.

.

.

Rabu, 31 Juli 2019

Tahun Pelajaran 2019/2020 SMKN 2 Palopo Terima 725 Siswa Baru

Kepala SMKN 2 Palopo, Nobertinus, SH, MH

PALOPO, Tabloid SAR – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Palopo yang berada di Jl. Merpati No.3, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah SMK tertua di Tana Luwu atau Luwu Raya yang meliputi wilayah Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo.

SMKN yang mulai resmi beroperasi sejak tahun 1980 tersebut, telah membuka 12 program studi keahlian atau jurusan, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pemesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Instalasi Listrik, Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri, Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Teknik Gambar Bangunan, Teknik Bangunan, Teknik Geomatika, dan Teknik Analisis Pengujian Laboratorium.  

Hingga saat ini, SMKN 2 Palopo masih menjadi sekolah favorit yang diunggulkan masyarakat Tana Luwu dan sekitarnya. Sehingga para siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di jazirah Luwu Raya yang berminat mengeyam pendidikan di sekolah kejuruan, menjadikan sekolah tersebut sebagai skala prioritas untuk ditempati mendaftarkan diri setelah menyelesaikan studi.

Dari segi mutu dan kualitas, SMKN 2 Palopo tidak diragukan lagi sebab sekolah ini sejak tahun 2008 hingga 2013 sudah mendapat predikat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM) Provinsi Sulsel, melalui SK No 006191 Tahun 2008 tertanggal 29 Desember 2008.

Bahkan pada Januari 2019 BAN-SM Provinsi Sulsel memperpanjang akreditasi SMKN 2 Palopo dengan predikat akreditasi A (unggul). SK Akreditasi bernomor: 032/BAN-SM/SK/2019 tertanggal 15 Januari 2019 tersebut, akan berlaku hingga 2022 mendatang.

Maka tidaklah mengherankan jika pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMKN 2 Palopo Tahun Pelajaran 2019/2020 lalu, sekaloh ini disesaki alumni SMP/sederajat yang hendak mendaftar sebagai siswa baru.

Hanya saja, Panitia PPDB waktu itu, cuma menerima siswa baru sebanyak 725 orang dari ribuan pendaftar yang mengikuti seleksi.

Para siswa baru tersebut, dibagi menjadi 20 rombongan belajar (Rombel) dan mengisi 20 ruang kelas belajar (RKB) yang disediakan khusus bagi Kelas X.

Hal tersebut, diungkapkan Kepala SMKN 2 Palopo, Nobertinus, SH, MH, saat ditemui wartawan Tabloid SAR di ruang kerjanya, Rabu (31/07/2019) siang.

Menurut, Nobertinus saat ini jumlah peserta didiknya hampir mencapai 2.000 orang siswa.
“Secara keseluruhan jumlah siswa kami sekitar 1.700an orang, dan pada Tahun Pelajaran 2018/2019 lalu, sekolah kami menammatkan 415 orang,” sebutnya.

Selain itu, mantan Kepala SMKN 7 Palopo tersebut menerangkan, setiap angkatan siswanya dibagi kedalam 20 rombel.

“Untuk Kelas X, XI dan XII masing-masing terdiri dari 20 rombel, maka jika ditotal saat ini peserta didik kami terdiri dari 60 rombel yang dibagi kedalam 60 RKB,” terang Nobertinus.  
Kendati demikian, kata Nobertinus sekolah yang dinahkodainya, masih kekurangan 5 RKB dan sejumlah tenaga guru produktif atau guru kejuruan.

“Karena di sekolah ini kami masih kekurangan guru produktif, sehingga para guru produktif yang telah pensiun kami karyakan kembali. Mereka dikaryakan kembali di sekolah ini sebagai tenaga sukarela,” kata alumni dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif & Elektronika (P4TK BOE) Malang Tahun 1991 tersebut.

“Keempat jurusan yang masih kurang tenaga guru produktifnya di sekolah ini adalah Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor dan Teknik Bangunan, serta Teknik Geomatika,” sambungnya.

Alumni Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar Tahun 2011 ini menjelaskan, pihaknya telah melaporkan hal itu kepada pihak terkait.

“Mengenai kurangnya RKB dan guru produktif di sekolah ini, sudah saya laporkan kepada pihak terkait, baik pada tingkat provinsi maupun pusat. Kita usulkan penambahannya melaui Sitem Takola (Tata Kelola Sekolah) yang berbasis online,” jelas Nobertinus.

“Kalau sarana dan prasarana lainnya di SMKN 2 Palopo ini, sudah lumayan lengkap. Seperti ruang praktek, alat praktek, laboratorium, perpustakaan, moshullah dan lain sebagainya,” tambah mantan Wakil Kepala SMKN 3 Palopo tersebut.

Dalam kesempatan ini, Kepala SMKN 2 Palopo juga mengungkapkan, bahwa tahun ini sekolah yang dipimpinnya mendapatkan program bantuan dari pemerintah pusat berupa program revitalisasi insfrastruktur dan peralatan SMK.

“Bantuan itu kami dapatkan melalui Direktorat Pembinaan SMK, dengan total anggaran sebanyak Rp 1,9 milliar. Dana tersebut, kami gunakan untuk pembangunan kantor, rehab 10 RKB, dan pengadaan mobiler, serta pembuatan WC khusus siswa,” kunci Nobertinus.  

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.