.

.

.

Rabu, 10 April 2019

Warga Keluhkan Pelayanan Dinas Dukcapil, Diduga Akibat Kadis Lebih Sibuk Kampanyekan Anaknya di Dapil IV Luwu


Secara simbolis, Kadis Dukcapil Kabupaten Luwu, Hasman R Djano (paling kanan) bersama empat orang kerabatnya mengangkat dua jarinya. Foto tersebut, secara umum dinilai oleh masyarakat sebagai sebuah isyarat bagi warga untuk mendukung anak kandung Kadis Dukcapil yang maju sebagai Caleg DPRD Luwu nomor urut 2 di Dapil IV.  
Aktivis LSM : Sebaiknya Bupati Copot Kadis Dukcapil Kabupaten Luwu

LUWU, Tabloid SAR – Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Luwu, akhir-akhir ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Pasalnya, Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Luwu, Hasman R Djano diduga lebih sibuk mengkampanyekan anaknya yang maju jadi Caleg DPRD Kabupaten Luwu di Dapil IV yang meliputi Kecamatan Bua, Bua Ponrang, Ponrang dan Ponrang Selatan.

Hasman, dituding lebih banyak menggunakan waktunya untuk berkampanye di Dapil IV Luwu, ketimbang berkantor melaksanakan tugasnya selaku Aparatur Sipil Negara (ASN).

Akibatnya, pelayanan publik untuk masyarakat Luwu yang membutuhkan pelayanan dalam pengurusan berbagai administrasi kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran, serta sejumlah bentuk pelayanan administrasi lainnnya pada Dinas Dukcapil Kabupaten Luwu menjadi terbengkalai.

Sehigga banyak masyarakat terpaksa harus bolak-balik, bahkan menunggu sampai berhari-hari, baru dapat terlayani jika mengurus administrasi kependudukan pada Dinas Dukcapil, kalau administrasi tersebut harus ditandatangani oleh Kadis Dukcapil Kabupaten Luwu.

Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah masyarakat Kabupaten Luwu, khususnya warga yang berada di Dapil IV Luwu.

“Jelang Pemilu 2019 dalam kurun waktu Januari hingga April ini, urusan administrasi kependudukan di Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Luwu  banyak terbengkalai. Kami harus bolak-balik kesana dan juga kadang terpaksa menunggu berhari-hari, baru urusan kami bisa selesai karena Pak Kadis Dukcapil (Hasman) jarang di kantor,” keluh warga Dapil IV Luwu dengan rada kesal, sembari meminta namanya agar tidak dipublikasikan.

“Itu karena Pak Kadis Dukcapil, lebih banyak menggunakan waktunya untuk mengkampanyekan anaknya yang maju jadi Caleg DPRD Luwu di Dapil ini,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya, menurutnya Kadis Dukcapil terkadang mengintimidasi warga dengan memperlambat bahkan mempersulit proses penerbitan KTP dan KK maupun Akte Kelahiran yang warga urus pada Dinas Dukcapil jika menolak ajakan Kadis untuk mendukung anaknya dalam Pileg 2019.

“Naifnya karena jika kami menolak ajakan Pak Hasman untuk mendukung anaknya yang maju jadi Caleg DPRD Kabupaten Luwu di Dapil IV ini, maka proses administrasi kependudukan yang kami urus di kantornya terkesan diperlambat dan bahkan dipersulit. Bukankah itu adalah salah satu bentuk intervensi dan intimidasi pejabat publik terhadap masyarakatnya,” ujar warga Dapil IV Luwu yang juga namanya minta untuk tidak disebutkan.    

Kondisi demikian sangat disesalkan oleh masyarakat khususnya warga yang berada di wilayah Dapil IV Luwu, sebab menurut mereka Kantor Dinas Dukcapil sebagai sebuah instansi pemerintah untuk pelayanan publik pada bidang administrasi kependudukan mestinya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan.

Oleh karenanya warga berharap agar Kadis Dukcapil Luwu, tidak menjadikan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang dipimpinnya sebagai alat untuk meraih kepentingan politik anaknya dalam Pileg 2019 mendatang.

“Pak Kadis, mestinya tidak menunggangi OPD yang dipimpinnya, apa lagi menyalahkan wewenang dan jabatannya. Termasuk jika sampai melakukan intimidasi dan diskriminasi terhadap warga yang tidak mau mendukung anaknya dalam Pileg 2019,” pinta sejumlah warga Dapil IV Luwu.

Warga menilai, perilaku dan sikap Kadis Dukcapil Luwu, Hasman yang demikian, jelas-jelas merupakan sebuah bentuk perlakuan buruk terhadap masyarakat dalam sistem pelayanan publik.

Menyikapi hal tersebut, kalangan aktivis LSM berharap agar Bupati Luwu, H Basmin Mattayang segera mencopot Kadis Dukcapil Luwu, Hasman.

“Kita sangat menyayangkan jika keluhan warga terhadap Kadis Dukcapil Luwu, benar adanya. Karena kita tidak ingin Kepala OPD di bawah pemerintahan Bupati H Basmin Mattayang dan Wakil Bupati Syukur Bijak, sampai mencederai sistem pelayanan publik,” kata Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy saat dikonfirmasi Tim Redaksi Tabloid SAR, Rabu (10/04/2019).

Lebih lanjut, aktivis yang akrab disapa Bang Ories ini, mengungkapkan bahwa, pihaknya juga telah mendapatkan informasi dari sejumlah warga di Dapil IV Luwu terkait adanya intimidasi yang dilakukan Kadis Dukcapil Luwu terhadap warga.

“Saya juga sudah mendapat informasi tentang hal itu. Informasi itu menyebutkan, sejumlah warga di Dapil IV Luwu yang tidak mau mendukung anaknya Pak Kadis Dukcapil dalam Pileg ini, mereka dipersulit ketika mengurus administrasi kependudukan, baik KTP maupun KK,” ungkapnya.

Menurut Bang Ories, pelayanan publik pada Dinas Dukcapil Kabupaten Luwu yang seperti itu, harus dikecam dan segera dihentikan.

“Tentunya sebagai aktivis LSM, kami mengutuk dan mengecam tindakan penyalah gunaan kekuasaan dan wewenang seperti itu. Maka hal itu, akan kami agendakan untuk dihearing di DPRD,” tegasnya.

Untuk diketahui hingga berita ini dipublikasikan, Kadis Dukcapil Kabupaten Luwu, Hasman belum dapat dikonfirmasi. Tim Redaksi Tabloid SAR ketika mencoba meminta tanggapan dan klarifikasi via seluler, nomor handphone, Hasman tidak dapat dihubungi.

Penulis   : Tim Redaksi
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.