.

.

.

Selasa, 26 Maret 2019

Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi di Kota Palopo Mangkrak Ditangani Penyidik Polda Sulsel, Kapolda Ngaku Belum Tahu

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin didampingi istrinya, keluar dari pintu gerbang utama Mapolres Palopo seusai melakukan kunjungan kerja, Selasa (26/03/2019). [Foto : T.SAR - Herianto]

PALOPO, Tabloid SAR – Sejumlah kasus dugaan korupsi megah proyek di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah bertahun-tahun ditangani oleh penyidik Polda Sulsel, mangkrak dan hingga saat ini belum tuntas.

Seperti halnya, dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan jaringan pipa PDAM Palopo di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

Proyek yang disinyalir mark up itu, menelan APBN Tahun Anggaran (TA) 2016 sebesar Rp 4,6 milliar. Proyek tersebut, dikerjakan melalui Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo.


Selain itu, kasus dugaan korupsi proyek pengadaan 1.000 kandang ayam di Kota Palopo, juga ditangani oleh penyidik Polda Sulsel, mengalami hal yang sama karena hingga kini belum tuntas.  

Proyek yang diduga mengakibatkan kerugian negara tersebut, menggunakan APBD-Perubahan Kota Palopo TA 2014 dan APBD TA 2015 sebesar Rp 8 milliar.

Proyek seribu kandang ini, dikerjakan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Palopo.

Naifnya meski kedua kasus dugaan korupsi tersebut, telah bergulir bertahun-tahun di Polda Sulsel, namun belum ada kejelasannya.


Terkait hal tersebut, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, mengaku belum tahu mengenai kedua kasus korupsi megah proyek di Kota Palopo yang ditangani oleh Tim Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel itu.

“Saya belum tahu itu. Nanti saya cek yaa,” kata Irjen Pol Hamidin ketika dikonfirmasi wartawan saat melakukan kunjungan kerja di Mapolres Palopo, Selasa (26/03/2019).

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan jaringan pipa PDAM di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, telah mendapat atensi dari KPK. Namun kasus tersebut, telah lama mangkrak di Mapolda Sulsel dan belum tuntas hingga kini.

Penulis   : Herianto
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.