.

.

.

Selasa, 14 Mei 2019

Bupati Lutim Minta Proyek Elektrifikasi Pesisir Danau Towuti Diprioritas PLN

Usai menggelar rapat bersama didampingi jajarannya, Bupati Lutim HM Thoriq Husler foto bareng dengan para Pimpinan PLN UIW Sulselrabar dan pihak manajemen PT. Vale Indonesia di Kantor PLN UIW Sulserabar, Jalan Hertasning Makassar, Selasa (14/05/2019).
LUTIM, Tabloid SAR – Dalam rangka mengatasi krisis listrik yang selama ini dirasakan warga pada lima desa di daerah pesisir Danau Towuti, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Bupati Lutim, HM Thoriq Husler melakukan sejumlah upaya.

Kali ini, Husler menggelar rapat bersama para Pimpinan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar (Sulsel, Sultra dan Sulbar) dengan melibatkan pihak manajemen PT. Vale Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan tambang nickel raksasa yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lutim.

Rapat tersebut, berlangsung di ruang rapat Pimpinan PLN UIW Sulselrabar di Jalan Hertasning Makassar, Selasa (14/05/2019).

Dalam kesempatan ini, Bupati Husler didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Tata Ruang Kabupaten Lutim Zainuddin, Asisten Perekonomian dan Pengembangan Infrastruktur Pemkab Lutim Budiman, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Lutim Senfry Oktavianus.

Rapat kali ini, membahas tentang rencana PLN UIW Sulselrabar yang akan melaksanakan program elektrifikasi di daerah pesisir Danau Towuti, Kabupaten Lutim.

Program elektrifikasi PLN tersebut, merupakan proyek pembangunan jaringan distribusi 20 KV interkoneksi Mahalona – Loeha untuk peningkatan pelayanan listrik milik PLN UIW Suselrabar di Desa Tokalimbo, Loeha, Bantilang, dan program pembangunan listrik desa di wilayah Desa Masiku, Kecamatan Towuti, Kabupaten Lutim.

Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PLN UIW Sulselrabar, Syaifuddin dalam rapat ini mengatakan, rencana elektrifikasi pesisir Danau Towuti mendapat sejumlah kendala, seperti izin pemancanangan tiang listrik, jembatan yang hampir putus, serta melewati kawasan hutan lindung, hingga kondisi jalan yang medannya cukup ekstrim dan licin.

“Dalam pelaksanaan proyek ini, ada sejumlah kendala yang kami hadapi di lapangan, namun semua itu bisa diatasi jika terjalin kerjasama yang baik dengan Pemda Lutim. Oleh karenanya kami berharap dukungan dari Pemda Lutim untuk kelancaran program elektrifikasi ini,” kata Syaifuddin dengan penuh harap.

Sementara itu, Bupati Lutim mengatakan, khusus di Desa Masiku, Kecamatan Towuti sudah ada penerangan listrik dengan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya.

“Namun seiring berjalannya waktu, fasilitas tenaga surya tersebut, sudah tidak lagi berfungsi secara optimal,” kata Husler.

Lebih lanjut, Husler menerangkan bahwa, pada empat desa lainnya di pesisir Danau Towuti, yakni Desa Tokalimbo, Bantilang, Ranteangin dan Desa Loeha, juga sudah dapat menikmati aliran listrik dari PLN, namun belum optimal karena masih dengan sistem isolated atau terpisah dari sistem besar.

“Sehingga pada keempat desa itu, masyarakat kami hanya dapat menikmati penerangan listrik selama beberapa jam dalam sehari,” terangnya.

Orang nomor satu di daerah berjuluk Bumi Batara Guru tersebut, berharap agar program elektrifikasi ini, nantinya bisa segera dilaksanakan oleh pihak PLN UIW Sulselrabar.

“Sehingga krisis listrik yang melanda lima desa di wilayah pesisir Danau Towuti itu, bisa segera diatasi dan masyarakat setempat dapat segera menikmati aliran listrik PLN yang berkesinambungan,” harap Husler.

“Terkait kendala yang dihadapi pihak PLN di lapangan, Pemda Lutim siap mendukung sepenuhnya program elektrifikasi ini,” kuncinya.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.