.

.

.

Senin, 26 Agustus 2019

Aktivis LSM Surati PT Elike Tiga Satu dan PPK Proyek Pengaspalan Jalan Andi Mappanyompa Palopo

Salah satu titik di Jalan Andi Mappanyompa, Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, tampak tergenang banjir. Jalan ini yang akan diaspal oleh PT Elike Tiga Satu.

PALOPO, Tabloid SAR – Proyek pengaspalan Jalan Andi Mappanyompa di Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menuai sorotan publik.

Pasalnya jalan poros menuju Kompleks BTN Nyiur tersebut, setiap musim hujan selalu tergenang air yang mengakibatkan banjir karena badan jalan itu, masih sangat rendah pada sejumlah titik.

Warga setempat berharap, sebelum pengaspalan dilakukan oleh pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, terlebih dahulu mestinya dilakukan penimbunan badan jalan agar Jalan Andi Mapanyompa ini tidak lagi tergenang banjir pada musim hujan.

Selain itu, ada indikasi proyek pengaspalan ini tidak sesui dengan spesipikasi teknis. Karena aspal yang lama tidak dikupas atau dibongkar terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan pengaspalan ulang, guna menjamin mutu dan kualitas peningkatan badan jalan tersebut..

Menyikapi tersebut, LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, menyurati PT Elike Tiga Satu selaku rekanan yang mengerjakan proyek ini. Termasuk menyurati pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas pelaksanaan pengaspalan Jalan Andi Mappanyompa.

Koordinator Divisi Investigasi LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, Erian Kusuma mengatakan, materi surat ber-Nomor 001-DE/Invetg/LSM-Arus Bawah/Plp-2019 tertanggal 26 Agustus 2019 yang dilayangkan kepada pihak rekanan dan PPK, substansinya adalah menyempaikan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi terhadap kegiatan pengaspalan tersebut.

“Ya, itu sebagai bentuk partisifasi terhadap sistem pengawasan publik. Apalagi PT Elike Tiga Satu ini, dikabarkan banyak mengerjakan proyek pengaspalan sejumlah ruas jalan di Palopo ini. Itu semua akan menjadi sasaran target pengawasan LSM kami,” ujarnya.

Lanjut, Erian mengemukakan, adapun hasil pengumpulan data dan informasi Tim Investigasi LSM kami nantinya, akan ditelaah terlebih dahulu atas adanya kemungkinan terjadi dugaan salah bestek.

“Selanjutnya akan kita koordinasikan dengan pihak APH (Aparat Penegak Hukum) yang berwenang dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi,” kata aktivis LSM tersebut.

Karena proyek pengaspalan ini, tuturnya lagi, masih dalam tahap pelaksanaan fisik, sehingga kami dari LSM Aktivis Pembela Arus Bawah akan melakukan pengawasan agar kegiatan proyek ini dapat menghasilkan kualitas pembangunan sesuai bestek.

Tentu pula, tuturnya lebih lanjut, LSM kami juga akan mengajak warga yang berdomisili di sekitar ruas jalan yang dikerjakan PT Elika Tiga Satu, agar juga proaktif untuk melakukan pengawasan pada setiap tahapan pelaksaanaan pengaspalan yang dilakukan pihak kotraktor itu.

“Kami sudah menyampaikan pada warga, agar mengunakan HP mereka untuk mengambil foto dan vidio, setiap tahapan kegiatan pelaksanaan proyek itu, baik sebelum dilakukan pengaspalan maupun ketika pengaspalan, serta pasca pengaspalan,” ucap Erian.

Itu maksudnya, sambung Erian, supaya proyek pengaspalan tersebut, dapat terekam seluruh tahapan pelaksanaannya, agar dapat diketahui secara visual.

“Jadi dari situ kita bisa menganalisa, apakah kegiatan pengaspalan itu sudah sesuai dengan pelaksanaan teknis pengaspalan yang sebenarnya,” tambahnya.

Menurutnya, jika partisifasi masyarakat didorong untuk ikut proaktif dalam melakukan pengawasan terhadap setiap pelaksanaan pembangunan infrastruktur, apapun itu bentuknya, termasuk proyek pengaspalan yang sedang dikerjakan pihak kontraktor ini.

“Sebab masyarakat merupakan penerima manfaat setiap program pelaksanaan pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah. Dan jika pembangunan itu tidak berkualitas, maka di situ patut diduga terjadinya potensi kerugian negara,” sebut Erian.

Lalu Erian menyampaikan lagi, pengaduan masyarakat baik dalam bentuk foto atau vidio dapat dikirim melalui pusat informasi pengaduan LSMnya, melalui aplikasi WhatsApp bernomor 0822 9646 2641.

Selain itu, Erian juga menghimbau, agar masyarakat jangan pernah ragu apa lagi takut untuk mengadukan setiap dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek pembangunan yang ada di Kota Palopo melalui WhatsApp LSMnya.

“Karena identitas masyarakat yang melapor dijamin kerahasiaannya oleh LSM kami. Bahkan harus diapresiasi jika dapat berpartisipasi memberikan laporan terhadap setiap potensi korupsi yang diduga terjadi dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di sekitar wilayahnya masing-masing,” tukasnya.

“Sebab itu, sudah menjadi komitmen LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, untuk selalu menjunjung tinggi kerahasiaan identitas masyarakat yang berpartisipasi dalam melaporkan kasus dugaan korupsi,” kuncinya.

Sementara itu, pelaksana PT Elike Tiga Satu, Kasianto ketika dikonfirmasi menyampaikan kesiapannya untuk memberikan klarifikasi atas adanya sorotan publik terhadap kegiatan pengaspalan pada ruas Jalan Andi Mappanyompa tersebut.

“Sebaiknya besok saja (Sabtu, 24 Agustus 2019) kita ketemu sekitar pukul 11.00 WITA, agar kita bisa sama-sama melihat secara langsung kegiatan kami di lokasi,” ujar Kasianto via hand-phonenya saat dikonfirmasi awak media ini, Jumat (23/08/2019).

Kasianto menambahkan, agar kita bisa sama-sama melihat apa yang dipermasalahkan oleh masyarakat di sekitar lokasi proyek pengaspalan Jalan Andi Mappanyompa.

“Soalnya, jika saya memberikan klarifikasi melalui HP, itu justru bisa membuat penjelasan dari saya kurang bagus. Jadi sebaiknya besok kita ketemu di lokasi proyek, supaya penjelasan dari saya menjadi terang-benderang,” tambahnya.

Namun hingga berita ini dipublikasikan, Kasianto selaku pelaksana PT Elike Tiga Satu belum juga memberikan informasi lebih lanjut sesuai yang dijanjikan.

Penulis   : Arsyad
Editor     : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.