.

.

.

Rabu, 28 Agustus 2019

Tim Surveyor dari Kemenkes RI Datangi Puskesmas Belopa, Ada Apa?


Kepala Puskesmas Belopa, dr. Ernawati berdiri memaparkan visi misi FKTP yang dinahkodainya dalam acara penyambutan Tim Surveyor Komisi Akreditasi FKTP Kemenkes RI di ruang utama Puskesmas Belopa, Kelurahan Tanamanai, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Rabu (28/08/2019)
LUWU, Tabloid SAR – Sejumlah Tim Surveyor Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Kemenkes RI datangi Puskesmas Belopa di Kelurahan Tanamanai, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (28/08/2019).

Kedatangan Tim Surveyor Komisi Akreditasi FKTP tersebut untuk menindaklanjuti amanat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas.

Berdasarkan Permenkes itu, sehingga semua puskesmas harus terakreditasi dalam tahun 2019 ini. Maka sebagai tindak lanjutnya, Puskesmas Belopa harus pula menjalani proses akreditasi tersebut.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Surveyor Komisi Akreditasi FKTP Kemenkes RI, H Sugian Nor di depan para hadirin dalam acara penyambutan timnya di Puskesmas Belopa.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjamin perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko yang dilaksanakan secara berkesinambungan di puskemas.

“Maka diperlukan adanya penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan, yakni melalui mekanisme akreditasi,” kata Sugian.

Selain itu, Sugian mengungkapkan, survey akreditasi merupakan kegiatan penilaian untuk mengukur tingkat kesesuaian puskesmas dalam menerapkan standar akreditasi yang ditetapkan oleh Kemenkes RI.

“Ada sejumlah point yang merupakan tujuan utama akreditasi puskesmas, pertama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, kedua sebagai perlindungan bagi sumber daya manusia kesehatan, masyarakat dan lingkungan serta FKTP, ketika menilai kinerja FKTP dalam pelayanan kesehatan perorangan dan kesehatan masyarakat,” ungkap Sugian.

Ketiga tujuan diatas, kata Sugian, dapat tercapai melalui peningkatan dan pembinaan mutu kinerja pelayanan kesehatan pada FKTP secara berkesinambungan terhadap sistem manajemen.

“Baik pada sistem manajemen mutu maupun sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta sistem manajemen resiko,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugian menjelaskan, dalam melakukan survey akreditasi, ada empat metode yang dilakukan, antara lain penelusuran dokumen-dokumen yang disusun oleh puskesmas, penelusuran terhadap pelaksanaan manajemen, visitasi lapangan berupa wawancara pengelola program dan pimpinan lintas sectoral.

“Dan yang terakhir adalah observasi terhadap kegiatan manajemen, pelayanan klinis maupun penyelenggaraan program dan bukti-bukti dokumen berupa rekaman bukti pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Belopa, dr Ernawati dalam kesempatan ini, memaparkan visi dan misi FKTP yang dinahkodainya.

Ernawati menerangkan, dalam pelaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Belopa, pihaknya telah berupaya untuk memenuhi ketersediaan dan kelengkapan perbekalan kesehatan.

“Termasuk, sarana dan prasarana yang dapat mendukung pelayanan kesehatan di puskesmas ini. Sehingga kami terus melakukan yang terbaik untuk meningkatkan mutu pelayanan,” terangnya seraya mengatakan, semoga dalam penilaian akreditasi ini kami mampu mencapai nilai paripurna.

Untuk diketahui, proses penilaian akreditasi di Puskesmas Belopa rencananya akan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (28-30/08/2019).

Diketahui pula, acara penyambutan Tim Surveyor Komisi Akreditasi FKTP dari Kemenkes RI tersebut, dihadiri oleh Anggota DPRD Sulsel Andi Jahida Ilyas, Plt. Camat Belopa Rahmat Andi Parana, Dandramil Belopa Kapten Inf Marthen Luther, serta para staf Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dan para staf Puskesmas Belopa.

Editor : William Marthom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.