.

.

.

Sabtu, 05 Januari 2019

WOW KEREN... Sensasi Pesona Keajaiban Lautan Awan Bastem di Buntu Sanik – Sinaji


Tampak sensasi panorama lautan awan Bastem yang membentang indah di atas cakrawala saat berada di Buntu Sanik Sinaji, Desa To'long, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
• Menampakkan Keindahan Matahari Terbit “Sunshine” yang Mengintip di Balik Laut Teluk Bone

• Menyajikan Eksotisnya Pemandangan Ngarai Sungai Noling yang Dikepung Sejumlah Air Terjun

LUWU, Tabloid SAR – Basse Sangtempe’ (Bastem) merupakan sebuah warisan peradaban adat To Manurung ri Langi’ (mula tau/asal usul umat manusia) yang dikenal pula dengan sebutan Banua A’pa’ Tongkonan Annan Pulona. Maksudnya empat pilar tatanan adat yang terdiri dari enam puluh kaparengngesan atau penyelenggara kekuasaan adat.

Setelah Indonesia merdeka, hingga saat ini Bastem sudah terdiri dari tiga wilayah kecamatan di dalam daerah Kabupaten Luwu, masing-masing Kecamatan Bastem Utara (Bastura), Kecamatan Bastem dan Kecamatan Latimojong. Sebagian wilayahnya juga ada yang masuk di daerah Kabupaten Toraja Utara (Torut), meliputi enam wilayah kekuasaan adat kaparengngesan.

Mengenai wilayah adat Bastem baik yang berada di daerah Kabupaten Luwu maupun di wilayah Torut, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun hingga saat ini, masih bagaikan naga (semacam mahluk mitos berbentuk reptile) yang masih saja tertidur panjang.

Hal tersebut, sekaligus merefleksikan tentang Bastem sebagai warisan peradaban adat To Manurung ri Langi’ yang begitu diselimuti oleh kegelapan misteri mitos. Soalnya, karena hanya bisa dipahami dalam bentuk kisah-kisah legenda rakyat secara turun temurun.

Akan tetapi di balik latar belakang peradabannya yang penuh dengan kegelapan misteri mitos tersebut, ternyata wilayah adat Bastem justru memiliki kekayaan sumber daya alam yang begitu beragam dan menakjubkan.

Karena wilayah adat Bastem memiliki potensi sumber daya pariwisata alam yang pemandangannya sangat luar biasa akan keindahannya. Oleh karena itu dapat pula disebut sebagai pemandangan alam tiga dimensi yang begitu mempesona. Hanya saja potensi alam tersebut, sama sekali belum terjamah tangan pemerintah untuk dapat menjadi tujuan wisata.
Para kru Tabloid SAR foto bersama di Buntu Sanik Sinaji, Desa To'long Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Seperti halnya, potensi alam yang menampakkan sensasi lautan awan Bastem, membentang indah di atas cakrawala, baik pada waktu pagi hari maupun sore.

Begitu pula dengan keindahan matahari terbit “sunshine” yang mengintip di balik laut Teluk Bone. Termasuk pada waktu malam harinya yang juga menyajikan pemandangan indahnya cahaya lampu-lampu bagang pada kejauhan di laut Teluk Bone tersebut.
Dari Buntu Sanik Sinaji, Desa To'long, tampak alam Bastem yang menyajikan eksotisnya pemandangan ngarai Sungai Noling, seolah membelah gunung sejauh mata memandang.
Tak terkecuali, eksotisnya pemandangan ngarai Sungai Noling yang dikepung oleh sejumlah air terjun.

Menjelang tutup tahun 2018 lalu, sejumlah kru Tabloid SAR yang diundang oleh Kepala Desa To’long, Sampe Tandi Laita untuk meliput langsung pesona panorama alam Bastem dari Buntu (bukit –red) Sanik Sinaji.

Buntu Sanik Sinaji bukan hanya indah, tapi merupakan sebuah keajaiban alam. Sebab dapat menyajikan pesona pemandangan alam tiga dimensi yang begitu benakjubkan.

Di mana Buntu Sanik di Desa To’long Kecamatan Bastem, diharapkan dapat menjadi simbol highlight pariwisata paling potensial ke depan. Alasannya, karena berada pada ketinggian yang paling optimal, untuk dapat menikmati eksotisnya keindahan pesona alam Bastem sejauh mata memandang.
Tampak sensasi panorama lautan awan Bastem yang membentang indah di atas cakrawala saat berada di Buntu Sanik Sinaji, Desa To'long, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Adapun wilayah Kecamatan Bastem juga dikepung sejumlah air terjun yang justru tak kalah menariknya, baik yang berada di Desa To’long sendiri yang disebut dengan nama air terjun Salu Sarita, termasuk air terjun di Desa Sinaji dan sejumlah air terjun bersusun di Desa Langi’, tak terkecuali air terjun pada beberapa desa lainnya di wilayah adat Bastem.

