.

.

.

Kamis, 10 Januari 2019

Warga Kompleks BTN Bogar Palopo Tolak Rencana Pembangunan Menara BTS, Lurah Salekoe Lakukan Mediasi

Lurah Salekoe, M. Asnawi Sari (tengah) saat melakukan mediasi antara warga RT 03/RW 05 Kelurahan Salekoe dengan perwakilan  PT.Sentra Tama Menara Indonesia di Kantor Lurah Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Rabu (9/1/2019) siang. [Foto : T.SAR - Arizal Ilyas]
PALOPO, Tabloid SAR – Rencana pembangunan menara telekomunikasi oleh PT. Sentra Tama Menara Indonesia di Kompleks Perumnas Tompotikka BTN Bogar, RT 03/RW 05 Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat penolakan dari warga setempat.

Terkait dengan penolakan tersebut, Lurah Salekoe, M. Asnawi Sari memfasilitasi pertemuan untuk melakukan mediasi antara warga terkait dengan pihak PT.Sentra Tama Menara Indonesia.

Mediasi itu dilaksanakan di Kantor Kelurahan Salekoe dengan menghadirkan warga Salekoe khususnya yang akan terkena dampak atas keberadaan menara based transceiver station (BTS) tersebut, jika jadi dibangun di sekitar wilayah pemukiman padat penduduk tersebut, Rabu (9/1/2019) siang.


Dalam pertemuan tersebut, warga RT 03/RW 05 Salekoe tetap menolak rencana pembangunan menara BTS di sekitar pemukiman mereka.

Selain itu, warga juga meminta agar lokasi pembagunan tower tersebut, kiranya dipindahkan dan mencari tempat lain yang jauh dari konsentrasi pemukiman warga.

“Kami tidak setuju kalau ada tower dibangun di daerah ini, apa lagi dekat dengan rumah kami. Sebab hal itu, bisa berdampak buruk dan membahayakan warga di sekitar lokasi menara BTS itu,” ujar Ridwan Andi Baso, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Ia menambahkan bahwa dirinya bersama warga RT 03/RW 05 Kelurahan Salekoe kwatir akan sejumlah dampak buruk yang dapat ditimbulkan menara BTS tersebut, jika jadi di bangun di sekitar rumah mereka.

“Kami menolak pembangunan tower itu, karena akan berdampak buruk terhadap warga yang bermukin di sekitar lokasi menara BTS itu nantinya, karena adanya radiasi yang ditimbulkan dari tower tersebut. Dan kami juga kwatir jika tower itu, rubuh dan menimpa kami yang tinggal di sekitarnya,” sebut Ridwan diamini sejumlah tetangganya.


Sementara Lurah Salekoe, M. Asnawi Sari mengungkapkan bahwa terkait pertemuan yang berlangsung di kantornya saat itu, pihaknya hanya sebatas memfasilitasi pertemuan untuk melakukan mediasi antara warga RT 03/ RW 05 Salekoe yang menolak rencana pembangunan menara BTS dengan pihak PT.Sentra Tama Menara Indonesia.  

“Kami selaku pemerintah setempat dari Kelurahan Salekoe hanya sebatas memfasilitasi pertemuan guna memediasi warga kami dengan pihak perusahaan, terkait dengan adanya rencana pembangunan tower yang ada di wilayah Kelurahan Salekoe,” M. Asnawi

“Kami hanya sebatas memediasi untuk mencari solusi yang terbaik untuk warga dan pihak perusahaan, namun warga tetap menolak pembangunan tower itu,” tambahnya.


Sedangkan, Ocha dari pihak perwakilan PT.Sentra Tama Menara Indonesia yang akan membangun menara telekomunikasi itu, mengaku telah mensosialisasikan rencana perusahaannya kepada warga setempat.

“Kami sudah pernah mensosialisasikan rencana pembangunan tower itu kepada warga setempat. Mereka respon dan warga setuju, hanya saja ada pihak yang tidak senang dengan adanya bangunan tower tersebut,” ungkap Ocha.

Untuk diketahui, mediasi yang dilaksanakan di Kantor Lurah Salekoe tersebut, selain dihadiri puluhan warga setempat dengan pihak perwakilan PT.Sentra Tama Menara Indonesia, juga dihadiri Lurah Salekoe, M. Asnawi Sari bersama jajarannya dan  Bhabinkamtibmas Salekoe, Abdul Liso.

Warga Kompleks Perumnas Tompotikka BTN Bogar, RT 03/RW 05, Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui dinas terkait, tidak memberikan izin pembangunan menara BTS tersebut, kepada PT.Sentra Tama Menara Indonesia.

Penulis   : Arizal Ilyas
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.