.

.

.

Rabu, 28 Agustus 2019

Pasca Kebakaran, Bupati Wajo Perintahkan Tim Gabungan Pemkab Wajo Pantau Kondisi Pedagang Pasar Tempe di Sengkang

Para pedagang kembali berjualan di sisi sebelah utara, selatan dan barat Pasar Tempe di Sengkang, Kabupaten Wajo, pasca kebaran hebat menghanguskan ratusan lapak, kios dan lodz milik pedagang. 

WAJO, Tabloid SAR – Pasca kebakaran Pasar Tempe di Jalan WR Supratman, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Bupati Wajo, H Amran Mahmud perintahkan Tim Gabungan Pemkab Wajo untuk turun memantau langsung kondisi para pedagang di tradisional yang ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (24/08/2019) dini hari itu.

Selain memantau kondisi para pedagang pasar pasca kebakaran, tim juga diintruksikan melakukan sosialisasi bahwa selama masa pemulihan pasar yang telah beroperasi sejak tahun 1960an itu, Pemkab Wajo membebaskan semua jenis pungutan atau retribusi bagi para pedagang.

Tim ini juga ditugasi untuk mensosialisasi bahwa ratusan lapak darurat berukuran 1,5 x 1,5 meter yang sementara dibangungan oleh Pemkab Wajo akan digunakan merelokasi para para pedagang dan dibagikan secara gratis tanpa pungutan apapun.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Wajo, H Yunus yang ikut dalam tim tersebut mengatakan, pasca kebakaran Pasar Tempe ini, tidak ada pungutan apapun yang dibebankan kepada para pedagang.

“Kami sementara sosialisasi kepada seluruh pedagang di pasar ini bahwa tidak ada lagi pungutan terhadap mereka pasca kebakaran. Semua pungutan yang dibebankan bagi pedagang selama ini ditiadakan untuk sementara sesuai intruksi Pak Bupati (Amran Mahmud),” kata Yunus saat dikonfirmasi wartawan di lokasi pembangunan lapak sementara di sekitar Pasar Tempe, Rabu (28/08/12019).

Yunus menambahkan, saat ini Pemkab Wajo sedang membangun lapak sementara sebanyak 708 unit berdasarkan perintah Bupati Wajo.

“Semua pedagang yang terdampak dari peristiwa kebakaran pasar ini, akan dipindahkan keluar dari lokasi kebakaran. Mereka akan menempati lapak yang sementara dibangun ini, tanpa pungutan apapun karena semua biayanya ditanggung oleh Pemkab Wajo,” tambahnya.

Menurut Yunus, Insyah Allah beberapa hari kedepan proses pembangunan lapak darurat untuk para pedagang Pasar Tempe diperkirakan sudah bisa rampung.

“Mungkin hari minggu mendatang proses pembangunan lapaknya sudah bisa rampung semua,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Wajo, H Amiruddin mengungkapkan, pembangunan ratusan lapak sementara yang dipersiapkan untuk merelokasi para pedagang Pasar Tempe yang terkena dampak bencana kebakaran pada akhir pekan lalu, sudah hamper rampung.

“Proses pembangunannya, sudah sekitar 60 persen, Insyah Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa dituntaskan 100 persen,” ungkapnya.

Sekda berharap, lapak-lapak darurat yang terbuat dari rangka baja ringan dan beratap seng itu secepatnya dapat diserahkan kepada seluruh pedagang yang terkena dampak kebakaran Pasar Tempe baru-baru ini.

“Dinas Perdagangan sudah kami tugaskan untuk melakukan pemetaan dan menginventarisasi para pedagang pasar di sini yang selanjutnya akan kita tempatkan di lapak-lapak sementara secara adil dan merata. Tidak ada pedagang yang akan di anak tirikan maupun dianak emaskan,” ujar Amiruddin.

Amiruddin menegaskan, semua pedagang akan mendapat tempat sesuai sesuai porsi yang telah mereka tempati masing-masing di pasar lama sebelum terbakar.

“Penempatan para pedagang pada lapak sementara yang dibangun Pemkab Wajo ini, nantinya akan diundi menggunakan nomor urut,” tegasnya.

Bupati Wajo, H Amran Mahmud berharap, agar para pedagang Pasar Tempe dapat segera direlokasi untuk menempati lapak-lapak sementara yang dibangun Pemkab Wajo.

“Dengan harapan agar para pedagang bisa beraktivitas kembali seperti biasanya dalam menjalankan usaha perdagangan mereka. Sehingga perputaran roda perekonomian bisa lancar kembali dan masyarakat dapat membeli kebutuhan mereka sehari-hari di lapak-lapak sementara itu,” kuncinya.

Editor : William Marthom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.