.

.

.

Minggu, 06 Januari 2019

Unggul dan Berprestasi SMA Negeri 1 Luwu Dipastikan Bebas Pungli

Kepala SMA Negeri 1 Luwu, Drs. Nurdin Muin, M.Pd
Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Luwu : “Saya jempol dan mengakui SMA Negeri 1 Luwu, bisa menjadi tauladan. Sebab selain berprestasi juga sangat mentaati aturan yang berlaku.”

LUWU, Tabloid SAR – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Luwu merupakan SMA tertua di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sekolah tersebut, terkenal bukan karena menyandang predikat sebagai SMA tertua semata, tapi karena memiliki banyak keunggulan.

Keunggulan itu mampu dibuktikan oleh SMA Negeri 1 Luwu dengan sejumlah prestasi gemilang yang berhasil diraihnya pada sejumlah bidang, baik pada bidang akademik maupun non akademik. Oleh karenanya sekolah tersebut, juga selalu mendapatkan pujian dan ajungan jempol secara objektif dari berbagai pihak.

Bukti lain keunggulan SMA Negeri 1 Luwu dapat pula dilihat dari para alumninya yang banyak berhasil lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia khususnya PTN di Sulsel, seperti Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Universitas Negeri Makassar (UNM).


Atas semua keunggulan itu, sehingga sekolah yang dulunya bernama SMA Negeri 1 Belopa tersebut, menjadi incaran dan impian para alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sekitar wilayah Kecamatan Belopa Ibukota Kabupaten Luwu.

Keunggulan SMA tertua di Kabupaten Luwu ini, tentu dapat terwujud berkat kerja keras para pendidik dan tenaga kependidikannya, terutama Kepala SMA Negeri 1 Luwu Drs. Nurdin Muin MPd, selaku leaders-nya.

Kepala SMA Negeri 1 Luwu juga terkenal piawai dan ahli dalam menggenjot prestasi sekolah yang dipimpinnya. Ia bahkan diakui sangat taat pada aturan, serta tidak mau melanggar hukum dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.


Hal tersebut, membuat Ketua Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Luwu, Kompol Abraham Tahalele yang juga Wakapolres Luwu pernah melontarkan pujian untuk SMA Negeri 1 Luwu.

“Saya jempol dan mengakui SMA Negeri 1 Luwu, bisa menjadi tauladan. Sebab selain berprestasi juga sangat mentaati aturan yang berlaku, semua kegiatan yang dilakukan pihak sekolah selalu dikoordinasikan kepada kami. Terkadang jika terkait dengan masalah pendanaan yang membuat mereka ragu untuk mengambil sikap karena takut melanggar hukum, maka mereka pasti berkoordinasi dengan Tim Saber Pungli. Karena itu saya yakin di sekolah itu, bersih dari segala bentuk penyimpangan,” ungkap Kompol Abraham Tahalele beberapa waktu lalu saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Permedikbud No 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang digelar oleh Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Kabupaten Luwu di Gedung Balai Rasdiana Center (BRC) Belopa Kabupaten Luwu.

Pujian yang sama juga pernah dilontarkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Wilayah XI, Hamsur Taha saat menyampaikan sambutannya pada acara Pembukaan Futsal Cup II Smansa (SMA Satu- red) Luwu di GOR Radda Luwu, beberapa bulan lalu.

“Smansa ini benar-benar tauladan bukan hanya menonjol pada siswanya yang cerdas tapi juga selalu terdepan pada bidang olahraga, sepertinya program ini terkoordinir dengan sangat baik sehingga setiap tahunnya selalu digelar,” kata Hamsur Taha pada acara itu.
Dari kiri kekanan, Kepala SMA Negeri 1 Luwu Nurdin Muin, Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah Rahmat K.Foxchy, Anggota Tim Saber Pungli Kabupaten Luwu Akbar Datau yang juga Kasi Pidsus Kejari Luwu dan Manager Marketing Tabloid SAR Echa Kartini. Foto bersama seusai mengikuti kegiatan Sosialisasi Permedikbud No 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang digelar oleh Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Kabupaten Luwu, beberapa waktu lalu. 
Kepala SMA Negeri 1 Luwu, Nurdin Muin yang ditemui di ruangan kerjanya baru-baru ini, mengatakan bahwa apapun yang mereka laksanakan di sekolah yang dinahkodainya jika merasa ragu, ia selalu mengkoordinasikannya dengan Tim Saber Pungli Kabupaten Luwu yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Luwu, Kompol Abraham Tahalele.

