.

.

.

Sabtu, 11 Mei 2019

Merasa Diperlakukan Sangat Tidak Adil, Ny Ester Praperadilankan Penyidik Polres Palopo

Mapolres Palopo di Jl. Opu Tosappaile No. 62 Kota Palopo. [Foto : Dok-T.SAR]
Tersangka Harapkan Bantuan LSM Aktivis Pembela Arus Bawah

PALOPO, Tabloid SAR – Penetapan tersangka terhadap Ny Ester Kala’ Linggi yang dilakukan oleh pihak penyidik Polres Palopo, berujung pada pengajuan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Palopo.

Pasalnya, kasus yang disangkakan kepada Ny Ester tersebut, masih terkait dengan proses penanganan perkara perdata dalam bentuk pengajuan permohonan Aanmaning di Pengadilan Negeri Palopo, menyangkut perkara putusan perdata sebagaimana yang tertuang dalam Akta Perdamaian Nomor 20/Pdt.G/2017/PN.Plp tertanggal 15 Juni 2017.

Mengingat hingga saat ini, belum ada sama sekali putusan Aanmaning yang dikeluarkan oleh pihak Pengadilan Negeri Palopo, sebab masih harus menunggu fatwa dari pihak Mahkamah Agung RI.

Tentunya, kasus penetapan tersangka terhadap Ny. Ester menjadi sangat kontraversial. Karena proses Aanmaning atas kasus perdata antara Ny. Ester melawan Abdul Rahman Dg Tompo, seperti dimaksud dalam putusan PN Palopo Nomor 20/Pdt.G/2017/PN.Plp tersebut, sampai saat ini belum dieksekusi oleh PN Palopo, mengingat tahapan Aanmaning belum dilaksanakan.

Sehingga Ny. Ester merasa diperlakukan sangat tidak adil, bahkan merasa dikriminalisasi oleh pihak penyidik Reskrim Polres Palopo, terkait dengan Laporan Polisi Nomor LPB/31/I/2019/SPKT tanggal 30 Januari 2019, atas nama pelapor Abdul Rahman Dg Tompo.

Akibat merasa diperlakukan sangat tidak adil, sehingga pada gilirannya tersangka Ny. Ester melalui kuasa hukumnya (pengacara) Anthonius T. Tulak, SH, MH, mengajukan Permohonan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Palopo, dimana agenda persidangannya dijadwalkan pada Selasa, 14 Mei 2019 mendatang.

Hal tersebut dibenarkan oleh pengacara Anthonius T. Tulak, SH, MH selaku kuasa hukum tersangka Ny. Ester ketika dikonfirmasi wartawan media ini, Jumat (10/05/2019).

“Ya, kita sudah mengajukan Permohonan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Palopo, dan jadwal persidangannya sudah ditetapkan pada Selasa 14 Mei 2019 mendatang,” ujarnya.

Mengenai materi atau subtansinya, kata Anthonius, itu sudah dijabarkan secara gamblang dan terang benderang dalam permohonan praperadilan yang diajukan ke PN Palopo.

“Semoga saja hakim tunggal yang menyidangkan kasus ini nantinya, dapat mengabulkan permohonan praperadilan yang kami ajukan, demi mewujudkan rasa keadilan dan penegakan supremasi hukum di republik ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anthonius menyampaikan, apalagi jika melihat bahwa penetapan tersangka terhadap diri Ny Ester adalah hal yang sangat prematur jika ditinjau dari syarat formil maupun syarat materilnya.

“Oleh karena itu, kami sangat optimis atas permohonan praperadilan yang kami ajukan ini, dapat dikabulkan oleh pihak Pengadilan Negeri Palopo,” ucapnya.

Sementara, Ny Ester pada media ini mengaku tidak bersalah dan penetapan tersangka terhadap dirinya yang dilakukan oleh pihak penyidik Polres Palopo adalah hal yang keliru. Dirinya justru merasa heran, atas adanya perlakuan hukum yang dinilainya sangat tidak adil tersebut.

“Saya sangat diperlakukan tidak adil oleh pihak penyidik Polres Palopo. Padahal saya ada bukti Putusan Akta Perdamaian yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Palopo,” ucap nenek yang sudah berusia 67 tahun ini dengan nada lirih.

Ia menambahkan, rupanya putusan Putusan Akta Perdamaian tersebut justru tidak dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pihak penyidik, sehingga saya ditetapkan menjadi tersangka dan sudah ditahan beberapa hari ini.

Dalam kesempatan itu, Ny Ester mengungkapkan, pihaknya berharap kepada pihak LSM  Aktivis Pembela Arus Bawah agar dapat membatu dirinya dalam menangani perkara pidana yang sedang menjerat dirinya saat ini.

“Saya sangat mengharapkan bantuan Pak Rahmat Foxchy, sesuai perannya sebagai aktivis LSM untuk berupaya membantu saya dalam menegakkan nilai-nilai keadilan hukum atas kasus pidana yang sedang menjerat saya saat ini,” pintanya penuh harap.

Sementara itu, Penyidik Satuan Reskrim Polres Palopo, Aipda Asrul Achmad melalui nomor telepon selulernya, saat dimintai tanggapannya terkait kasus penetapan tersangka terhadap Ny Ester mengatakan, itu sudah didukung oleh dua alat bukti dan telah dilakukan gelar perkara sebanyak dua kali.

“Maka atas dasar itulah, sehingga Ny Ester ditetapkan sebagai tersangka,” kata Asrul.

Penyidik inipun juga membenarkan, bahwa Ny Ester sudah mengajukan Permohonan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Palopo.

“Kalau mau mengetahui perkara ini secara jelas, maka sebaiknya ke Pengadilan Negeri Palopo. Persidangannya nanti pada tanggal 14 Mei 2019. Persidangnya nanti-kan terbuka untuk umum dan di situlah bisa diketahui alasan kami selaku penyidik, sehingga menetapkan Ny Ester sebagai tersangka,” ujarnya Asrul dari balik telepon selulernya.

Sedangkan tanggapan Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy, atas adanya permitaan Ny Ester tersebut, menuturkan bahwa siapapun yang meminta bantuan advokasi pendampingan pada LSM yang dinahkodainya, jika diperlakukan tidak adil, maka jelas akan dibantu sesuai dengan porsinya memalui jalur non litigasi.

“Kita tunggu dululah putusan praperadilannya, jika permohonannya itu dapat dikabulkan oleh pihak Pengadian Negeri Palopo, barulah kita mengambil sikap lebih lanjut,” ujar aktivis yang akrab disapa Bang Ories ini.

Bang Ories menambahkan, jika nantinya permohonan praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukum Ny Ester, dapat dikabulkan oleh pihak pengadilan, maka kasus yang menimpa Ny Ester dapat dikategorikan sebagai bentuk pengkriminalisasian hukum terhadap masyarakat sipil.

“Sebab kita tidak ingin terjadi preseden buruk dalam sistem penegakan hukum di negeri ini, oleh karenanya aparat penegak hukum kita dukung penuh untuk menegakkan hukum, tapi jangan melanggar hukum dalam proses penegakan hukum itu,” pungkasnya.

Penulis   : Tim Redaksi
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.