Selain itu di wilayah Kecamatan Bastem, masih terdapat sejumlah tempat wisata yang bersifat highland untuk dapat menikmati eksotisnya keindahan cakrawala pesona alam, seperti di Desa Langi’, Desa Andulan, Desa Sinaji dan Desa Ta’bi.

Terdapat sejumlah gua purba dan batu candi berukuran besar yang cukup tinggi di Buntu Motok, Desa Langi’. Sementara di Desa Sinaji terdapat pula hamparan kebun kopi dan Batu Kumila’ yang sifatnya berdimensi mistik.
Pemandangan alam Bastem dari Buntu Sanik Sinaji, Desa To'long, menampakkan keindahan matahari terbit "sunshine" yang mengintip di balik laut Teluk Bone.

Ada pula wisata spiritual mengenai ritual-ritual adat leluhur Puang To Manurung ri Tabang di Kecamatan Latimojong yang setiap tahunnya selalu dikunjungi wisatawan lokal hingga dari daerah Bugis.

Halnya di wilayah Kecamatan Bastura, tak terlepas pula menyajikan pesona keindahan lembahnya. Begitupun juga wilayah Kecamatan Latimojong, dengan latar belakang alam pegunungan yang indah dan juga memiliki sejumlah potensi air terjun yang belum dikelola secara baik.

Untuk potensi pariwisata di wilayah Kecamatan Latimojong itu sendiri, sudah pula mulai dibuka oleh Bupati Luwu HA Mudzakkar. Hanya saja jaringan infrastruktur jalan dan fasilitas wisata yang belum memadai, terlebih belum terekspose (promosi –red) secara masif, sehingga masih kurang diminati untuk dikunjungi oleh para wisatawan.

Sedangkan untuk wilayah adat Bastem, khususnya yang masuk dalam daerah Kabupaten Torut, terdapat potensi wisata gurun di Sumalu dan ada pula sebuah bukit berbentuk kerucut atau piramida yang disebut Buntu Lolok di Mongsia.

Alam wilayah adat Bastem yang berada di Kabupaten Toraja Utara, terdapat sekeping gurun layaknya seperti padang pasir.
Patut dikatakan bahwa Bastem selain memiliki keindahan alam yang begitu eksotis. Juga memiliki tatanan budaya dan adat istiadat yang cukup unik, serta sangat diwarnai dengan semangat kekeluargaan yang tinggi.

Nampaknya arah kebijakan publik, baik Pemerintah Provinsi Sulsel yang dinahkodai oleh Gubernur Nurdin Abdullah maupun Pemerintah Kabupaten Luwu yang tidak lama lagi berada di bawah pimpinan Bupati Basmin Mattayang, akan mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan untuk diintegrasikan dengan Bandara I Lagaligo di Bua dengan Kabupaten Torut dan Kota Palopo.
Alam wilayah adat Bastem  yang berada di Kabupaten Toraja Utara terdapat Buntu (Gunung) Lolok layaknya seperti Bukit Piramida.
Hal tersebut, sekaligus diharapkan untuk dapat membangunkan naga Bastem dari tidur panjangnya. Pada gilirannya mampu menarik kunjungan wisatawan domesik dan mancanegara untuk pemasukan pajak dan devisa negara.

Tentunya pula dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat pada wilayah terpencil ini. Sebab dapat membuka kegiatan ekonomi rakyat pada sektor usaha pertanian pada umumnya. Bahkan dapat pula mendorong masuknya investasi jasa usaha pariwisata, sekaligus membuka lapangan kerja pada sektor usaha jasa itu sendiri.

Hanya saja, khususnya untuk mencapai Buntu Sanik – Sinaji di Desa To’long yang diharapkan dapat menjadi simbol highlight pariwisata Bastem ke depan. Saat ini, masih harus melalui jalan berlumpur yang terjal dan berliku, serta berjurang yang cukup ekstrim, sehingga harus pula menguji adrenalin berupa keberanian ekstra.

Kendati demikian, selama dalam perjalanan menuju daerah itu kita akan senantiasa dimanjakan oleh indahnya panorama alam. Dan pada akhirnya setelah tiba di tujuan, maka akan disajikan dengan eksotisnya pemandangan alam tiga dimensi Bastem yang menerobos cakrawala sejauh mata memandang.

Penulis   : Ories
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.