.

.

.

Jumat, 18 Januari 2019

Usai Teken MoU, Bupati Lutra Boyong Aplikasi Simral Pemkab Banyuwangi

                    Bupati Lutra, Indah Putri Indriani                 Bupati Banyuwangi, Abdullah Aswar Anas                                               

LUTRA, Tabloid SAR – Bupati Luwu Utara (Lutra), Indah Putri Indriani bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Aswar Anas, teken Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman terkait dengan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (Simral) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.

Hal itu, merupakan tekad yang baik dan komitmen Pemkab Lutra dalam rangka mewujudkan pelaksanaan pemerintahan yang baik, bersih, transparan dan akuntabel.

Beruntungnya karena pasca penandatanganan MoU oleh kedua kepala daerah tersebut, Bupati Indah bisa langsung memboyong aplikasi Simral itu untuk diinstal nantinya di Kabupaten Lutra.


Padahal selama ini diketahui, Pemkab Banyuwangi sangat jarang bisa langsung memberikan aplikasi Simralnya kepada kepala daerah lainnya di Indonesia, meski mereka telah meneken MoU jika dinilai bahwa daerah yang bersangkutan belum memenuhi kriteria personal, seperti  sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana pendukungnya.

“Namun Alhamdulillah kita beruntung karena komitmen Bupati Lutra dan Bupati Banyuwangi, sebagaimana yang tertuang dalam MoU bisa langsung  diimplementasikan dengan penyerahan aplikasi Simral milik Pemkab Banyuwangi,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lutra, Syahruddin via Whatsapp, Jumat (18/1/2019).

“Aplikasi itu nantinya akan diinstal oleh Pemkab Lutra kemudian dikoneksikan dengan Pemkab Banyuwangi untuk pendalaman lebih lanjut,” sambungnya.


Menurutnya, pengalaman daerah lain yang ingin mendapatkan aplikasi itu, biasanya butuh waktu beberapa hari, baru bisa diberikan.

“Beda dengan Pemkab Lutra yang bisa langsung mendapatkan aplikasi Simral setelah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemkab Banyuwangi. Karena Kabupaten Lutra, sebelumnya telah menyediakan server untuk Simral, terutama e-planning dan e-budgeting menyusul aplikasi smart city lainnya,”ungkap Syahruddin.


Kendati demikian, Syahruddin mengakui bahwa mewujudkan sistem e-govermen memang tidak mudah dalam waktu singkat, namun memerlukan proses yang cukup panjang.

“Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, berkualifikasi, dan berkemampuan handal dalam bidang IT, serta harus didukung penuh dengan sarana dan prasarana penunjang,” kuncinya.

Penulis   : Dedy Budiman
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.