.

.

.

Senin, 27 Mei 2019

Jelang Pilkades Serentak Tahun 2019, Pemerhati Kebijakan Publik Minta LPJ Para Kades Diperketat

Tokoh Pemuda Malangke Kabupaten Lutra, Andi Muhammad Rizaldy

LUTRA, Tabloid SAR – Sejumlah kepala desa  (Kades) di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, akan berakhir periode masa jabatannya dalam tahun 2019 ini. Dengan berakhirnya masa jabatan para kades tersebut, maka akan dilaksanakan  pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak.

Menurut informasi, pilkades serentak itu, akan digelar pada bulan Oktober 2019 mendatang.
Meski wacana pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Lutra ini, belum banyak diketahui publik, namun sudah mulai menjadi pembicaraan hangat oleh para kades yang akan berakhir masa jabatannya dalam tahun ini. Khususnya bagi mereka yang masih berniat untuk maju sebagai calon kades petahana.

Para kades yang masa jabatannya akan berakhir dalam tahun ini, dan masih berencana maju kembali sebagai calon incumbent di desanya dalam pilkades serentak 2019 mendatang, yakni Kades Ladongi Kecamatan Malangke, Kades Tolangi Kecamatan Sukamaju, dan Kades Lino Kecamatan Sukamaju Selatan, serta sejumlah kades lainnya di Kabupaten Lutra.

Hanya saja, berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku, setiap calon incumbent yang hendak kembali bertarung dalam Pilkades, harus memenuhi persyaratan bebas temuan dari Inspektorat tingkat kabupaten.

Terkait hal tersebut, mendapat tanggapan dari salah seorang tokoh pemuda asal Kabupaten Lutra selaku pemerhati kebijakan publik, Andi Muhammad Risaldy.

Ia mengatakan, pilkades serentak 2019 mendatang akan berbeda konstalasi politiknya dengan pilkades sebelumnya.

“Pilkades mendatang akan syarat dengan kepentingan politik para elit tingkat daerah, khususnya para politisi yang akan maju bertarung pada gelanggang Pilkada Lutra tahun 2020 mendatang.  Karena pilkades serentak tahun ini, tidak berselang lama dengan momentum Pilkada Lutra,” ujar Rizaldy saat dikonfirmasi wartawan Tabloid SAR, Selasa (27/05/2019) sore.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo ini mengungkapkan, jika para elit politik di daerah yang akan mencalonkan diri dalam Pilkada Lutra mendatang, baik itu calon bupati maupun calon wakil bupati, bersama para tim suksesnya, akan ikut terlibat dalam pilkades serentak di Lutra nantinya.

“Sebab jika kandidat kades yang mereka dukung berhasil memenangkan pilkades serentak 2019 di desanya masing-masing, maka pada Pilkada Lutra 2020 mendatang, para calon kepala daerah dan tim suksesnya tidak akan terlalu sulit lagi untuk mejaring suara di desa terkait,” ungkap Rizaldy.

Kendati demikian, kata Rizaldy hal tersebut juga bisa berbanding terbalik jika calon kades yang mereka dukung, mengalami kekalahan.

“Bahkan menangpun, itu juga beresiko jika calon kadesnya lebih dari satu. Sebab kalau dua calon lainnya tahu bahwa si pemenang disokong oleh bakal calon bupati atau calon wakil bupati, maka hampir pasti dalam Pilkada Lutra nantinya, menjadi ajang balas dendam para calon kades yang tidak terpilih,” ujarnya.

Namun terlepas dari itu semua, pemerhati kebijakan publik asal Kecamatan Malangke tersebut, berharap agar pihak terkait yang berkompoten dalam hal mengaudit laporan pertanggungjawaban (LPJ) para calon kades petahana, supaya menjalankan tugasnya secara independen tanpa terkontaminasi politik praktis, baik pada rana pilkades serentak maupun pilkada serentak.

“Sehingga dengan begitu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulsel maupun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, dan  Inspektorat Kabupaten Lutra, dalam melakukan pemeriksaan terkait LPJ para kades harus sesuai dengan prosedur yang ada,” harap Rizaldy.

Rizaldy menjelaskan, dengan begitu pertangjungjawaban secara administratif harus berkesesuaian dengan fakta yang ada dilapangan.

“Agar dapat dipastikan bahwa, benarkah apa yang tertulis dalam pertanggungjawaban para kades, sudah sesuai dengan fakta yang ada. Jangan sampai ada praktek main mata dalam pemberian rekomendasi bebas temuan kepada para calon kades incumbent,” kuncinya.

Penulis   : Kiki
Editor     : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.