“Kami tidak mau melakukan hal-hal yang melanggar hukum dalam lingkungan sekolah ini, sehingga kalau ada kegiatan atau program yang membuat kami ragu, saya langsung berkoordinasi dengan Pak Wakapolres selaku Ketua Tim Saber Pungli di Luwu ini. Dalam konsultasi itu, biasanya Pak Wakapolres memberi support setelah mencermati apa yang saya kordinasikan. Beliau biasanya memberi kami semangat dan berkata jalan saja Pak itukan tidak melanggar, apa lagi itu untuk kepentingan siswa-siswi Bapak,” ujar mantan Kepala SMA Negeri 4 Luwu itu, seraya mengatakan kalau sudah ada support baru kami jalan, dan Pak Wakapolres jarang tidak memberi masukan kepada kami.


Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat di Belopa Ibukota Kabupaten Luwu yang bernama Andi Pawellang, mengatakan bahwa SMA Negeri 1 Luwu merupakan salah satu sekolah terbaik di Luwu.

“Sejak Pak Nurdin Muin yang pimpin sekolah itu, saya melihat banyak perubahan pada anak didiknya kehal-hal yang lebih baik. Keponakan saya adalah alumni Samansa Luwu dan Alhamdulilah sekarang ponakan saya itu bisa kuliah di Unhas karena prestasinya. Semua itu berkat didikan di Smansa. Bahkan banyak orang mau bayar dan nekat menyuap pihak sekolah untuk masuk sekolah itu, tapi tidak bisa diakomodir, sebab di sekolah itu semuanya sangat disiplin,” terang Andi Pawellang ketika dimintai tanggapanya oleh wartawan Tabloid SAR dikediamannya, Sabtu (05/01/2019).

Lebih lanjut, Andi Pawellang menegaskan bahwa jika ada pihak-pihak yang menganggap buruk SMA Negeri 1 Luwu atau memberitakannya secara negatif maka jangan dipercaya.

“Kalau ada yang menganggap bahwa Smansa adalah sekolah yang tidak beres dan mempublikasikannya secara negatif, itu pastinya orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain. Orang itu pasti punya kepentingan terselubung untuk menjatuhkan ataukah ada keinginannya yang ditolak pihak sekolah,” tegasnya.


Untuk diketahui SMA Negeri 1 Luwu, sangat aktif melaksanakan sejumlah kegiatan, baik kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler. Hal tersebut, dilakukan  demi peningkatan kualitas peserta didiknya agar bisa menjadi pribadi yang handal dalam menggapai masa depan gemilang dan guna menjadi modal pengetahuan saat turun ke tengah-tengah masyarakat nantinya.

Terkait sejumlah kegiatan SMA Negeri 1 Luwu yang memerlukan dana, pihak sekolah selalu mengambil keputusan bersama melalui musyawarah mufakat dengan menfungsikan Komite Sekolah untuk mengundang para orangtua atau wali siswa-siswinya. Dalam rapat Komite Sekolah tersebut, peserta rapat mengambil keputusan bersama yang disertai dengan dokumentasi dan daftar hadir.

Diketahui pula, sejumlah kegiatan yang digelar oleh Organisasi Siswa (Osis) sekolah bertabur prestasi gemilang itu, tidak melibatkan pihak sekolah secara langsung karena mereka memberikan keleluasaan bagi anak didiknya untuk berkreasi dan berinovasi, sedangkan peran pihak sekolah sebatas mengetahui dan mengawasi kegiatan yang dilaksankan Osis-nya.

Meski ada sejumlah praktek jual beli di lingkungan sekolah yang dilarang oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun SMA Negeri 1 Luwu memiliki sebuah Koperasi Sekolah yang sah dan berbadan hukum. Sehingga kehadiran koperasi di sekolah yang dikelolah oleh pihak sekolah ini diperbolehkan.

Penulis   : Echa
Editor     : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.