.

.

.

Jumat, 17 Mei 2019

Surat Terbuka "Safitri" untuk Kejari Lutra Terkait Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Pagar Bandara Seko

Bandara Seko di Desa Padang Balua, Kecamatan Seko, Kabupaten Lutra

Perihal : Surat Terbuka untuk Kejari Lutra Terkait Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Pagar Bandara Seko

 Kepada Yth,

1)    Kajari Lutra
2)    Kasi Pidsus Kejari Lutra

Di_
            Masamba.

Dengan hormat,
Teriring salam dan doa kiranya Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa menyertai kita dalam segala aktivitas keseharian kita.

Sebelumnya ijinkan saya selaku warga negara Indonesia  untuk mempertanyakan beberapa hal, mengenai perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi “Proyek Pembangunan Pagar Bandara Seko di Desa Padang Balua, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel).”

Mengingat dalam kasus dugaan korupsi proyek yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 4,8 milliar tersebut, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lutra, telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini sejak Desember 2018 lalu.

Maka dengan ini kami meminta penjelasan dari pihak Kejari Lutra, mengapa sehingga para tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut, hingga kini belum juga diajukan ke Pengadilan Tipikor Makassar.

Pertanyaan tersebut, saya nilai sangat penting dan mendesak untuk segera ditanggapi secara serius oleh pihak Kejari Lutra, khususnya oleh Kepala Kejari (Kajari) Lutra, Indawan Kuswadi bersama Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Lutra, Muhammad Yusuf, selaku pihak yang berkompoten untuk menjelaskan hal itu.

Karena sebelumnya, Kajari bersama Kasi Pidsus Kejari Lutra, menyampaikan kepada publik melalui sejumlah media massa, baik cetak maupun media during (online) bahwa, Kejari Lutra telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi “Proyek Pembangunan Pagar Bandara Seko” senilai Rp 4,8 milliar yang diduga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 500 juta, sebagaimana hasil perhitungan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulsel.    

Demi menghindari informasi simpang siur dan polemik terkait kasus tersebut, maka saya meminta Kajari bersama Kasi Pidsus Kejari Lutra, untuk segera menjelaskan perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi yang dimaksud.

Demikian “Surat Terbuka” ini saya ajukan, atas segala perhatian dan kerjasamanya tak lupa  diucapkan terima kasih.

Makassar, 17 Mei 2019
Hormat saya,

ttd,

S A F I T R I
(Pemohon)


Catatan :
Mohon kepada kawan-kawan jurnalis agar “Surat Terbuka” ini dipublikasikan supaya cepat sampai kepada yang bersangkutan.

Surat Terbuka untuk Kejari Lutra yang diunggah menggunakan Akun Facebook Safitri To Kampong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.