.

.

.

Selasa, 15 Januari 2019

Dua Tahun Jadi Camat, Darsan Dappy Berhasil Redam Konflik di Kecamatan Telluwanua

Camat Telluwanua, Darsan Dappy, ST, MM

PALOPO, Tabloid SAR – Hampir seluruh elemen masyarakat Kota Palopo dan daerah sekitarnya di Sulawesi Selatan (Sulsel), tahu bahwa salah satu wilayah kecamatan di Kota Palopo yang paling rawan konflik adalah Kecamatan Telluwanua.

Namun sejak awal tahun 2018, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulsel, tidak lagi menjadi daerah zona merah yang rawan konflik.

Pasalnya, Darsan Dappy berhasil meredam konflik berkepanjangan di daerah tersebut, sejak ia dilantik sebagai Camat Telluwanua.


Sebelumnya di Wilayah Kecamatan Telluwanua, khususnya di Kelurahan Mancani dan Kelurahan Pentojangan, sering terjadi konflik antar kelompok pemuda.

Tapi kondisi demikian sudah tidak lagi ditemui di Wilayah Kecamatan Telluwanua, semenjak Darsan menjadi camat di daerah tersebut.

Menurut Darsan, sejak dirinya dipercayakan dan dilantik menjadi Camat Telluwanua oleh Walikota Palopo, HM Judas Amir pada awal Januari 2017 lalu, ia merasa bahwa jabatan yang dipercayakan kepada dirinya saat itu adalah sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Maka sejak saat itu, saya selalu meminta petunjuk dan saran dari Pak Walikota, terkait apa yang dapat saya lakukan untuk bisa meredam konflik yang sering terjadi di Wilayah Kecamatan Telluwanua,” kata Darsan saat ditemui di Kantor Kecamatan Telluwanua, Selasa (15/1/2019) siang tadi.


Darsan menuturkan, berdasarkan petunjuk dan saran Walikota Palopo, dirinya kemudian mulai mengidentifikasi akar persoalan yang melatar belakangi terjadinya sejumlah konflik di Telluwanua.

Ia menambahkan, pihaknya intens melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kecamatan Telluwanu. Koordinasi itu dilakukan secara formal maupun informal.

“Awalnya saya koordinasi dengan Pak Kapolsek Telluwanua dan Pak Dandramil Palopo. Setelah itu, saya koordinasi juga dengan para lurah se-Kecamatan Telluwanua untuk merumuskan bersama metode atau cara untuk bisa meredam konfik berkepanjangan yang ada di Telluwanua,” jelas Darsan.

Dalam koordinasi itu, kami sepakat untuk melakukan pendekatan-pendekatan persuasif, emosional, rasional dan pendekatan fungsional kepada masyarakat Telluwanua mulai dari individu-individu hingga kelompok. Sehingga kami mulai pendekatan dengan beragam pendekatan tersebut, mulai dari mendekati para Ketua RT/RW, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan hingga para tokoh pemuda, tambahnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua KNPI Kota Palopo ini menerangkan, metode yang sama juga dimassifkan oleh Dandramil Palopo bersama seluruh Babhinsa yang bertugas di Wilayah Kecamatan Telluwanua.

“Pak Dandramil bersama para Babhinsa juga menerapkan metode yang berfariasi seperti yang kami terapkan. Begitu juga dengan Pak Kapolsek Telluwanua bersama Babhinkamtibmas sehingga warga dan para tokohnya yang kami dekati, mulai terbiasa berkomunikasi secara dialogis,” terang mantan Lurah Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo tersebut.


Dengan peran aktif Babinsa dan Babinkantibmas ini, masyarakat mulai sadar bahwa pemerintah bersama TNI – POLRI sangat menghargai dan mengharapkan pastisipasi mereka untuk menjaga dan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan terkendali.

Selain itu, mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Mungkajang yangdikenal humoris ini, juga menjelaskan bahwa dengan beragam metode pendekatan yang instens dilakukan terhadap masyarakat Telluwanua dan para tokohnya, hampir seluruh komponen masyarakat di Kecamatan Telluwanua kemudian sadar bahwa mereka bukan hanya wajib menjaga Kamtibmas, tetapi juga wajib ikut serta dalam pembangun wilayah Telluwanua.

“Jika sebuah daerah rawan konflik, bagaimana mungkin kita selaku pemerintah bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan bagaimana pula dapat berkonsentrasi memikirkan agar wilayah Telluwanua bisa dibangun sebaik mungkin dan secepatnya,” jelas Darsan dengan rada bertanya.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (PB-IPMIL) Raya itu, mengungkapkan, pihaknya juga menggandeng Kementraian Agama (Kemenag) Kota Palopo untuk melakukan safari Jumat di berbagai masjid yang ada di Kecamatan Telluwanua.


“Dalam ibadah Shalat Jumat itu, ceramah berisi pembinaan dan seruan moral agar jamaah sadar untuk menjaga Kamtibmas di wilayah Kecamatan Telluwanua maupun di lingkungan lainnya,” ungkap Darsan.

“Pada bagian akhir ceramah atau sambutan kami, baik di masjid-masjid maupun di tempat-tempat berlangsungnya pesta syukuran atau acara kematian, kami selalu mengakhirinya dengan seruan meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas agar pemerintah lebih leluasa melayani dan bisa fokus membangun Telluwanua,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Camat Telluwanua mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada seluruh komponen masyarakat dan semua pihak yang telah berupaya menjaga Kamtibmas di wilayah Kecamatan Telluwanua.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menjaga Kamtibmas di Telluwanua sehingga semua bisa aman dan terkendali saat ini. Terima kasih juga kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Palopo yang begitu memperhatikan pembangunan di berbagai sektor di Kecamatan Telluwanua,” tandasnya.

Untuk diketahui, Darsan Dappy dilantik sebagai Camat Telluwanua pada 9 Januari 2017 di Lapangan Pancasila Palopo dan proses serah terima jabatan (Sertijab) dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Telluwanua, 19 Januari 2019. Darsan telah menjabat selama dua tahun sebagai Camat Telluwanua saat ini.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Irwandi Djumadin
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.