.

.

.

Jumat, 14 Desember 2018

Kades Pantilang Terus Mendorong Pembangunan Infrastruktur di Desanya

Kades Pantilang, Santa Manik, SE

#DauMacapak !!! Santa Manik Membangun Desa Pantilang, Hanya Bermodalkan Kacamata, Topi Koboi dan Sepatu Boots

LUWU, Tabloid SAR – Pantilang adalah salah satu desa yang berada di daerah terpencil pada kawasan pegunungan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Namun meski berada di wilayah bagian pelosok, Desa Pantilang merupakan Ibukota Kecamatan Basse Sangtempe Utara (Bastura).

Menariknya sebab dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Desa Pantilang dipimpin oleh seorang kepala desa (Kades) yang cantik bernama Santa Manik.

Di bawah kepemimpinan Santa Manik, kemajuan pembangunan infrastruktur di Desa Pantilang, semakin nampak dan nyata. Seperti halnya dalam membuat wajah pusat Pemerintahan Kecamatan Bastura, menjadi gemerlap bermandikan cahaya pada waktu malam hari dengan penerangan listrik menggunakan solar cell atau panel surya yang mengkonversi energy dari cahaya matahari menjadi energy listrik.

Hal itu dapat dilakukan oleh Kades Pantilang, karena dirinya mampu memanfaatkan anggaran pembangunan infrastruktur pedesaan yang bersumber dari Dana Desa, selama tiga tahun berturut-turut.
Baliho transparansi APBDes Desa Pantilang Tahun Anggaran 2018 terpampang pada tempat yang muda dilihat oleh masyarakat.
Selain itu, Santa Manik juga dikenal dengan kepiawaiannya mengurus anggaran pembangunan dari pemerintah daerah Kabupaten Luwu sebagai upaya untuk lebih mengakselerasi pembangunan di desanya.

Alhasil, jalan poros Desa Pantilang dibangun dengan konstruksi rabat beton yang dilengkapi dengan sarana pendukung berupa drainase agar jalan penghubung antar desa tersebut tidak cepat rusak akibat derasnya luberan air hujan. Bahkan pada sisi jalan itu juga sudah dilengkapi dengan lampu-lampu penerang jalan pada sejumlah titik.

Termasuk membangun jalan antar dusun beserta plat dekkernya sehingga jalan tersebut, sudah dapat dilalui kendaraan roda dua (sepeda motor) dan roda empat (mobil). Sehingga warga Desa Pantilang sudah jarang ditemui memikul barang-barang kebutuhan mereka ke rumahnya masing-masing.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2018 ini, Desa Pantilang kembali memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (ABPDes)-nya sebesar Rp 1.273.396.700. APBDes TA 2018 tersebut, bersumber dari Dana Desa sebanyak Rp 929.633.000 dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 339.210.000, serta Bagi Hasil Pajak Daerah dan Bagi Hasil Retribusi Daerah (BHPD & BHRD) sejumlah Rp 10.553.700.
Kades Pantilang, Santa Manik ikut membantu warganya yang sedang mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur di desanya, ketika turun ke lokasi pembangunan memantau dan melakukan pengawasan.
Menurut Kades Pantilang, Santa Manik bahwa APBDes TA 2018 itu, digunakan sesuai dengan peruntukannya.

“Pemanfaatan khusus ADD, serta BHPD & BHRD itu kami gunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa, seperti membayar gaji atau tunjangan para aparat desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” ujar Santa Manik kepada wartawan Tabloid SAR ketika ditemui, Jumat (14/12/2018) pagi.

Kades beparas cantik yang kenal peramah tersebut, menambahkan bahwa selain digunakan membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa, ADD maupun BHPD & BHRD juga dimanfaatkan untuk membiayai pelayanan pemerintahan di desanya.

“Termasuk dianggarkan untuk program kemasyarakatan dan kegiatan lain sesuai petunjuk teknis (Jutnis),-nya,” sebutnya.

