.

.

.

Minggu, 13 Januari 2019

Puluhan Hektar Sawah Kekeringan Akibat Pembangunan Bendungan Baliase di Lutra, Petani Gelar Aksi Unjukrasa

Sungai Baliase dibendung puluhan hektar sawah kekeringan, Koalisi Masyarakat Petani Desa Mappedeceng gelar aksi unjukrasa di Jalan Trans Sulawesi, Sabtu (12/1/2019) pagi.[Foto : T.SAR - Andi Muhammad Rizaldy]

LUTRA, Tabloid SAR – Puluhan hektar lahan persawan milik petani di Desa Mappedeceng, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), kekeringan sejak Sungai Baliase dibendung.

Terkait hal tersebut, Koalisi Masyarakat Petani Desa Mappedeceng kembali melakukan aksi unjukrasa di jalan Trans Sulawesi, Poros Masamba - Malili yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas sepanjang 2 kilometer, Sabtu (12/1/2019) pagi.


Dalam aksi itu, para petani mendesak pemerintah baik pusat maupun Pemprov Sulsel dan Pemda Lutra, serta pemerintah desa setempat, untuk turun kelokasi meninjau areal persawahan warga yang kekeringan sejak proyek pembangunan Bendungan Baliase dilaksanakan mulai tahun 2016 lalu.

“Pemerintah harus segera turun meninjau irigasi persawahan yang tidak dialiri air sejak Sungai Baliase dibendung. Lebih dari 30 hektare sawah kami, kekeringan akibat proyek pembangunan Bendungan Baliase,” teriak para orator aksi.


Sementara, Ical selaku Jendral Lapangan (Jendlap) pada aksi tersebut, berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari pembangunan Bendungan Baliase.

“Kami berharap kepada pihak pemerintah agar memperhatikan dampak dari pembangunan Bendungan Baliase, yakni areal persawahan masyarakat di Desa Mappedeceng yang kekeringan,” desaknya.


Secara terpisah, Ketua REKAM (Remaja Kreatif Mappedeceng), Coang mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan mengabaikan areal persawahan masyarakat di Desa Mappedeceng yang kekeringan akibat pembangunan Bendungan Baliase.

“Areal persawahan warga Desa Mappedeceng telah kekeringan selama bertahun-tahun, sejak dimulainya proyek pembangunan Bendungan Sungai Baliase itu. Maka untuk itu, kami berharap agar pemerintah turun kembali melakukan peninjauan ulang irigasi persawahan warga agar kembali bisa dialiri air,” pintanya.

Untuk diketahui aksi tersebut, merupakan aksi pra kondisi, karena Koalisi Masyarakat Petani Desa Mappedeceng masih akan turun melakukan aksi massa di Gedung DPRD Lutra pada hari Senin (14/1/2019) mendatang dengan kekuatan massa yang lebih besar.

Penulis   : Andi Muhammad Rizaldy
Editor     : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.