.

.

.

Selasa, 03 Oktober 2017

SDN Pabuntang Pengadaan Buku Pengayaan dan Keluhkan Penambahan Rumbel

Kepala SDN No 256 Pabuntang, Aris AK, SP.d
LUWU, Tabloid SAR- Guna memenuhi kebutuhan siswa-siswinya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 256 Pabutang yang berada di Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pengadaan buku pengayaan.

Menurut Kepala SDN No 256 Pabuntang, Aris AK, SPd, baru-baru ini sekolah yang dinahkodainya, pengadaan ratusan paket buku pengayaan untuk siswa-siswinya dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2017 sebanyak Rp 54.400.000.

“Ratusan paket buku pengayaan ini, diperuntukkan bagi seluruh anak didik kami di sekolah ini,” ujar Aris saat ditemui diruan kerjanya, Selasa (3/10/2017).

Ia menambahkan bahwa buku pengayaan tersebut, untuk semua mata pelajaran, kecuali buku agama.

“Bukunya terdiri dari semua mata pelajaran, kecuali buku pendidikan agama karena pengadaan buku tersebut harus melalui Departemen Agama,” jelas Aris.

Aris menerangkan buku-buku pengayaan itu, nantinya akan dimasukkan ke perpustakaan sekolah.

“Bukunya harus disimpan di perpustakaan dan akan dikelola oleh staf perpustakaan sekolah. Para siswa nantinya, dapat meminjam buku-buku tersebut paling lama dua hari untuk satu buku, jika mau dipelajarinya,” kata Aris.

Selain menjelaskan tentang pengadaan buku pengayaan di sekolah yang dinahkodainya, Kepala SDN No 256 Pabuntang juga mengungkapkan kurangnya ruang belajar (Rumbel) bagi peserta didiknya.

“Sekolah kami di sini  sangat kekurangan Rumbel, pasalnya sekolah ini cuma memiliki 10 Rumbel sementara siswanya sebanyak 395 orang. Pada hal Jika mengacu pada regulasi yang mengatur jumlah pelajar dalam setiap Rumbel minimal 25 dan maksimal 32 orang,” terang Aris dengan rada curhat.

Lanjut Aris menerangkan, karena faktor kekurangan Rumbel itulah, membuat kami di sekolah ini mengambil keputusan bersama untuk membagi dua kelompok siswanya, untuk setiap kelas.

“Jadi kelasnya kami bagi menjadi dua kelompok, ada yang masuk pagi belajar mulai pukul 07.30 hingga 12.05 WITA dan kelompok siang masuk dari pukul 13.00 hingga 17.00 WITA sore,” tuturnya.

Lebih lanjut Kepala SDN No 256 Pabuntang mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengusulkan agar sekolah yang dinahkodainya ditambah enam Rumbelnya oleh stakeholder terkait.

“Setiap bulan kami rutin memasukkan laporan keadaan sekolah berdasarkan kuisioner atau form dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, tapi semua fakta yang kami masukkan kedalam laporan itu, sepertinya diabaikan. Jadi saya heran untuk apa laporan itu diminta oleh mereka,” ketus Aris dengan rasa kecewa.

Aris juga menerangkan bahwa pihaknya telah berulang kali mengusulkan penambahan Rumbel di sekolah yang dipimpinnya, namun hingga kini usulan tersebut belum juga membuahkan hasil.

“Saya juga heran, kenapa pihak terkait tidak pernah mengakomodir usulan kami dari sekolah ini, terkait penambahan Rumbel. Pada hal usulan itu berdasarkan kebutuhan mendesak dan tidak berdasar keinginan,” tandas Aris kesal.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.