.

.

.

Kamis, 05 September 2019

Produksi Budidaya Ikan Asylla di Kecamatan Telluwanua Kota Palopo Mulai Merambah Pasar Ikan Hias

Berbagai macam jenis ikan koi yang ada di kolam Budidaya Ikan Asylla di Kelurahan Batu Walenrang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo  
PALOPO, Tabloid SAR – Ikan koi adalah salah satu jenis ikan hias yang banyak peminatnya, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Sehingga tak heran jika banyak orang yang berminat membuka usaha budidaya ikan koi.

Harga ikan koi juga lumayan menjanjikan, mulai dari harga ribuan rupiah per-ekor hingga jutaan rupiah, tergantung dari jenis, ukuran (besar/kecil) dan keindahan warnanya.

Prospek ikan koi memang cukup baik khususnya di Indonesia, mungkin karena para peminat dan penghobbi jenis ikan hias tersebut semakin meningkat tajam.

Tak heran jika, Sekretaris Dinas Pertanahan Kota Palopo, Darsan Dappy ST MM, mulai merintis usaha budidaya ikan koi dua tahun lalu ketika dirinya masih menjabat sebagai Camat Telluwanua.

Darsan membudidayakan ikan koi pada kolam permanen miliknya berukuran 30 x 10 meter yang dibagi menjadi 9 petak.

Kolam tersebut berada tepat di belakang rumah mantan Camat Telluwanua ini yang berada di Lorong Home Base Batu, Kelurahan Batu Walenrang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Sembilan petak kolam milik Darsan, terdiri dari kolam indukan, pendederan hingga kolam pembesaran.

Menurut mantan Ketua KNPI Kota Palopo ini, dirinya tertarik untuk mulai membuka usaha budidaya ikan koi karena melihat prospek bisnis tersebut lumayan meyakinkan.

“Usaha ini saya rintis karena melihat prospeknya yang lumayan menjanjikan. Apa lagi saya adalah orang yang boleh dikata pecinta atau penghobi ikan hias,” kata Darsan saat dikonfirmasi wartawan Tabloid SAR di kediamannya baru-baru ini.

Selain itu, Darsan menerangkan, pihaknya menjual berbagai macam jenis ikan koi dengan harga bervariasi bagi siapa saja yang berminat.

“Sudah setahun kami menjual berbagai macam jenis ikan koi yang diproduksi dari kolam Budidaya Ikan Asylla, harganya mulai dari Rp 10 ribu per-ekor hingga Rp 2 juta. Itu tergantung jenis ikannya, ukuran dan keindahan motif warnanya,” terang mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (PB IPMIL) pada era tahun 1990an tersebut.

Lebih lanjut, Darsan menjelaskan, bibit ikan koi awalnya dibeli dari pulau Jawa. “Dulu bibit ikan koi saya beli dari Blitar Jawa Timur. Koi indukan kualitas impor,” jelasnya.
Jenis-jenis ikan koi yang sering ditampilkan pada kontes ikan koi di Indonesia
Untuk diketahui, menurut sejarah ikan koi yang dibudidayakan di Indonesia awalnya dibawa oleh Presiden Soekarno dari China sekitar tahun 1960-an.

Ikan koi yang dihadiahkan para pemimpin China kepada presiden pertama RI tersebut, diberikan Soekarno kepada para petani di Kabupaten Batu, Jawa Timur untuk dibudidayakan.

Bibit ikan koi indukan asal Negeri Tiongkok itu, kemudian dikembangkan para petani Batu Jawa Timur dan dipopulerkan oleh para pembudidaya ikan yang telaten di Kota Blitar Jawa Timur.

Saat ini, para pembudidaya ikan koi di Blitar Jawa Timur, sudah beberapa tahun terakhir mengeksport ikan hias tersebut ke sejumlah negara di benua Amerika, Eropa dan Asia.

Adapun beberapa jenis ikan koi yang sering ditampilkan pada kontes-kontes ikan koi pada sejumlah daerah di Indonesia, yakni koi jenis kohaku, taisho sanke, showa sanshoku, shiro bekko, utsurimono, asagi, shusui, koromo, kawarimono, ogon, hikarimoyomono, hikari utsurimono, kinginrin, tancho.

Diketahui pula, Budidaya Ikan Asylla selain membudidayakan dan menjual ikan koi, juga ikan bawal.

Bagi yang berminat membeli ikan koi maupun ikan bawal dapat menghubungi “Budidaya Ikan Asylla” melalui contack person HP/WA ; 085341758982 – 0811426856.

Penulis   : William Marthom
Editor     : Zottok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.