.

.

.

Jumat, 11 Januari 2019

Penyebab Kebakaran Gedung FEBI Kampus IAIN Palopo Belum Diketahui, Polda Sulsel Turunkan Tim Labfor


Gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo di Jl. Agatis Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo, terbakar bagian atas dan atapnya, Senin (7/1/2019) pagi. [Foto : T.SAR - Arizal Ilyas]
AKBP Kartono : “Kami butuh waktu selama seminggu untuk penyelidikan barang bukti, guna mengetahui hasil penyebab dari kebakaran gedung itu”.

PALOPO, Tabloid SAR – Gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo yang masih dalam tahap pembangunan di Jl. Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang terbakar pada Senin (7/1/2019) pagi sekitar pukul 08.30 WITA, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Kendati jajaran Polres Palopo yang terjun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) saat si jago merah masih tengah melalap bagian atas bangunan dan atap gedung baru FEBI IAIN Palopo saat itu, langsung melakukan olah TKP dalam rangka penyelidikan lebih lanjut. Namun hingga saat ini, penyidik Polres Palopo belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab kebakaran bangunan berlantai tiga tersebut.

Guna mengetahui penyebab kebakaran bangunan yang volumenya baru 80 persen dikerjakan itu, Polda Sulsel menurunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) yang terdiri dari 4 personil handal. Tim Labfor Polda Sulsel tersebut, dipimpin langsung oleh AKBP Kartono.

Tim Labfor Polda Sulsel didampingi Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Palopo, ketika melakukan oleh TKP di gedung baru FEBI IAIN Palopo yang terbakar hangus pada bagian atas dan atapnya itu, Kamis (10/1/2019) pagi.

Proses olah TKP yang dilakukan oleh Tim Gabungan Polri (Tim Labfor Polda Sulsel dan Tim Inafis Polres Palopo) di gedung baru FEBI IAIN Palopo yang dibangun diatas lahan seluas 3 hektar tersebut, belangsung sekitar 6 jam lamanya.

Tim Gabungan tersebut, melakukan pemeriksaan secara teliti pada sejumlah titik di TKP yang dinilai dapat dijadikan sebagai petunjuk untuk mengungkap penyebab kebakaran gedung baru FEBI IAIN Palopo itu. Mereka mengambil sejumlah barang bukti, seperti plastik, dan aluminium foil di TKP.
Tim Labfor Polda Sulsel bersama Tim Inafis Polres Palopo, melakukan olah TKP pasca terbakarnya gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo di Jl. Agatis Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Kamis (10/1/2019) pagi. [Foto : T.SAR - Echa]
Menurut AKBP Kartono dari Tim Labfor Polda Sulsel, pihaknya telah mengambil sejumlah barang bukti di TKP seperti plastik, dan aluminium foil untuk diperiksa di Labfor Polda Sulsel.

“Tim kami telah melakukan olah TKP dengan melakukan pemeriksaan secara teliti di lokasi kebakaran itu. Kami juga mengambil sejumlah barang bukti yang selanjutnya akan kami selidiki. Untuk hasilnya nanti, kami masih menunggu hasil pemeriksaan akhir di Labfor Polda Sulsel, guna menyimpulkan penyebab kebakaran gedung tersebut,” kata Kartono.

Kendati demikian Kartono, mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran gedung baru FEBI IAIN Palopo tersebut.

“Kami butuh waktu selama seminggu untuk penyelidikan barang bukti ini, guna mengetahui hasil penyebab dari kebakaran gedung itu,” tandasnya.

Untuk diketahui, pembangunan gedung baru FEBI IAIN Palopo yang dilalap api pada pekan kedua Januari 2019 itu, menghabiskan anggaran bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2018 sebanyak Rp 22.444.927.000.

Besarnya anggaran digelontorkan untuk pembangunan gedung baru yang dikerjakan oleh PT. Bangun Bumi Indah tersebut, menimbulkan sejumlah asumsi dari ruang publik terkait penyebab kebakaran yang masih misteri itu.

Beruntung dalam peristiwa kebakaran ini, petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Palopo, dalam waktu singkat berhasil memadamkan api setelah menerjunkan 8 unit armadanya. Sehingga api tidak menjalar pada bagian lain bangunan. Si jago merah hanya melalap bagian atas dan atap bangunan berlantai tiga tersebut.

Meski kobaran api sempat membuat panik para pekerja bangunan dan warga sekitar lokasi pembangunan gedung baru FEBI IAIN Palopo tersebut, namun peristiwa kebakaran ini tidak menelan korban jiwa. Tapi mengakibatkan kerugian materil yang diperkirakan mencapai nilai hingga ratusan juta rupiah.

Diketahui pula, masa pelaksanaan proyek tersebut selama 140 hari kerja sesuai dengan kontrak kerja yang ditandatangani oleh PT. Bangun Bumi Indah selaku rekanan dan PT. Elsadai Servo Cons selaku konsultan pengawas bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan gedung baru FEBI IAIN Palopo pada pertengahan tahun 2018 lalu.

Namun hingga akhir Desember 2018, proyek yang menelan anggaran APBN TA.2018 sebesar Rp 22,444 milliar itu, belum juga rampung 100 persen. Pihak rekanan baru mampu menyelesaikan volume pekerjaannya sekitar 80 persen.

Masa kerja proyek tersebut, telah habis dan sudah menyeberang ketahun 2019. Beruntung pihak rekanan masih diberikan kesempatan selama 90 hari kerja sesuai perpanjangan kontrak untuk menyelesaikan proyek itu, secara keseluruhan yang meliputi pembangunan gedung RKB, gedung fakultas, pagar dan pintu gerbang.

Publik berharap jajaran Polri dapat segera mengungkap penyebab kebakaran gedung baru FEBI IAIN Palopo tersebut, setelah Tim Gabungan Polri yang terdiri dari Tim Labfor Polda Sulsel dan Tim Inafis Polres Palopo melakukan olah TKP dan penyelidikan.

Penulis   : Tim Lipsus
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.