Sedangkan pengelolaan keuangan Dana Desa, penggunaannya dititik beratkan pada pembangunan infrastruktur desa, seperti pembuatan drainase dan pengerasan jalan desa.

“Jadi pemanfaatan Dana Desa kami dalam Tahun Anggaran 2018 ini, lebih diprioritaskan untuk pembangunan infrastuktur desa, dan sebagian kami alokasikan untuk program pemberdayaan dan penyertaan modal BUMDes (Badan Usaha Milik Desa),” urainya.
 
Kades Pantilang, Santa Manik mengenakan topi koboi dan kaca mata, serta sepatu boots pada saat turun memantau warganya yang sedang mengerjakan proyek pembangunan di desanya.
Lebih lanjut Kades Pantilang tersebut, menjelaskan bahwa semua sumber dana yang tercantum dalam struktur APBDes TA 2018 di Desa Pantilang, sepenuhnya dikelola sesuai dengan mekanisme pertanggungjawaban yang bersifat transparan dan akuntabel sesuai Jutnisnya.

“Pada prinsifnya, pemanfaatan seluruh anggaran yang tercantum dalam APBDes kami, semua dikelola berdasarkan mekanisme dan Jutnisnya. Termasuk dalam hal pertanggungjawabannya yang harus ditransparansikan dan akuntabel,” jelasnya.

Melalui kesempatan ini, Kades Pantilang juga menerangkan bahwa dalam rangka mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Desa Pantilang yang ia nahkodai, maka pihaknya juga selalu mengupayakan agar desanya mendapat alokasi pembangunan sejumlah infrastruktur yang anggaran pembangunannya dibiayai APBD Kabupaten Luwu.

“Karena ADD dan Dana Desa, masih sangat terbatas jika kita bicara soal kebutuhan infrastruktur di Desa Pantilang yang harus digenjot pembangunannya. Maka sejak terpilih menjadi Kades Pantilang, saya selalu intens melakukan komunikasi dan loby-loby kepada para pemangku kebijakan pada tingkat kabupaten, agar desa kami bisa mendapat alokasi anggaran yang bersumber dari APBD,” terang Santa Manik seraya mengatakan bahwa pihaknya bersyukur karena selama tiga tahun terakhir, Desa Pantilang selalu mendapat proyek dari pemerintah daerah.
Kades Patilang, Santa Manik membantu warganya mengaduk campuran saat turun memantau dan mengawasi proyek pembangunan di desanya,
Lalu ia menambahkan jika dirinya membangun Desa Pantilang, hanya bermodalkan kacamata, topi koboi dan sepatu boots (laras- red).

“Jadi itu modal utama saya setiap turun memantau dan mengawasi proses pekerjaan pembangunan fisik di desa ini. Makanya saya selalu berkata kepada buruh dan tukang yang bekerja di lapangan, ‘#DauMacapak !!! (jangan tak kabur- red)’ sebab saya harus turun mengawasi untuk memastikan kualitas dan mutu pelaksanaan pembangunan agar sesuai dengan bestek,” kunci Santa Manik dengan berseloroh.

Untuk diketahui, Dana Desa TA 2018 di Desa Pantilang, Kecamatan Bastura, Kabupaten Luwu, tahun ini digunakan untuk membiayai dua jenis kegiatan fisik berupa pembangunan drainase dengan biaya sebesar Rp 663.910.000 dan kegiatan pengerasan jalan yang anggarannya sebanyak Rp. 188.172.900.

Diketahui pula, berdasarkan keterangan sejumlah warga menyebutkan bahwa Kades Pantilang, Santa Manik ketika turun kelokasi proyek pembangunan fisik melakukan pemantauan dan pengawasan. Kades berparas cantik tersebut, juga sering terjun membantu warga dan tukang yang berkerja untuk memotivasi mereka agar selalu bersemangat membangun desanya.

Penulis   : Ories
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.