.

.

.

Rabu, 27 Maret 2019

Tahun Ini Tiga Ruas Jalan Provinsi di Torut akan Dikerjakan, Lebar Jalan 14 Meter

Kadis PUPR Kabupaten Torut, Yorry R. Lesawengen

TORAJA, Tabloid SAR – Pada tahun 2018 lalu, Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah telah menerbitkan dua Surat Keputusan ( SK ) tentang Penetapan Status Jalan Provinsi Sulsel di Kabupaten Toraja Utara (Torut) pada empat titik lokasi jalan poros perhubung antar kecamatan.

Keempat poros tersebut, yakni pertama jalan poros Patung Tedong Bonga di Lembang Buntu Batu Kecamatan Sanggalangi yang menghubungkan Kecamatan Rantebua sampai keperbatasan Kecamatan Bastem Utara Kabupaten Luwu.

Kedua jalan poros penghubung Kecamatan Rantepao dengan Kecamatan Sa’dan sampai keperbatasan Batusitanduk (Kecamatan Walenrang Barat Kabupaten Luwu).

Ketiga jalan poros penghubung Kecamatan Rantepao dengan Kecamatan Tikalla – Kecamatan Kapala Pitu – Kecamatan Rinding Allo – Kecamatan Baruppu’ sampai keperbatasan Provinsi Sulbar.

Keempat jalan poros penghubung Kecamatan Rantepao dengan Singki – Alang-Alang – Kecamatan Sopai – Madandan sampai keperbatasan Kecamatan Rantetayo Kabupaten Tana Toraja (Tator).

Dari empat poros jalan provinsi tersebut, tiga diantaranya akan dikerjakan dalam tahun 2019 ini, yakni poros Tedong Bonga sampai perbatasan Luwu, dan poros Rantepao - Tikalla – Kapalapitu – Rinding Allo – Baruppu’ sampai perbatasan Provinsi Sulbar, serta poros Rantepao – Sa’dan sampai keperbatasan Walenrang Barat Kabupaten Luwu.

Hal tersebut diungkapkan Kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Torut, Yorry R. Lesawengen ketika dikonfirmasi wartawan Tabloid SAR pada akhir pekan lalu.

Menurut, mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Torut itu, pekerjaannya akan segera dilaksanakan dalam tahun ini.

“Pekerjaannya berupa proyek pelebaran dan pengaspalan jalan dengan lebar 14 meter,” kata Yorry.

Selain itu, kata Yorry ada sejumlah proyek infrastruktur lainnya yang juga akan segera dikerjakan dalam tahun 2019 ini.

“Dalam tahun ini juga ada paket proyek pembangunan infrastruktur jalan untuk mengatasi masalah kemacetan di Rantepao Ibukota Kabupaten Torut, yakni sejumlah ruas jalan yang menghubungkan obyek wisata potensial dengan Ibukota Kabupaten Torut, termasuk proyek pembenahan beberapa ruas jalan pada sejumlah kecamatan di Torut,” ujarnya.

Khusus APBN yang dikucurkan dari Kementerian PUPR, sebut mantan Asisten II Bidang Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Torut tersebut, menyebutkan ada lima kegiatan paket kegiatan proyek yang akan dibiayai dalam tahun 2019 ini.

“Kelima paket itu, yakni proyek pembangunan Jembatan Minanga Sarang-Sarang di Kecamatan Sa’dan, pengaspalan jalan Tandung-Balusu yang menghubungkan poros Nanggala  dan ruas jalan Kecamatan Balusu tembus kejalan poros Rantepao-Palopo,” sebut Yorry.

“Termasuk untuk membiayai proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Buntao’ Kabupaten Torut dengan - Leatung Kecamatan Sangngalla Kabupaten Tator,” tambahnya.

Diterangkan pula bahwa, Dinas PUPR Kabupaten Torut mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019 untuk proyek pekerjaan pembenahan jalan poros yang menghubungkan Tombang Kalua’ dengan Bokin Kecamatan Rantebua.

Lebih lanjut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Torut menjelaskan bahwa, ada sejumlah pekerjaan lainnya yang akan segera dikerjakan dalam tahun ini berupa pemeliharaan drainase dalam wilayah Kota Rantepao Ibukota Kabupaten Torut.

“Antara lain pemeliharaan drainase di sekitar Patung Tedong Bonga, draenase pada sejumlah ruas jalan di seputaran Lapangan Bhakti Rantepao dan draenase di sekitar Polsek Rantepao dan Jalan Abdul Gani Rantepao, serta pemeliharaan draenase di wilayah Kecamatan Tallunglipu,” jelas Yorry. 

Dalam kesempatan ini, Yorry juga menyebutkan sejumlah program prioritas Dinas PUPR Torut dalam tahun 2019 ini.

“Program yang masuk dalam skala prioritas kami pada tahun ini, yaitu pembukaan jalan alternatif untuk jalur Pangga – Bonoran, guna mengurai kemacetan di sekitar obyek wisata Ke’te’ Kesu’. Juga pembangunan jalan rabat beton pada sejumlah lingkungan dan jalan desa, dengan menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2019,” sebutnya.

Untuk diketahui, pada bagian akhir wawancara wartawan Tabloid SAR dengan Kadis PUPR Kabupaten Torut, Yorry menegaskan bahwa, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang telah  80 persen dikerjakan pada tahun 2018 lalu, akan segera diselesaikan dalam tahun ini.

Diketahui pula, Kabupaten Torut mendapatkan DAK Tahun Anggaran 2019 dari Kementrian PUPR untuk membiaya enam titik pembangunan proyek irigasi dengan anggaran sebesar Rp 3,5 milliar.

Penulis   : David Luase
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.