.

.

.

Senin, 02 September 2019

Proyek Pengaspalan Jalan Poros Padang Sappa – Noling di Luwu Disorot Masyarakat

Tampak kegiatan pengupasan aspal lama pada proyek pengaspalan ruas jalan poros Rante Damai - Lamasi Pantai di Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Proyek tersebut dibiayai menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2019.

  • Yulianus : Itu Sama Sekali Tidak Benar, Aspal Lama Tetap Dikupas

LUWU, Tabloid SAR – Melalui tahun pertama pemerintahan Bupati H Basmin Mattayang ini, tampaknya mulai mendapat apresiasi dari masyarakat, karena mampu membuktikan janjinya untuk membuat Kabupaten Luwu menjadi lebih maju dan lebih baik.

Hal tersebut sudah dapat dilihat dengan pengaspalan sejumlah ruas jalan yang tersebar pada wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Luwu. Karena selama satu dasawarsa ini, tidak pernah diperhatikan oleh pihak Pemkab Luwu.

Misalnya peningkatan badan jalan poros Padang Sappa – Noling yang menghubungkan Kecamatan Bupon dengan Kecamatan Ponrang dan ruas jalan poros Rante Damai – Lamasi Pantai di Kecamatan Walenrang Timur yang saat ini sedang diaspal dengan sumber anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2019 ini.

Hanya saja proyek pengaspalan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Luwu tersebut, menuai sorotan dari masyarakat, lantaran aspal lamanya tidak dikupas oleh pihak rekanan (kontraktor-red). Seperti halnya proyek pengaspalan ruas jalan poros Padang Sappa –Noling.

Bahkan pada lokasi proyek pengaspalan ruas jalan Padang Sappa – Noling itu, dapat pula disebut sebagai sebuah proyek siluman. Sebab tidak tampak sama sekali papan proyeknya yang merupakan salah satu bentuk transparansi anggaran.

Sehingga tidak dapat diketahui, siapa pelaksana kontraktornya dan konsultan pengawasnya, berapa nilai anggaran dan suber dananya darimana, serta volume kerja dan masa kontraknya.

Hal tersebut, membuat proyek pengaspalan ruas jalan Padang Sappa – Noling menuai sorotan tajam dari masyarakat, sekaligus melaporkan peristiwa itu pada pihak LSM Aktivis Pembela Arus Bawah.

Terkait dengan sorotan masyarakat tersebut, Kabid Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Luwu, Yulianus Marthinus ST, saat dikonfirmasi wartawan media ini, membantah hal itu.

“Itu sama sekali tidak benar, sebab aspal lama dikupas oleh pihak kontraktor,” kata Yulianus pada Senin (26/08/2019) lalu

Selain selaku Kabid Jasa Kontruksi Dinas PUPR Kabupaten Luwu, Yulianus juga merupakan salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada sejumlah proyek peningkatan badan jalan yang sementara berlangsung proses pengaspalannya saat ini di Kabupaten Luwu.

Yulianus mengaku, semua ruas-ruas jalan yang ditanganinya, tetap dikupas aspal lamanya sebelum dilakukan pengaspalan ulang.

“Jadi itu sudah menjadi standar teknik yang senantisa saya tekankan kepada pihak kontraktor. Agar tidak menjadi sorotan publik, khususnya dari kalangan LSM,” terangnya.

Ketika ditanyakan mengenai proyek pengaspalan ruas jalan Padang Sappa – Noling yang diduga kuat tidak dikupas aspal lamanya tersebut, Yulianus enggan mengomentari hal itu dengan alasan ia bukan PPK-nya.

“Saya tidak dapat mengomentari hal itu, sebab saya bukan PPK-nya. Namun pastinya, saya hanya dapat memberikan penjelasan terkait proyek jalan yang menjadi tanggung jawab saya,” ujar Yulianus.

Lalu ia memberikan data sejumlah paket proyek peningkatan badan jalan di Kabupaten Luwu yang bersumber dari DAU Tahun Anggaran 2019, sembari mengapresiasi hasil liputan di lapangan yang dikonfirmasi wartawan media ini.

“Kami mengapresiasi rekan-rekan pers yang mengontrol proyek pembangunan di daerah kita, karena kontrol semacam ini merupakan informasi berharga bagi kami,” tuturnya.

Karena hal semacam ini, kata Yulianus, dapat dijadikan sebagai bahan untuk mengingatkan pihak rekanan, agar betul-betul profesional dalam melaksanakan setiap proyek yang sudah menjadi tanggungjawabnya, sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati.

“Ya, kita sangat berterima kasih mendapat koreksi dari rekan-rekan pers seperti ini, sebelum menjadi masalah hukum. Karena kita masih ada waktu untuk membenahi kekurang pekerjaan yang dimaksud, sebab sejatinya kita adalah manusia biasa yang tentunya tidak luput dari kekeliruan,” tuturnya.

Sementara itu, pantauan wartawan Tabloid SAR pada Minggu (1/9/2019) terhadap sejumlah proyek pengaspalan jalan yang dimaksud, salah satunya adalah ruas jalan poros Rante Damai – Lamasi Pantai, tampaknya memang dilakukan pengupasan aspal lamanya.

Sikap Pihak Aktivis LSM

Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah, Rahmat K Foxchy mengharapkan agar pihak kontraktor dan konsultan pengawas supaya dapat memenuhi kontraknya dalam melaksanakan proyek pengaspalan jalan, supaya tidak menyalahi bestek yang dapat berujung pada kasus korupsi.

“Jadi itu sikap kita dari pihak aktivis LSM,” kata Rahmat saat dikonfirmasi wartawan Tabloid SAR, Minggu (1/9/2019) malam.

Saya hanya ingatkan, tambah Rahmat, supaya PPK proyek pembangunan di Kabupaten Luwu, tidak kompromi dengan pihak kontraktor dan konsultan yang diketahui mengerjakan proyek pengaspalan jalan yang hanya bersifat abal-abal.

“Jika memang diketahui tidak memenuhi standar teknis pengaspalan menurut ketentuan bestek, maka itu harus dibongkar,” terang aktivis LSM yang akrab disapa Bang Ories ini.

Bang ories juga mengingatkan, agar papan proyek sebaiknya dipasang pada setiap lokasi proyek untuk menghindari persepsi buruk dari masyarakat.

“Sebab papan proyek merupakan salah satu bentuk penerapan transparansi anggaran yang wajib dipasang di lokasi proyek,” ucapnya.

Jadi itu harapan saya, kata Bang Ories lagi, agar teman-teman yang jadi PPK proyek itu, supaya dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab demi menghindari timbulnya kerugian negara yang dapat berujung pada kasus hukum.

Lanjut ia menyampaikan, sedangkan mengenai proyek pengaspalan ruas jalan poros Padang Sappa – Noling yang menjadi sorotan masyarakat akan menjadi atensi kami selaku aktivis LSM.

“Apalagi Noling itu adalah kampung halaman saya,” ucapnya.

Saya akan segera konsultasikan hal ini dengan pihak PPK-nya, sambung dia, apalagi ada laporan masyarakat Noling yang diterima LSM kami.

“Tentunya hal ini, akan kami tindaklanjuti pada pihak PPK yang menanganinya,” pungkas Direktur Eksekutif LSM Aktivis Pembela Arus Bawah tersebut. (Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.