.

.

.

Minggu, 18 Agustus 2019

Event FKN XIII Diharapkan Menjadi Momentum Promosi Wisata di Tana Luwu

Julianty Putri

Oleh : Julianty Putri

FKN (Festival Keraton Nusantara) XIII Tahun 2019, apabila tidak ada aral melintang, akan segera diselenggarakan di Kota Palopo, selama tujuh hari, terhitung mulai dari tanggal 6 hingga 12 September 2019 mendatang.

Ini merupakan sebuah kehormatan tersendiri bagi Kedatuan Luwu atau Kerajaan Luwu, karena menjadi tuan rumah dalam event budaya akbar secara nasional tersebut.

Hal ini, sekaligus mempertegas bahwa Kedatuan Luwu ini merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah eksis mewarnai sejarah peradaban nusantara di masa lampau.

Terlepas dari pada itu, tentunya sangat diharapkan agar event dua tahunan ini tidak hanya sukses penyelenggaraan pada sebatas seremonial budaya saja. Akan tetapi, bagaimana seharusnya event FKN VIII ini dapat sukses menjadi momentum untuk ajang promosi pariwisata di Tana Luwu.

Pasalnya, pagelaran event kebudayaan berskala nasional, tidak hanya menghadirkan ratusan raja-raja se-nusantara, tapi juga dihadiri oleh sejumlah raja-raja dari manca negara (luar negeri), beserta rombongannya masing-masing.

Apalagi untuk dapat kembali menjadi tuan rumah pada event dua tahunan ini, tentunya Kedatuan Luwu paling tidak masih harus menunggu dua atau tiga generasi ke depan.

Olehnya itu, diharapkan agar event FKN 2019 ini dapat menjadi momentum, untuk ajang promosi pariwisata bagi seluruh jajaran pemerintah daerah di Tana Luwu ini.

Karena dengan hadirnya ratusan raja beserta rombongannya yang terdiri dari ribuan personil tersebut, diharapkan pula dapat menjadi konduktor informasi untuk tujuan wisata di Tana Luwu, setelah mereka kembali ke daerahnya atau negaranya masing-masing.

Pertanyaannya kemudian, apakah dinas-dinas yang menangani masalah kepariwisataan pada setiap jajaran pemerintah daerah di Tana Luwu ini, sudah menangkap event budaya keraton nusantara ini dalam upaya mendorong pengembangan dunia kepariwisataan pada wilayahnya masing-masing ke depan?

Maksudnya, bagaimana kegiatan FKN XIII ini dapat dijadikan sebagai sebuah momentum yang bisa menjadi sarana untuk ajang promosi wisata dalam mendorong masuknya kunjungan wisatawan ke depan, baik itu wisatawan domestik maupun itu wisatawan manca negara.

Karena mengingat latar belakang sejarah Kedatuan Luwu yang cenderung didominasi cerita rakyat yang sifatnya berdimensi legenda mitos dan juga memiliki keragaman budaya lokal. Selain memiliki pemandangan pantai dan beragam fenomena alam pegunungan yang tak kalah indahnya.

Pada dasarnya mensukseskan penyelenggaraan sebuah event besar, seperti FKN adalah hal yang sudah menjadi kebiasaan pada umumnya oleh para tuan rumah. Namun tak kalah pentingnya di sini, bagaimana seharusnya memanfaatkan event ini, agar dapat sukses menjadi ajang promosi wisata Tana Luwu.

Sehingga seusai penyelenggaraan FKN 2019 itu nantinya, pada gilirannya Tana Luwu ini dapat pula menjadi salah satu destinasi wisata bagi para wisatawan baik domestic maupun manca negara.

Paling tidak raja-raja yang hadir pada event tersebut, kedepannya diharapkan dapat mengajak sanak keluarga, kerabat dan handaitaulan, untuk kembali berwisata di Tana Luwu ini. Sebab event ini, tentunya sangat tidak cukup waktu bagi mereka untuk mengunjugi tempat-tempat destinasi wisata di wilayah ini.

Mungkinkah hal itu akan dapat terwujud? Tentu jawabannya ada pada kebijakan masing-masing jajaran pemerintah daerah di Tana Luwu ini, seperti apa mengelola dan mengemas promosi atas potensi wisatanya di wilayah mereka masing-masing.

**) Penulis adalah Alumni Universitas Indonesia (UI) asal Bastem-Luwu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.