.

.

.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Pekan Depan SMP Negeri 4 Lamasi Mulai Fungsikan 3 RKB Yang Baru Selesai Direhab

Logo Tut Wuri Handayani
SMP Negeri 4 Lamasi Belum Memiliki Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen

LUWU, Tabloid SAR- Kepala SMP Negeri 4 Lamasi, Umar Syaid, SPd, menyatakan bahwa mulai pekan depan (Senin, 16 Oktober 2017) pihaknya akan memfungsikan 3 ruang kelas belajar (RKB) yang baru selesai direhab pada bulan September 2017 lalu.

“Pekan depan, 3 RKB di sekolah kami ini, yang baru saja selesai direhab pada September bulan lalu, akan kami fungsikan sebagai ruang belajar siswa (Rumbel),” kata Umar saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/10/2017) siang.

Ia menjelaskan bahwa sumber anggaran untuk merehab 3 RKB di sekolah yang dinahkodainya itu, berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2017.

“Anggarannya lebih dari  Rp 200 juta, untuk merehab 3 RKB itu. Sumbernya dari DAK 2017,” jelas Umar.

Menurutnya, proses rehab 3 RKB tersebut berlangsung selama 3 bulan, mulai Juni 2017  hingga September 2017 lalu.

“Waktu pelaksanaan kegiatannya sekitar 3 bulan, mulai Juni hingga September 2017 kemarin,” ujar Kepala SMP Negeri 4 Lamasi tersebut.

Selain itu, Umar juga menjelaskan bahwa proses rehabilitasi 3 RKB di sekolah yang dinahkodainya itu, dikerjakan secara swakelolah oleh Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) SMP Negeri 4 Lamasi.

Mantan Wakil Kepala SMP Negeri 4 Lamasi ini, menuturkan pula jika sekolah tersebut baru pertama kali mendapat bantuan rehab RKB sejak dibangun sepuluh tahun silam (2006).

“Sejak sekolah ini dibangun 10 tahun lalu, baru pertama kalinya mendapatkan bantuan rehab,” tutur Umar sembari mengatakan bahwa SMP Negeri 4 Lamasi masih membutuhkan sejumlah RKB-nya untuk direhab, termasuk laboratorium Ilmu Pengetahua Alam (IPA) SMP yang berada di Jalan Poros Desa Salujambu, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulsel tersebut.

Untuk diketahui, jumlah peserta didik SMP Negeri 4 Lamasi sebanyak 134 siswa, menggunakan 6 Rumbel dengan rasio setiap tingkatan kelas dibagi dalam 2 Rumbel.

Sekolah ini, masih kekurangan guru defenitif atau guru tetap yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya, dari 20 tenaga pendidik di sekolah tersebut, baru 8 orang diantaranya berstatus PNS dan 12 lainnya masih merupakan tenaga sukarela.

Sekolah yang mulai menammatkan siswanya sejak tahun 2009 tersebut, hingga kini belum memiliki tenaga pengajar (guru) mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Padahal di sekolah ini, ada sekitar 30 persen siswanya beragama Kristen.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok   



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.