.

.

.

Minggu, 23 Desember 2018

Ingin Wujudkan Wilayah Kota Tanpa Kawasan Kumuh, Pemkab Torut Gelar “Pelatihan Program Kotaku”


Dari kiri kekanan, Ketua Panitia Pelatihan Program Kotaku Pdt. Yan Kole S.Th, Bupati Torut DR. Kalatiku Paembonan M.Si, Kadis Perkimtan Kabupaten Torut Ir. Daniel Tandi M.Si, dan Narasumber Pelatihan Yohanis Palulun.
TORAJA, Tabloid SAR – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui  Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya terus berupaya untuk mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, khususnya dalam pencapaian 100 persen akses air minum, 0 persen bebas kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi.

Dalam rangka pencapaian RPJMN tersebut, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Kementrian PUPR, menyusun sebuah upaya strategis penanganan kawasan kumuh perkotaan di Indonesia yang disebut dengan nama Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Mengingat keberhasilan pelaksanaan Program Kotaku sebagaimana yang disusun oleh Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Kementrian PUPR, sangat ditentukan oleh peran Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Pemkab Torut), serta partisipasi masyarakat dan sinergi bersama dengan seluruh pihak terkait.

Maka Pemkab Torut melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Torut, menggelar Pelatihan Program Kotaku, khusus bagi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Lurah, Kepala Lembang (Kades- red) dan Camat se-Kecamatan Rantepao dan Tallunglipu.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Bupati Torut, DR. Kalatiku Paembonan MSi, saat menghadiri acara pembukaan Pelatihan Program Kotaku di Ruang Pola Kantor Bupati Torut, Jumat (21/12/2018) pagi.


Menurut Bupati Torut, Pelatihan Program Kotaku dilaksanakan sebagai upaya untuk membangun mindset atau pola pikir yang sama bagi seluruh BKM, Lurah, Kepala Lembang dan Camat se-Kecamatan Rantepao dan Tallunglipu.

“Pelatihan ini, kita laksanakan sebagai upaya untuk membangun mindset yang sama mengenai pelaksanaan Program Kotaku di Kabupaten Torut. Sebab untuk mewujudkan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang merupakan strategi penanganan kawasan kumuh perkotaan di Indonesia maupun di Kabupaten Torut, maka program itu harus disosialisasikan dan harus pula dipahami secara bersama oleh semua pihak terkait,” kata Kalatiku.

Selain itu, Kalatiku menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Kotaku di Kabupaten Torut harus pula dilakukan berdasarkan claster (gugus- red).

“Karena Program Kotaku harus dilaksanakan secara focus, tuntas dan berkesinambungan maka dalam pelatihan ini, kami hanya melibatkan BKM, Lurah, Kepala Lembang dan Camat se-Kecamatan Rantepao dan Tallunglipu. Sebab wilayah claster Kecamatan Rantepao dan Tallunglipu adalah kawasan perkotaan yang merupakan sentra perkantoran dan sentra perekonomian di Kabupaten Torut. Apa lagi wilayah Kecamatan Rantepao merupakan Ibukota Kabupaten Torut,” jelasnya.   

Ia menambahkan bahwa itu sebabnya dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Torut, hanya 2 kecamatan diantaranya, yakni Rantepao dan Tallunglipu menjadi skala prioritas pelaksanaan Program Kotaku.

“Karena dalam pelaksanaan Program Kotaku di Kabupaten Torut, hanya Kecamatan Rantepao dan Tallunglipu yang akan menjadi focus kita. Sehingga seluruh BKM, Lurah, Kepala Lembang dan Camat dari kedua kecamatan itu yang kita berikan pelatihan saat ini,” kunci Kalatiku.


Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Perkimtan Kabupaten Torut, Ir. Daniel Tandi MSi, ketika membawakan materinya selaku salah satu nara sumber dalam pelatihan tersebut, mengatakan bahwa upaya peningkatan kualitas pemukiman kumuh adalah tanggung jawab bersama.

“Masalah penanggulangan daerah pemukiman kumuh adalah tanggung jawab semua pihak. Jadi peningkatan kualitas pemukiman kumuh merupakan kewajiban seluruh stakeholder terkait, baik itu pihak pemerintah maupun swasta atau pengusaha dan masyarakat. Sehingga kolaborasi semua pihak harus dimulai dari tahap perencanaan, pelaksaan, monitoring dan evaluasi (monev), hingga keberlanjutan program,” ujar Daniel.

Dalam kesempatan ini, mantan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian & Pengembangan Daerah (Bapenlitbangda) Kabupaten Torut itu, juga menerangkan strategi percepatan penanggulangan kawasan kumuh.

“Pendekatan penanganan kawasan kumuh harus terfokus dan tuntas. Sebab daerah kita sangat luas, sehingga kita harus menentukan claster wilayah kumuh yang akan kita prioritaskan secara focus hingga tuntas,” terang Daniel.

“Penanganan kawasan kumuh secara konprenship juga sangat penting, yakni harus pula mendapat dukungan infrastruktur dan kesadaran sosial masyarakat di lingkungan tersebut,” sambungnya.   


Untuk diketahui, Pelatihan Program Kotaku yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Torut akan berlangsung selama dua hari, yakni mulai Jumat (21/12/2018) pagi hingga Sabtu (22/12/2018) siang.

Pelatihan ini, merupakan salah satu upaya Pemkab Torut dalam menata wilayah Kecamatan Rantepao dan Tallunglipu guna mewujudkan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kabupaten Torut.

Pemkab Torut dalam kegiatan ini, menghadirkan sejumlah fasilitator atau narasumber dengan dihadiri oleh 18 BKM, 15 Lurah, 3 Kepala Lembang (Kades- red), serta 2 Camat se-Kecamatan Rantepao dan Tallunglipu.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumlah Pembaca

.

.