.

.

.

Kamis, 14 Maret 2019

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Kabulkan Permohonan Banding Ahmad Dhani

Terdakwa Ahmad Dhani, seusai mengikuti proses persidangan di PN Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Politisi partai Gerindra ini, disidangkan terkait kasus ujaran kebencian yang ditulis melalui akun Twitter miliknya pada 2017 silam. [Foto : Int]

JAKARTA, Tabloid SAR – Terdakwa, Ahmad Dhani menolak putusan vonis bersalah yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan hukuman pidana 1,5 tahun penjara terkait kasus ujaran kebencian, pada Senin (28/01/2019) lalu.

Karena tidak menerima putusan tersebut, Dhani bersama tim kuasa hukumnya menempuh upaya banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Kamis (31/01/2019).

Alhasil, permohonan banding musisi bintang papan atas ini, dikabulkan Majelis Hakim PT DKI Jakarta yang diketuai oleh Ester Siregar, dengan anggota Muhammad Yusuf dan Hidayat.

Bahkan, Majelis Hakim PT DKI Jakarta tidak hanya mengabulkan permohonan banding yang diajukan, Dhani namun juga mengurangi vonis hukumannya menjadi pidana penjara satu tahun.

BACA JUGA : INI PENJELASAN KEPALA BKPSDM TERKAIT BUPATI TATOR “NICODEMUS BIRINGKANAE” RANGKAP JABATAN SEBAGAI PLT KADIS KESEHATAN

PT DKI Jakarta, memutuskan perkara yang menjerat politisi partai Gerindra itu, melalui Surat Putusan Perkara Pidana Nomor : 58/PID.SUS/2019/PT.DKI, tertanggal 13 Maret 2019.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Humas PT DKI Jakarta, Johanes Suhadi ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, Rabu (13/03/2019) kemarin.

“Hukuman terdakwa, Dhani dikurangi enam bulan, karena vonis sebelumnya satu tahun enam bulan penjara,” kata Johanes.

Selain itu, Johanes juga menerangkan, Dhani tetap dinyatakan terbukti bersalah menyebarkan ujaran kebencian oleh Majelis Hakim PT DKI Jakarta.

“Terdakwa Ahmad Dhani tetap dinilai telah melanggar Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam amar putusannya Majelis Hakim PT DKI Jakarta tetap menyatakan terdakwa, Dhani telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ujaran kebencian melalui akun Twitternya pada 2017 silam.

“Terdakwa, Ahmad Dhani telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, dengan sengaja dan tanpa hak, menyuruh melakukan dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA,” jelas Johanes. 

BACA JUGA : DIREKTUR FKKPD KEMENDAGRI PANGGIL BUPATI TATOR “NICODEMUS BIRINGKANAE” TERKAIT MASALAH RANGKAP JABATAN SEBAGAI PLT KADIS KESEHATAN

Untuk diketahui, sebelumnya terdakwa Ahmad Dhani dan tim kuasa hukumnya mengajukan permohonan banding atas putusan PN Jakarta Selatan pada 31 Januari 2019 lalu.

Suami Mulan Jameela itu, menempuh upaya banding karena merasa tidak melakukan ujaran kebencian melalui media sosial seperti vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim PN Jakarta Selatan, pada Senin (28/01/2019).

Terdakwa, Dhani dan tim kuasa hukumnya, juga menilai pertimbangan Majelis Hakim memiliki banyak kelemahan, salah satunya tidak sesuai fakta.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.