji diberi amanah oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk tampil memimpin Luwu pada periode berikutnya, apa program kebijakan prioritas Pak Haji nantinya ?

Tentunya saya akan memprioritaskan langkah kebijakan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM), dengan cara lebih memparipurnakan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Pokoknya tidak ada lagi anak usia sekolah di Luwu ini yang terlantar pendidikannya. Halnya pada sistem kesehatan gratis, tidak ada lagi anggota masyarakat yang tidak dilayani baik di Puskesmas maupun di rumah sakit dengan alasan dan dalil apapun.

Jadi kita akan terapkan sistem pelayanan kesehatan gratis yang bersifat paripurna terhadap masyarakat, melalui program BPJS-Kesehatan yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten. Adapun mengenai skema dan besaran pembiayaannya akan diatur dalam sistem kebijakan pemerintah daerah.

Soalnya ada hubungan korelasi yang kuat antara kebijakan pada bidang pendidikan dengan bidang kesahatan dalam meningkatkan kualitas IPM. Kalau masyarakat sakit, bagaimana mungkin mereka dapat mendorong pendidikan keluarganya. Jadi program pendidikan dan kesehatan, jelas akan menjadi kebijakan prioritas untuk diparipurnakan secara gratis.

Hal lain yang tak kalah pentingnya disini adalah kebijakan pada sektor pertanian dan mengakselerasi pembagunan infrastruktur pedesaan. Mangingat masyarakat kita pada umumnya berbasis pertanian. Sumber kehidupannya bertumpu  pada sektor agraris (pertanian –red), sehingga apa yang sudah menjadi kebijakan Bupati H Andi Mudzakkar pada sektor pertanian selama ini, itu tetap akan dipertahankan dan bahkan justru semakin dipertajam lagi agar kehidupan ekonomi masyarakat tani lebih meningkat.

Sedangkan dalam hal mengakselerasi pembangunan infrastruktur pedesaan, seperti pembangunan jalan poros Latimojong dan Bastem, serta Bastem Utara, itu juga akan menjadi prioritas utama.

Saya pikir dengan menambah anggaran operasional, termasuk menambah alat berat untuk mendukung alat berat yang sebelumnya sudah di tempatkan pada wilayah-wilayah kecamatan yang masih terisolasi di Kabupaten Luwu ini, dapat menjadi solusi dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan pada wilayah pengunungan tersebut.

Hal yang sama akan dilakukan pula pada wilayah kecamatan di Walmas yang berada di daerah pegunungan. Maka untuk mempercepat pembangunan infrasturuktur jalan pada wilayah pegunungan ini, juga akan ditempatkan alat berat.

Ya, adapun prioritas kebijakan saya apabila mendapat amanah untuk memimpin Luwu pada periode selanjutnya adalah mengakselerasi pembangnan infrastruktur jalan pada wilayah-wilayah kecamatan yang masih terisolir, khususnya pada kawasan daerah pegunungan. Kalau infrastuktur jalan pada wilayah-wilayah kecamatan di dataran rendah atau pesisir itukan, hanya tinggal dibenahi saja.

Jadi intinya disini Dinda, bahwa untuk meningkatkan IPM maka faktor pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat yang mesti menjadi prioritas kebijakan. Jadi salah satu program untuk mengairahkan kehidupan ekonomi rakyat adalah mengakselerasi pembangunan infrastruktur pedesaan.

Termasuk memprogramkan bermacam-macam bantuan kepada petani baik dalam bentuk sarana produksi maupun dalam bentuk alat-alat pertanian dari yang sifatnya teknologi tepat guna hingga yang modern (Alsintan -red) . Itu maksudnya, supaya ada margin yang diperoleh rakyat melaui sumber-sumber produksi pertaniannya.

