.

.

.

Selasa, 28 Mei 2019

Tindaklanjuti Surat KPK, Bupati Lutim Terbitkan Surat Edaran Tolak Gratifikasi Terkait Hari Raya Keagamaan untuk Jajarannya

Bupati Lutim, HM Thoriq Husler

LUTIM, Tabloid SAR – Guna menindaklanjuti Surat Edaran dari Ketua KPK RI Nomor : B/3956/GTF.00.02/01-13/05/2019, tertanggal 8 Mei 2019, Perihal Imbauan Pencegahan Gratifikasi Terkait Hari Raya Keagamaan. Bupati Luwu Timur (Lutim), HM. Thoriq Husler terbitkan Surat Edaran Perihal Pencegahan Gratifikasi Terkait Hari Raya Keagamaan.

Surat Edaran Bupati Lutim dengan Nomor : 700/205/V/ITKAB, tertanggal 27 Mei 2019 itu, ditujukan kepada para staf ahli, asisten, Pimpinan OPD, para camat, kepala bagian, Pimpinan BUMD, serta para kepala desa dan lurah se-Kabupaten Lutim.

Dalam Surat Edaran tersebut, Bupati Lutim menginstruksikan jajarannya agar menolak gratifikasi baik berupa uang, bingkisan/parcel, fasilitas dan bentuk pemberian lainnya yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas para jajarannya.

Selain itu dalam edaran ini, Husler juga menerangkan, jika jajarannya mendapat kiriman gratifikasi berupa bingkisan makanan yang mudah rusak atau kadaluwarsa, dapat disalurkan sebagai bantuan sosial ke panti asuhan, panti jompo atau pihak yang lebih membutuhkan.

Namun setelah itu, kata Husler dalam himbauannya, harus melaporkan hal itu kepada Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Kabupaten Lutim di Inspektorat Lutim dengan menyertakan penjelasan dan dokumentasi penerimaannya.

Selanjutnya UPG Kabupaten Lutim, akan melaporkan rekapitulasi penerimaan gratifikasi tersebut kepada KPK dalam jangka 30 hari kerja sejak tanggal penerimaan gratifikasi dimaksud.

Orang nomor satu di daerah berjuluk Bumi Batara Guru tersebut dalam surat edarannya, menghimbau jajarannya untuk tidak mengajukan permintaan dana, sumbangan atau hadiah sebagai THR atau dengan sebutan lain, baik secara individu maupun mengatasnamakan institusi pemerintah pada masyarakat, perusahaan, ASN atau penyelenggara negara lainnya baik secara tertulis maupun tidak tertulis.

Dalam himbauannya, Husler juga meminta kepada seluruh jajarannya agar tidak menggunakan fasilitas kedinasan untuk kepentingan pribadi, seperti memakai kendaraan dinas operasional saat mudik.

Bupati Lutim dalam surat tersebut, tak lupa menghimbau jajarannya untuk melakukan tindakan pencegahan korupsi, dengan menerbitkan surat secara terbuka yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan agar tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun kepada pegawai di lingkungan kerjanya masing-masing.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.