.

.

.

Jumat, 12 April 2019

Bersama Kepala Daerah se-Sulsel, SBj Teken Komitmen Pembangunan Rendah Karbon

Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak meneken komitmen Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK) di Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (11/04/2019). [Foto : Int]

MAKASSAR, Tabloid SAR – Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak (SBj) bersama para kepala daerah se-Sulawesi Selatan (Sulsel) meneken komitmen Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK).

Penandatanganan PPRK tersebut, menjadi salah satu bagian penting dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2020.

Musrembang RKPD tingkat Sulsel Tahun 2020 kali ini, digelar oleh Pemprov Sulsel di Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (11/04/2019).

Jajaran Pemprov Sulsel bersama seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota di Sulsel, berkomitmen untuk mengimplementasikan pembangunan rendah karbon pada tahun 2020 mendatang.

PPRK ini, juga akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Karena pemerintah menginginkan agar target pembangunan dan pengentasan kemiskinan tetap tercapai tanpa mengorbankan lingkungan hidup.

Menariknya, forum Musrenbang RKPD tersebut dijadikan kesempatan oleh Wakil Bupati Luwu, SBj untuk mengajukan usulan pembangunan infrastruktur jalan sebagaimana permintaan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang menghimbau agar pemerintah kabupaten/kota se-Sulsel memberi data sarana jalan yang butuh bantuan sebagai acuan Pemprov Sulsel dalam menggelontorkan bantuan dana ke daerah.

“Untuk alokasi anggaran 2020, kami usulkan pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Latimojong, Bastem dan Basten Utara, serta menghubungkan Kabupaten Toraja Utara. Termasuk jalan ke Lempe Pasang, Kecamatan Walenrang Barat yang menghubungkan Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara,” kata SBj.

Sementara itu, Gubernur Nurdin Abdullah di depan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang hadir dalam Musrenbang RKPD tersebut, menjelaskan sejumlah program prioritas Pemprov Sulsel yang dianggarkan dalam APBD Sulsel Tahun Anggaran 2019 ini, termasuk pembangunan infrastruktur jalan dan pertanian.

“Kami berharap agar apa yang telah diusulkan dalam APBD kab/kota dan provinsi bisa terlaksana dengan baik. Olehnya itu, kami sangat memerlukan bantuan pemerintah pusat,” ujar Nurdin.

Menanggapi pernyataan Gubernur Nurdin Abdullah, Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman menerangkan, jika pemerintah pusat menargetkan untuk menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang.
“Target tersebut, membutuhkan dukungan dari setiap provinsi termasuk Sulsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional kita saat ini,” terang Amran.

Amran menambahkan bahwa, daerah Luwu Raya dan Toraja akan menjadi prioritas pengembangan komoditas kakao, lada dan kopi.

“Jadi wilayah Luwu Raya dan Toraja, akan diprioritaskan sebagai lokasi pengembangan komoditas tanaman kakao, lada dan kopi. Sehingga pada tahun 2045 mendatang, kita optimis target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dapat terwujud,” tandasnya.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.