.

.

.

Sabtu, 16 Februari 2019

Terbukti Korupsi Beras Raskin, Mantan Kades Pabbareseng di Luwu Masuk Bui

Mantan Kades Pabbareseng, Muhammad Daming (duduk) tidak berkutik ketika rumah kediamannya didatangi Tim Gabungan Eksekusi Kejati Sulsel dan Kejari Luwu bersama Tim Medis, Jumat (15/02/2019). [Foto : Int]

Karena Penyakit Jantung, Tim Eksekusi Kejari Luwu Berkali-Kali Gagal Eksekusi Terpidana Korupsi Beras Raskin

LUWU, Tabloid SAR – Kendati sudah bertahun-tahun divonis bersalah dan dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi oleh lembaga peradilan yang berwenang mengadili, namun mantan Kepala Desa (Kades) Pabbareseng, Muhammad Daming, selalu gagal  dieksekusi.  

Terpina korupsi beras raskin tersebut, berkali-kali batal dieksekusi oleh Tim Ekseskusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu, karena Daming punya riwayat penyakit jantung akut. Sehingga jaksa yang ditugasi mengeksekusi batal menjebloskan, Daming kedalam bui.

Ia baru berhasil dieksekusi oleh Tim Eksekusi Gabungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) dan Kejari Luwu, setelah bertahun-tahun divonis sebagai koruptor.

Daming berhasil dijemput oleh Tim Ekseskusi Gabungan Kejati Sulsel dan Kejari Luwu di rumah kediamannya yang berada di Desa Pabbaresang, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel, Jumat (15/02/2019).


Saat dieksekusi, Daming tidak bisa berkutik dan tidak melakukan perlawanan terhadap tim ekseskusi yang mendatangi kediamannya.

Ia langsung dijebloskan masuk bui di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Palopo untuk menjalani hukuman pidananya, hari itu juga oleh tim eksekusi.

Sebelumnya ketika, Zet Ta’dung Allo masih menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Luwu, ia berencana mengeksekusi Daming, namun rencana tersebut terpaksa dibatalkan oleh Zet pada waktu itu.

Zet tidak berani mengeluarkan Surat Perintah Eksekusi kepada anak buahnya, karena Daming, selalu beralasan sakit jika hendak dieksekusi. Ia takut jika penyakit jantung terpidana korupsi yang akan dieksekusinya, kumat lagi ketika akan dijemput oleh tim eksekusi.


Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Luwu, Agusalim menerangkan, bahwa pihaknya harus terlebih dahulu melakukan pendekatan persuasif, supaya Daming bisa tenang dan penyakit jantungnya tidak kumat saat akan dieksekusi oleh jaksa dan dibawah ke Lapas Palopo.

“Kita siapkan tim medis kalau mau datang ke rumahnya, untuk memastikan apakah kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dieksekusi dan langsung ditahan di Lapas Palopo,” terang Agusalim kepada sejumlah awak media.

Namun kini, Daming tidak bisa berkutik setelah Tim Ekseskusi Gabungan Kejati Sulsel dan Kejari Luwu bersama tim medis, kembali mendatangi rumah terpidana korupsi beras raskin tersebut.

Daming akhirnya pasrah dan rela dibawah ke Lapas Kelas IIA Palopo, setelah tim medis menyatakan kondisi kesehatannya aman untuk menjalani masa hukuman.

BACA JUGA : Akses Jalan Tidak Memadai, Sejumlah Aktivis Soroti Pemkab Lutra Terkait Kisah Pilu Warga Rampi yang Tandu Jenazah Sejauh 60 Km

Untuk diketahui, mantan Kades Pabbaresang, Muhammad Daming divonis bersalah oleh Majelis Hakim Agung yang mengadilinya di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2014 lalu.

Pada tingkat kasasi MA menyatakan, Daming terbukti bersalah dan melakukan tindak pidana korupsi karena penyalagunaan beras raskin pada Tahun Anggaran 2009.

MA menjatuhkan vonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsidair 2 bulan kurungan penjara terhadap Daming.

Penulis : Echa
Editor :   William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumlah Pembaca

.

.