.

.

.

Kamis, 21 Maret 2019

Wabup Luwu Pantau Aktivitas Pasar Sentral Belopa, Pedagang Keluhkan Retribusi

Wabup Luwu, Syukur Bijak (kiri) memantau langsung kondisi Pasar Sentral Belopa di Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa Ibukota Kabupaten Luwu, Kamis (21/03/2013). [Foto : Int] 

LUWU, Tabloid SAR – Wakil Bupati (Wabup) Luwu, Syukur Bijak lakukan pemantauan secara langsung di Pasar Sentral Belopa atau Pasar Baru Belopa di Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Ibukota Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (21/03/2019).

Pantauan aktivitas pasar tersebut dilakukan oleh Syukur Bijak terkait dengan adanya sejumlah laporan warga dan para pedagang yang merasa kurang nyaman dengan penataan dan penarikan retribusi di Pasar Baru Belopa itu.

Dalam kunjungan ini, Wabup Luwu berdialog langsung dengan warga dan para pedagang Pasar Baru Belopa.

“Kami berharap agar tidak ada lagi aktivitas di pasar lama, karena hal tersebut sangat mempengaruhi penghasilan kami di pasar baru ini,” kata sejumlah pedagang Pasar Sentral Belopa.

“Dan kalau bisa, kami juga diringankan dalam hal penarikan retribusi. Yaa kalau bisa pungutan retribusi dilakukan hanya pada hari pasar saja, yakni pada hari Kamis dan Minggu,” pinta para pedagang dengan penuh harap.

Wabup Luwu dalam menanggapi keluhan dan usulan warga bersama para pedagang mengatakan, pihaknya akan menampung dan menindaklanjuti usulan mereka.

“Keluhan dan masukan bapak/ibu, akan kami tampung dan secepatnya saya akan koordinasikan dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan,” kata Syukur Bijak.

Melalui kesempatan ini, Syukur Bijak juga mengungkapkan bahwa, dirinya dan Bupati Luwu, Basmin Mattayang akan selalu siap untuk menerima masukan dan keluhan dari masyarakat Luwu.

“Dalam kesempatan ini, perlu saya sampaikan bahwa pada era pemerintahan kami bersama Pak Basmin Mattayang, kami selalu siap menampung aspirasi dan kritik dari masyarakat demi kemajuan Kabupaten Luwu ke depan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan bahwa, sebagian para pedagang masih bertahan berjualan di Pasar Lama Belopa, karena mereka tidak mendapatkan kioz, lapak atau lodz seperti yang dijanjikan pemerintah ketika merelokasi para pedagang ke Pasar Sentral Belopa.

Para pedagang yang masih bertahan dan berjualan di Pasar Lama Belopa tersebut, berharap agar Pemkab Luwu bisa merelokasi mereka ke Pasar Sentral Belopa, sesuai apa yang dijanjikan oleh Pemkab Luwu pada era pemerintahan Bupati Andi Mudzakkar dan Wabup Amru Saher.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.