.

.

.

Selasa, 12 Maret 2019

Ketua TP PKK Lutim Hadiri Gerakan Bersama PPKTP dan TPPO


Ketua TP PKK Kabupaten Lutim, Hj. Puspawati Husler menandatangani komitmen bersama ‘Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan (PPKTP) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berlangsung di Hotel Gammara, Kota Makassar, Selasa (12/03/2019). [Foto : Int]

Kabupaten Lutim dapatkan Program Bantuan Perpustakaan Ibu dan Anak dari Kementerian P3A sebesar Rp 2,5 M

MAKASSAR, Tabloid SAR – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejateraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Hj. Puspawati Husler menghadiri kegiatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan (PPKTP) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berlangsung di Hotel Gammara, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Ashari F. Radjamilo di Hotel Gammara, Selasa (12/03/2019).


Dalam sambutannya, Sekprov Sulsel mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan orang di Sulsel.

“Belakangan ini angka kekerasan di Sulsel meningkat tajam, sehingga diharapkan melalui gerakan bersama PPKTP dan TPPO yang dilaksanakan hari ini, dapat menjadi langkah awal untuk menjadi akses bersama dalam upaya mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Ashari dalam mengawali sambutannya.

Selain itu, Ashari mengungkapkan, pihaknya berharap agar kegiatan PPKTP dan TPPO tersebut dapat ditindak-lanjuti secara serius oleh instansi terkait pada seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulsel.

“Atas nama Pemprov Sulsel, saya menyatakan mendukung penuh gerakan bersama untuk stop kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Liestiaty F. Nurdin dalam kesempatan ini, meminta kepada seluruh kader PKK, Dharma Wanita dan Organisasi Perempuan untuk berperan aktif dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, PKK bersama Dharma Wanita dan organisasi-organisasi perempuan yang ada di Sulsel, bisa berperan penting di dalamnya. Maka peran aktifnya sangat menentukan dalam hal ini,” ujar Liestiaty.

Lebih lanjut, Liestiaty menghimbau, agar segenap jajaran PKK, Dharma Wanita, dan seluruh anggota organisasi perempuan untuk terus mengawasi dan mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Hal itu penting dilakukan secara terus-menerus, guna meminilisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” himbaunya.


Melalui kesempatan ini pula, Ketua TP PKK Sulsel, juga menyebutkan adanya program bantuan Perpustakaan Ibu dan Anak yang digelontorkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kepada 13 kabupaten/kota di Sulsel.

“Salah satunya yang mendapatkan bantuan tersebut adalah Kabupaten Lutim, sebesar Rp 2,5 milliar,” sebut Liestiaty.

Sedangkan, Ketua TP PKK Kabupaten Lutim, Hj Puspawati Husler yang ditemui di sela-sela berlangsungnya acara ini mengatakan, PKK bersama Dharma Wanita dan Organisasi Perempuan yang ada di Lutim siap bersinergi dan membantu pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Lutim, sesuai porsinya.

“Salah satunya, dengan cara memberdayakan kader-kader PKK, Dharma Wanita dan Organisasi-Organisasi Perempuan di Lutim, agar mampu mengedukasi anggota keluarga dalam mencegah dan menghadapi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Puspawati.


Untuk diketahui pada bagian akhir acara ini, dilakukan deklarasi ‘Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak’ oleh para Ketua TP PKK dan Ketua Dharma Wanita se-Sulsel dan penandatanganan komitmen bersama PPKTP dan TPPO.

Kegiatan ini, selain dihadiri oleh Ketua TP PKK Sulsel, Liestiaty F. Nurdin, juga dihadiri para Ketua TP PKK kabupaten/kota dan Ketua Dharma Wanita kabupaten/kota, serta para Kepala OPD terkait se-Sulsel.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.