Menyimak pemaparan Pak Haji tadi, soal mengakselerasi pembangunan infratruktur jalan pada wilayah-wilayah kecamatan di derah pegunungan. Lalu kenapa Pak Haji dengan jabatan yang sangat strategis sebagai Sekda, selama mendampingi Bupati H Andi Mudzakkar, justru Pak Haji tidak melakukan langkah seperti yang telah diuraikan tadi ?

Itu bukan domain kewenangan saya Dinda, sebab kebijakan seperti ini ada pada Pak Bupati. Mengingat posisi Sekda dalam birokrasi hanya berfungsi sebagai administrator pemerintahan daerah. Saya tidak mau masuk dalam ranah kebijakan publik yang bukan kewenangan saya.

Coba saja lihat Dinda, sudah berapa banyak Sekda yang tersangkut kasus korupsi, akibat memasuki ranah kebijakan publik yang bukan kewenangannya. Jika itu saya lakukan, berarti sama saja saya menjerumuskan diri ke dalam pusaran kasus korupsi.

Lain halnya apabila saya menjadi seorang bupati, maka saya akan lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur pedesaan, demi menggerakkan kehidupan ekonomi rakyat hingga di desa-desa terpencil sekalipun.

Jika nantinya Pak Haji maju pada Pilkada Luwu dengan posisi hanya sebagai calon 02 dan terpilih melalui perolehan suara terbanyak, lalu apakah program-program kebijakan tersebut akan dapat direalisasikan ?

Jika kita dapat mendalami sistem penyelenggaraan pemerintahan demokrasi, maka Bupati Dan Wakil Bupati adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam sistem pengambilan kebijakan publik. Meskipun Wakil Bupati, memiliki tugas-tugas khusus yang sudah diatur menurut ketentuan regulasi yang berlaku.

Makanya, saya sangat berharap agar dapat berpaket dengan figur yang memang memiliki komitmen kuat dalam memaknai prinsip-prinsip kehidupan demokrasi dalam sistem pengambilan kebijakan publik.

Posisi Wakil Bupati itukan, bukanlah semacam ban mobil reserep (ban cadangan- red) dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah. Akan tetapi menjadi partner dialog bagi bupati dalam membahas arah kebijakan publik, walaupun pada akhirnya yang menetapkan keputusannya adalah bupati.

Perlu pula saya jelaskan, bahwa terdapat beberapa kasus mengenai pecah kongsi antara bupati dan wakilnya, akibat tidak berjalannya prinsip-prinsip demokrasi dalam menyelenggarakan sistem pemeritahan daerah. Itu karena Wakil Bupati tidak memahami batas kewenangannya.

Sedangkan bupati di lain pihak, juga terkadang kurang mengefektifkan wakilnya sebagai partner dialog dalam merumuskan pengambilan kebijakan publik. Akibatnya hubungan antara bupati dan wakilnya, justru menjadi tidak harmonis, sehingga menimbulkan kontra produktif terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan itu sendiri.

Padahal kaidah-kaidah pemerintahan demokrasi adalah membuka ruang dialog untuk menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat aspiratif, akomodatif dan transparan, serta mampu berkontribusi untuk menciptakan kebijakan-kebijakan yang bersifat produktif bagi kemaslahatan hidup rakyat.

Begitulah beberapa petikan materi wawancara kami dengan Sekda Luwu, H Syaiful Alam yang dijawab secara lugas dan gamblang. Kadang pula diselingi dengan canda dan tawa dalam menghangatkan suasana malam yang semakin larut, hingga tak terasa jarum jam sudah memasuki waktu dini hari.

Namun jelasnya bahwa semakin mengalir dukungan aspirasi masyarakat dari berbagai penjuruh wilayah di jazirah Kabupaten Luwu ini, yang sangat mengharapkan agar Sekda Luwu tersebut maju dalam bursa kepemimpinan Luwu pada periode 2019-2024 mendatang. Semoga sukses, yah Pak Haji !!! Harapan dapat menjadi OASE bagi kepemimpinan Luwu pada periode berikutnya.

Penulis   : Ories Foxchy
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.