.

.

.

Kamis, 08 Agustus 2019

APBDes Capai Rp 1,4 Milliar Lebih, Kades Pompengan Tengah Genjot Pembangunan Infrastruktur Desanya

Kantor Desa Pompengan Tengah

LUWU, Tabloid SAR – Tahun ini jumlah pendapatan Desa Pompengan Tengah, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mencapai Rp 1,4 milliar lebih.

Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sumber mata anggaran, yakni Dana Desa dari Kementrian Desa sebesar Rp 1.085.602.000, Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Kabupaten Luwu Rp 341.650.000, Bagi Hasil Pajak & Bagi Hasil Retribusi Desa (BHP/BHRD) dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Rp 11.561.500, serta pendapatan lainnya Rp 745.800.

Total pendapatan ini, sama besarnya dengan jumlah belanja Desa Pompengan Tengah sebanyak Rp 1.439.559.300 sebagaimana tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Pompengan Tengah Tahun Anggaran (TA) 2019.

Hal tersebut, diungkapkan Kepala Desa (Kades) Pompengan Tengah, Rustan saat dikonfirmasi wartawan Tabloid SAR, ketika sedang meninjau sebuah sumur bor program kerja desanya di Dusun Kala-Kala, Kamis (8/8/2019).

Menurutnya, APBDes Pompengan Tengah TA.2019 sebanyak Rp 1.439.559.300 itu, digunakan untuk membiayai sejumlah kegiatan fisik dan non fisik di desa yang dinahkodainya.

“Anggaran sebanyak itu kami gunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa sebesar Rp 331.761.500, pelaksanaan pembangunan desa Rp 1.029.619.800, pembinaan masyarakat desa Rp 16.200.000, dan pemberdayaan masyarakat desa Rp 11.978.000, serta penambahan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebanyak Rp 50.000.000,” kata Rustan.
Kepala Desa Pompengan Tengah, Rustan, S.Ap (kanan) didampingi aparatnya saat meninjau sumur bor yang baru saja selesai proses pengeborannya di Dusun Kala-Kala, Desa Pompengan Tengah, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Kamis (8/8/2019).
Selain itu, Rustan menerangkan, biaya penyelenggaraan desa yang dibiayai menggunakan ADD, meliputi pembayaran penghasilan tetap dan tunjangan aparat desa, operasional pemerintahan desa, tunjangan dan operasional BPD, penyediaan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan aparat desa, penyediaan insentif dan operasional RT/RW.

“Termasuk digunakan untuk pembayaran upah staf pemerintah desa dan BPD, serta pemeliharaan gedung atau prasarana kantor desa kami,” terangnya.

Lebih lanjut, Kades Pompengan Tengah dua periode tersebut menjelaskan, khusus untuk pelaksanaan program pembangunan desa yang dibiayai menggunakan Dana Desa, itu yang paling banyak menyedot anggaran hingga mencapai angka Rp 1 milliar lebih.

“Sebab tahun ini, ada tiga item pekerjaan fisik yang kami programkan, yakni pengerasan jalan lingkungan desa, pembuatan talud, dan peningkatan sumber air bersih atau sumur bor untuk masyarakat. Setiap titik sumur bornya, akan kami buatkan bak penampungan air. Sehingga masyarakat nantinya, tinggal memasang selang atau pipa untuk mengalirkan air bersih itu ke rumah mereka,” jelas Rustan.

Rustan menambahkan, program pengerasan jalan sepanjang 2.316 meter itu tersebar pada tiga titik, yakni di Dusun Samarinda, Samarinda Utara dan Kala-Kala Selatan. Sedangkan pembuatan talud sepanjang 864 meter tersebar pada dua titik, yaitu di Dusun Samarinda dan Samarinda Utara.

“Kalau program peningkatan sumber air bersih (sumur bor) itu, tersebar pada semua dusun yang ada di desa ini, yakni Dusun Samarinda, Samarinda Utara, Kala-Kala dan Kala-Kala Selatan. Setiap dusunnya kami buatkan satu titik sumur bor dan bak penampungan air,” tandasnya.

Untuk diketahui, BUMDes Pompengan Tengah saat ini bergerak pada dua jenis usaha, yakni usaha bengkel las dan pres ban motor. Kedua usaha tersebut, sudah mulai beroperasi dan mulai menghasilkan uang.

Hanya saja, kedua usaha ini masih butuh tambahan modal untuk melengkapi sarana dan prasana penunjang lainnya, sehingga tahun ini Pemerintah Pompengan Tengah mengalokasikan penambahan modal sebanyak Rp 50 juta.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.