.

.

.

Rabu, 07 Agustus 2019

SDN 660 Mekar Jaya di Luwu Kekurangan Sarpras, Siswa Kelas II Belajar di Luar RKB


Tampak siswa-siswi Kelas II SDN 660 Mekar Jaya, mengikuti proses pembelajaran di teras salah satu ruang kelas belajar (RKB) karena sekolah mereka baru memiliki 5 unit RKB. [Foto : William Marthom]
LUWU, Tabloid SAR – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 660 Mekar Jaya di Desa Kaliba Mamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga kini masih kekurangan sarana dan prasarana (Sarpras).

Pasalnya, sekolah dasar yang mulai beroperasi pada Tahun Pelajaran 2011/2012 tersebut, sampai saat ini belum memiliki kantor, ruangan guru, perpustakaan, dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), termasuk WC untuk siswa dan para tenaga kependidikan.

Bahkan selama  ini, ada satu rombongan belajar (rombel) siswa-siswi SDN 660 Mekar Jaya, terpaksa harus mengikuti proses pembelajaran di luar ruang kelas belajar (RKB). Mereka mengikuti proses pembelajaran di teras salah satu RKB yang ada di sekolah mereka, karena sekolahnya baru memiliki 5 RKB.

Beruntung, tahun ini sekolah yang telah tiga kali menammatkan peserta didiknya tersebut, mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019 sebanyak Rp 210 juta untuk pembangunan satu unit RKB dan pengadaan mobiler.

Sehingga jika proses pembangunan satu unit RKB itu bisa rampung pada akhir tahun 2019 mendatang, maka siswa-siswi Kelas II SDN 660 Mekar Jaya sudah bisa belajar dalam RKB dan tidak lagi mengikuti proses pembelajaran di teras RKB kelas lainnya di sekolah mereka.

Hal ini diungkapkan, Kepala SDN 660 Mekar Jaya, Sarmiati SPdi, saat ditemui wartawan Tabloid SAR di ruang kerjanya, Rabu (7/8/2019) siang.

Menurutnya, sekolah yang dipimpinnya hingga saat ini, masih kekurangan sarana dan prasarana.

“Sampai saat ini, sekolah kami belum memiliki kantor, ruangan guru, perpustakaan, UKS dan WC. Karena kantor kami belum ada, makanya RKB Kelas V ini, terpaksa saya sekat sebagian untuk dijadikan kantor dan ruang kerja saya,” ujar Sarmiati.
Karena belum memiliki kantor, sehingga Kepala SDN 660 Mekar Jaya, Sarmiati SPdi, terpaksa menyekat sebagian ruang Kelas V di sekolahnya untuk dijadikan kantor dan ruang kerja. [Foto : William Marthom]
Sedangkan para guru, kata Sarmiati, pada jam istrahat mereka biasanya menikmati jam istrahatnya di teras RKB yang ada.

“Sebab sekolah ini, juga belum memiliki ruangan guru. Jadi pada jam istrahat, sebagian para guru menikmati jam istrahatnya di dalam kelas mereka, dan yang lainnya kumpul-kumpul di teras salah satu RKB,” tuturnya.

Selain itu, alumni S1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo tersebut mengungkapkan, sekolah yang dinahkodainya juga belum dipagari.

“Sekolah ini, juga belum memiliki pagar. Namun tahun ini kami baru mengajukan usulan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu untuk pembangunan kantor, ruangan guru, perpustakaan dan WC,” ungkap Sarmiati seraya mengatakan, setelah usulan itu direalisasikan baru kemudian mengusulkan pembangunan ruang UKS dan pagar sekolah.

Lebih lanjut, mantan Guru Bidang Studi Agama Islam di SDN Nomor 93 Tombang ini, menerangkan, total jumlah peserta didiknya saat ini sebanyak 140 orang.

“Jumlah keseluruhan siswa-siswi kami sebanyak 140 orang. Yang tamat tahun ini, sebanyak 23 orang, sedangkan peserta didik baru yang kami terima untuk Tahun Pelajaran 2019/2020 sejumlah 26 orang,” terang Sarmiati.

Hanya saja, tambah Sarmiati, SDN 660 Mekar Jaya juga masih kekurangan tenaga pengajar yang berstatus PNS (pegawai negeri sipil).

“Tenaga kependidikan di sekolah ini, baru empat orang yang sudah berstatus PNS, yakni tiga orang guru kelas dan saya selaku kepala sekolah. Sementara enam orang guru lainnya masih berstatus honorer dan suka rela. Enam tenaga pengajar yang belum berstatus PNS itu, tiga diantaranya sebagai guru kelas dan tiga lainnya adalah guru bidang studi,” sebutnya.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok         


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.