.

.

.

Kamis, 20 Desember 2018

Bupati Lutim Musnahkan Belasan Ribu KTP Milik Warganya, Ada Apa?

Bupati Lutim HM Thoriq Husler bersama Ketua DPRD Lutim H Amran Syam, memusnakan KTP milik warga Kabupaten Lutim dengan cara dibakar di halaman Kantor Disdukcapil Lutim, Kamis (20/12/2018)

LUTIM, Taloid SAR – Bupati Luwu Timur (Lutim), HM Thoriq Husler bersama Ketua DPRD Lutim, H Amran Syam dan Perwira Penghubung Kabupaten Lutim, Mayor Inf. Suparman, memusnakan belasan ribu Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik warga Lutim.

Pemusnahan KTP tersebut, berlangsung di halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lutim, Kamis (20/12/2018) pagi.

KTP yang dimusnakan kali ini sebanyak 18.796 keping, terdiri dari 2.472 KTP non elektronik dan 16.324 KTP berbasis elektronik (e-KTP).


Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan KTP oleh sejumlah pihak terkait, yakni Bupati Lutim HM Thoriq Husler, Ketua DPRD Lutim H Amran Syam dan Plt. Kepala Disdukcapil Lutim Oksen Bija, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Lutim.

Penandatanganan Berita Acara tersebut, disaksikan langsung oleh Perwira Penghubung Kabupaten Lutim, Mayor Inf. Suparman bersama jajaran Polres Lutim, Bawaslu Lutim, dan KPUD Lutim.

Dalam kesempatan ini, Bupati Lutim menerangkan bahwa pemusnahan belasan ribu KTP milik warga Lutim tersebut, dilaksanakanan berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, Nomor : 470 Tahun 2018 tentang Penatausahaan KTP Rusak atau Invalid.

“Untuk diketahui, pemusnahan KTP yang rusak maupun invalid ini kita lakukan berdasarkan intruksi Mendagri. Karena sebelumnya Kemendagri, telah menginstruksikan agar e-KTP yang rusak atau tidak berlaku lagi agar segera dimusnahkan dengan cara dibakar. Instruksi itu, dibuat untuk menghindari penyalahgunaan KTP bekas jika e-KTP yang rusak jika hanya digunting atau dipotong,” terang Husler ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan.


Sementara Plt. Disdukcapil Lutim, Oksen Bija dalam laporannya mengatakan bahwa KTP yang dimusnahkan saat itu, merupakan hasil penarikan dari kantor kecamatan se-Kabupaten Lutim dan dari Disdukcapil Lutim.

“KTP tersebut, ditarik dari warga Lutim oleh jajaran pemerintah pada tingkat kecamatan se-Kabupaten Lutim dan oleh pegawai Disdukcapil Lutim. Karena pada TKP itu terjadi perubahan elemen data, seperti perubahan status dari belum kawin menjadi sudah kawin, pindah alamat dan adanya peristiwa pindah penduduk, serta adanya kerusakan e-KTP misalnya jika elemen data e-KTP berubah menjadi buram atau tidak dapat terbaca secara jelas,” kata Oksen.

“KTP yang kita tarik dari warga karena adanya perubahan status perkawinan maupun pindah wilayah atau karena buram, kita tarik kemudian diganti dengan yang baru. KTP yang lama kita tarik dan itulah yang akan kita musnahkan hari ini,” pungkasnya.

Editor : William Marthom



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.