.

.

.

Rabu, 24 April 2019

Warga Desa Buntu Batu Hanyut Terseret Arus Sungai Noling, Hingga Kini Belum Ditemukan

Puluhan keluarga, Muhammad Afdal (korban) yang terseret arus sungai Noling, dibantu warga setempat masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnnya korban. Meski malam mulai gelap, pencarian terhadap korban terus dilakukan dengan menggunakan alat penerangan seadanya.  [Foto : T.SAR - Ories]

LUWU, Tabloid SAR – Seorang warga Dusun Almanar, Desa Buntu Batu, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Muhammad Afdal (19) hanyut terseret air di sekitar bendungan sungai Noling, yang tak jauh dari rumah korban.

Menurut keterangan saksi, peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA, pada Selasa (23/04/2019) sore tadi.

“Saya bersama Afdal (korban) dan Abo (12), tadi sore nongkong di bendungan itu. Kami nongkrong bertiga di atas tembok bendungan, tapi kemudian, Afdal tiba-tiba turun kebawah pinggir bendungan untuk mencuci kakinya. Ketika sedang asyik mencuci kakinya, sandal yang dipakai, Afdal terbawah arus air sungai,” kata Noval yang mengaku sedang bersama korban ketika peristiwa itu terjadi.

Hal senada juga diungkapkan saksi mata lainnya yang mengaku sedang bersama korban pada saat kejadian.

“Waktu Afdal, sementara mencuci kakinya dipinggir bendungan, sandalnya jatuh dan terbawa arus air sungai. Melihat sandalnya hanyut terbawah arus, Afdal-pun langsung melompat kedalam air sungai dan berenang untuk mengambil sandalnya, namun tiba-tiba ia tenggelam karena terhisap pusaran air sungai di sekitar bendungan itu,” ujar Abo.

Setelah mendapat informasi terkait peristiwa ini, Kapolsek Bupon, IPTU Syarief Sikati bersama jajarannya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan berupaya mencari korban di sepanjang bantaran sungai Noling.

Warga setempat juga ikut membatu aparat kepolisian ketika sedang berupaya mencari korban yang hanyut terbawah arus sungai tersebut.

Namun hingga berita ini dipublikasikan, korban yang terseret arus sungai itu, belum ditemukan.

Meski malam mulai larut dan semakin gelap, namun para kerabat dan tetangga korban, masih terus melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan alat penerangan seadanya.

Sebagian warga hanya menggunakan senter handphone (HP) milik mereka untuk dijadikan alat penerangan saat ikut melakukan pencarian terhadap korban, ketika matahari sudah tenggelam diufuk barat dan malam mulai gelap.

Untuk diketahui, korban sehari-harinya bekerja sebagai seorang petani dan kedua saksi mata yang juga tetangga korban, masih tercatat sebagai pelajar.

Penulis   : Ories
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.