.

.

.

Selasa, 17 Oktober 2017

Lokasi Sekolah Sempit, SMP Negeri 9 Palopo Usulkan Pembebasan Lahan

Kepala SMP Negeri 9 Palopo, Usnaim Rulo, S.Pd
Usnaim Rulo : Tahun Ini Kami Juga Mengusulkan Rehab 3 RKB dan Pembangunan Jamban

PALOPO, Tabloid SAR- SMP Negeri 9 Palopo yang berada di Kelurahan Maroangin, Kecamatan Telluwanua adalah salah satu SMP Negeri di Kota Palopo yang lahannya tergolong paling sempit atau kurang luas.

Pasalnya, lahan sekolah tersebut kurang dari 1 hektar, luasnya cuma sekitar 6.000 meter persegi. Padahal sekolah ini, mempunyai 630 siswa yang setiap tingkatan kelasnya (Kelas VII, VIII & IX) masing-masing menggunakan 6 ruang belajar (Rumbel). Jadi total Rumbel yang digunakan oleh siswa SMP Negeri 9 Palopo sebanyak 18 Rumbel.

Lokasi sekolah ini, memang tergolong sempit karena baru untuk kebutuhan pembangunan 18 ruang kelas belajar (RKB) atau Rumbel, lahannya sudah sangat padat. Belum lagi kebutuhan lahan untuk bangunan berupa kantor sekolah, ruangan guru, laboratorium IPA dan komputer, termasuk perpustakaan.

Kondisi demikian, membuat pihak sekolah mengajukan usulan kepada Dinas Pendidikan Kota Palopo untuk membebaskan lahan kosong yang berada tepat di belakang sekolah tersebut.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala SMP Negeri 9 Palopo, Usnaim Rulo, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/10/2017) siang.

“Usulan pembebasan lahan yang masih kosong di belakang sekolah ini, sudah diajukan dalam Musrembang tingkat kelurahan, kecamatan dan kota. Insyah Allah tahun depan dapat direalisasikan oleh dinas terkait,” kata Usnaim.

Ia menjelaskan bahwa karena sempitnya lokasi sekolah, sehingga mengalami kesulitan untuk membangun beberapa ruangan yang sangat dibutuhkan sekolah, seperti lab komputer dan IPA.

Sehingga sebelum dilakukan pembebasan lahan untuk menambah lokasi sekolah tersebut, pihak sekolah hanya mengusulkan rehab RKB.

“Karena lahan kami sempit, selama ini kami hanya mengusulkan rehab RKB, tahun lalu kami usulkan rehabilitasi 9 RKB namun baru 3 RKB yang direalisasikan. Maka tahun ini kami usulkan lagi rehabilitasi 3 RKB dan pembuatan jamban atau WC 3 pintu,” jelas Usnaim.

Lebih lanjut, Kepala SMP Negeri 9 Palopo ini, menerangkan bahwa selama 2 tahun terakhir pihaknya juga mengusulkan pemagaran sekolah yang dinahkodainya.

“Dua tahun terakhir kami mengusulkan pemagaran sekolah dan Alhamdulillah mulai tahun 2016 lalu secara berturut-turut sekolah kami mendapat anggaran untuk membangun pagar,” ujar Usnaim.

Kendati demikian, hingga kini masih ada sekitar 200 meter sisi sekolah tersebut yang belum dipagar, karena pada tahun 2016 lalu sekolah ini hanya mendapat anggaran pemagaran sepanjang 54 meter dan tahun ini (2017) mendapat anggaran pemagaran sepanjang 138 meter.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.